Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 24 Trust Me


__ADS_3

Ethan masih tetap mencari keberadaan gadisnya, dia juga memerintahkan anggota geng lain, termasuk David sebagai wakil ketua. Tidak hanya D’Dragons, koneksi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik pun digunakan untuk mempercepat pencaharian Valerie.


Hati Ethan tentu saja tidak tenang sebab hingga pukul sembilan malam, kekasihnya itu tidak memberi kabar apapun. Ponselnya tidak aktif.


Dua jam mengelilingi ibu kota sama sekali tak membuahkan hasil, malam iini Ethan duduk kesal di basecamp. Dia juga tidak makan sejak siang, menghilangnya Valerie membuat mood Ethan berantakan.


“Ketua bucin kasihan banget. Baru juga pacaran udah berantem aja. Inilah alasannya gue selektif memilih pacar, takut sakit hati.” Celetuk David mengelus dadanya sendiri.


‘Lah namanya juga hidup, pasti berliku lah’


“Jalan tol aja gak mulus bro’


Para anggota lain bersahutan, turut berduka karena basecamp ini sedang bersedih akibat menghilangnya Nyonya Ketua.


“Ethan, kamu belum makan loh. Aku beli bubur kacang hijau, mau? Mumpung masih hangat.” Rebecca tidak jera meraih simpati Ethan. Dia memanfaatkan kondisi seperti ini, berusaha saja dulu, hasilnya menyusul belakangan.


“Lo bilang apa ke cewek gue? Lo tahu gak Becca? Gue gak bisa kasar, tapi kalau lo sakiti Valerie, gue gak akan tinggal diam, paham?” Ethan masih saja marah atas kejadian siang tadi.


Rebecca selamat karena dia seorang perempuan, Ethan tidak mau bertindak gegabah melukai orang lain.


“Aku ga bilang apa-apa. Memangnya kenapa Ethan?” polosnya Rebecca, aktingnya sangat mulus, riak di wajahnya pun menunjukkan tidak pernah terjadi sesuatu.


“Kenapa sih Ethan kamu memilih kutu itu, ada aku di sini lebih baik dari dia. Aku setia sama kamu, aku selalu ada di sisi kamu. Aku engga akan menyerah ya Ethan.” Rebecca yakin usahanya selama tiga tahun ini tak akan sia-sia, cinta memang memerlukan perjuangan.


“Bro, mau turun balapan gak? Udah lama gak latihan kan? Ada penantang baru nih. Ayolah gas sekarang juga.” Ajak David sudah siap bersama anggota lain.


“Minggir!” hardik Ethan, karena Rebecca menghalangi jalannya.


Pikiran Ethan kalut, dia menyesal kenapa harus terlelap tidur hingga tidak menyadari perbuatan Rebecca.


Usai balapan Ethan mengendarai motornya menuju rumah sang pujaan hati. Dapat dilihat dari kejauhan, lampu kamar Valerie masih menyala, itu artinya belum pulang ke rumah kan?


Ethan setia menunggu di depan pagar yang menjulang tinggi itu hingga fajar tiba. Dia yakin pasti kekasihnya pulang, entah kapan itu. Yang jelas rumah ini akan selalu menjadi tempat Ethan melihat Valerie.

__ADS_1


Semakin pagi udara berubah dingin, Ethan masih memejamkan matanya, terlelap di atas motor.


Suara pagar besar mulai terbuka, gesekan antar besi mengusik pemuda itu, ditambah tawa wanita yang mampu membuat Ethan langsung membuka mata.


“Valerie?” gumam Ethan segera menoleh ke sumber suara. Hatinya berbunga mendapati gadis cantik tengah meregangkan otot tepat di depan pos petugas keamanan.


Sontak saja Ethan segera mendekati kekasihnya, tanpa basa basi memeluk gadisnya, sangat erat, takut kehilangan.


“Ethan? Kenapa pagi-pagi ada di sini? Kamu kan tahu aku ada jadwal kuliahnya jam 10. Kamu ke …” Valerie mematung ketika tubuhnya berada dalam dekapan seorang Ethan Adrian.


“Kamu dari mana aja Valerie?” tanya Ethan masih tidak memerhatikan sekitarnya. Keduanya tidak menyadari tatapan tajam dari pria setengah baya yang bersidekap dada sembari menyandar di pagar.


“Valerie, Lepas!” seru Daddy Dariel, melayangkan permusuhan kepada anak sahabatnya itu. “Ethan, kamu ini bertamu engga tahu waktu. Ini masih pagi, yang benar aja dong.” Lanjut Daddy Dariel merasa kesal.


Ayah dua anak itu memang menyukai Ethan, bahkan bersama Daddy Bobby merencanakan perjodohan. Tetapi sikap Ethan berubah drastis selama tiga tahun ini, hingga menggagalkan hal baik untuknya. Daddy Dariel juga cemburu, putri kesayangannya telah dewasa dan memiliki pria lain sebagai penggantinya.


“Maaf Om.” Ethan bersikap santun kepada calon ayah mertuanya yang super galak.


Tidak mungkin juga mengusir pemuda itu, dia masih sedikit memiliki hati. Karena Daddy Dariel tak ingin nasib serupa menimpa putranya, Theodore.


“Siap Daddy aku yang terbaik.” Valerie menjawab penuh senyum. Di wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kalau dia marah atau sedih.


“Ethan ayo masuk. Kamu engga ganti baju ya? Ish jorok. Oh iya baju kamu masih ada di aku. Nanti sekalian mandi aja ya.” Valerie yang begitu perhatian melegakan perasaan Ethan.


Valerie memerintahkan pelayan untuk menyiapkan makanan, tapi sangat tegas Ethan menolak, ada hal yang jauh lebih penting daripada mengisi perut.


Gadisnya itu mengantar ke kamar tamu, dari wajah kentara sekali kalau Ethan tidak istirahat semalaman.


“Kamu kenapa ada di depan rumah? Gak pulang atau selesai balapan?” selidik Valerie, dua matanya memicing.


“Soal kemarin, jangan percaya apapun yang dikatakan Rebecca. Itu semua engga benar sayang, percaya sama aku.” Ethan sangat takut, karena Valerie memiliki trauma dengan pria yang mendua. Dia khawatir nasibnya akan sama seperti Eberardo.


“Oh kamu tenang aja. Mana mungkin aku percaya. Dia juga aneh banget, masa iya bilang lagi tidur sama kamu. Gak mutu banget caranya.” Tukas Valerie tertawa pelan. Memang tidak percaya tapi rasa tidak suka tetap ada dalam diri.

__ADS_1


“Terus kemarin kamu ke mana? Menghilang gak ada kabar.” Ethan bisa bernapas lega, Vale-nya memang berbeda tidak mudah cemburu. Tunggu … apa itu artinya Valerie tidak benar-benar menyukai Ethan? Katanya cemburu tanda sayang, kan?


Valerie pun menjelaskan kalau ia mengikuti dosennya ke salah satu workshop bersama dengan teman-teman lain.


Pulang dari kegiatan yang melelahkan, Valerie kelelahan langsung tidur hingga pagi, melupakan Ethan dan tidak mengisi daya baterai yang habis.


“Lain waktu kasih aku kabar sayang.” Seharian kemarin Ethan sukses dibuat bingung dan tidak berdaya.


“Iya maaf, aku ngantuk banget. Memangnya kamu pikir kalau aku marah karena Rebecca? Ya engga dong Ethan. Aku juga masih punya kepala untuk berpikir.” Imbuh Valerie menyerahkan handuk bersih ke tangan kekasihnya


“Aku percaya sama kamu, jadi tenang aja deh.” Valerie masih terus tertawa, baginya Ethan sangat lucu.


“Artinya kamu gak cemburu? Gak sayang dong?” Ethan mendekat, menyudutkan kekasihnya hingga menempel pada dinding.


“Kenapa kamu percaya banget? Boleh aku tahu kan alasannya.” Ethan menggenggam tangan Valerie sangat erat dan mencium kedua punggung tangan Valerie.


“Oh ya karena aku kenal kamu dari kecil. Aku tahu kamu Ethan. T-terus kamu juga b-bilang kan sukanya sama aku, b-benar kan?” Valerie mencoba menutupi rasa gugupnya ini.


Ethan tersenyum hangat. Semua yang dikatakan Valerie tidak perlu sanggahan apapun.


CUP


Ethan mengecup pipi merah kekasihnya yang mengundang ingin disentuh.


TBC  


**


Akhirnyaaaaa


Boleh ya minta dukungannya


jempolnya dan hatinya untuk subscribe biar authornya makin semangat 🙏🤭

__ADS_1


__ADS_2