Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 58 Jodoh


__ADS_3

Eberardo berusaha setenang mungkin menghadapi mantan kekasih yang enggan duduk berdekatan dengannya. Valerie jelas menjaga jarak, tidak merasakan kenyamanan.


“Apa yang mau kakak sampaikan? Aku mau menjenguk Daddy.” Valerie mulai membuka suara, tidak betah terus ditatap oleh kedua mata mantan kekasihnya.


“Ehem … Valerie, apa berita itu benar? Maksudnya pernikahan kamu dan Ethan?” Eberardo mengeluarkan kartu undangan dari dalam saku jaketnya.


Sebenarnya undangan ditujukan kepada kedua orangtua Eberardo tetapi dia merebutnya. Memerlukan konfirmasi dari mulut Valerie secara langsung.


Eberardo pun tidak memercayai bahwa Ethan yang memenangkan pertarungan ini. “Aku mau kamu jujur. Apa benar?”


Valerie segera mengangguk  cepat. “Iya, dua bulan yang lalu. Mungkin kamu pernah mencoba menghubungi aku, apa kata-kata Ethan di telepon masih belum jelas?”


Seketika Eberardo tertawa  kecil mendengar jawaban yang menyayat hati. Rupanya benar tidak ada lagi kesempatan kedua ataupun terakhirnya untuknya. Dia sudah kalah telak dari bocah seperti Ethan.


“Apa kamu menyayanginya? Ah apa kalian saling mencintai?” tetap bertanya walaupun menyakiti hati.


“Hu’um, aku baru menyadari kalau selama ini pria yang aku sayang sebenarnya Ethan. Maaf kalau di masa lalu tidak ada perasaan untuk kakak.” Tegas Valerie.


“Hiduplah dengan baik kak. Jangan lihat ke belakangan, tatap masa depan kakak!” Valerie sedikit mendekat memberi Eberardo ketegasan, bahwa kisah mereka benar-benar sudah berakhir lebih dari satu tahun yang lalu.


“Kalau begitu, aku bisa menjenguk Daddy Dariel? Anggap sebagai pertemuan terakhir kita. Aku tidak akan pernah menampakkan diri lagi di depan kamu dan Ethan. Terima kasih Valerie atas waktu satu tahun kebersamaan kita.” Eberardo mengukir senyum kecut.


Dia berdiri dan berjalan meninggalkan mantan kekasihnya. Eberardo masuk ke ruang rawat mantan calon ayah mertua. Di sana tetap mendapat penyambutan hangat.


Pandangan Ethan bertemu dengan Eberardo, tidak setajam biasanya. Ada makna tersirat dari kedua pasang mata itu.


Mereka sama-sama melirik keluar, memberi bahasa isyarat, tidak lama sama-sama keluar dari kamar pasien.


Eberardo lebih dulu mengulurkan tangan. “Selamat atas pernikahan kalian. Tolong jaga Valerie, karena gue siap merebutnya dari sisi lo, jangan sampai gue tahu kalau perempuan yang paling gue sayang menangis.”

__ADS_1


“Terima kasih. Lo tenang aja, hal itu engga akan mungkin terjadi.” Ethan menerima tangan mantan kekasih istrinya ini.


“Gue harap, lo bisa menemukan cinta sejati dan hidup bahagia. Jangan ada lagi permusuhan diantara kita.” Ethan menepuk bahu Eberardo, lalu menemui istrinya di ruang tunggu.


Sementara Eberardo hanya bisa tersenyum tipis memerhatikan pasangan suami istri itu. Tapi tidak ada yang bisa dia lakukan, karena konsekuensinya sangatlah besar.


“Aku akan selalu mencintaimu Valerie.” Kata hati Eberardo, dia melirik jam tangan, kakinya melangkah pergi dari rumah sakit.


**


Dua minggu kemudian


Resepsi pernikahan Valerie dan Ethan berlangsung meriah di salah satu hotel milik keluarga. Mengusung konsep outdoor garden party.


Semua tamu undangan hadir. Baik itu dari dalam atau luar negeri, karena banyaknya kolega bisnis keluarga.


Banyak dari para pengusaha muda yang patah hati, karena gagal meminang Tuan Putri yang sangat diidamkan.


Pandangan kagum ditujukan kepada Nyonya Muda Armend itu, tentu saja Ethan tidak nyaman dibuatnya. Apalagi malam ini Valerie sangat cantik dan menawan, dia tidak rela berbagi pria lain.


“Semua matanya harus gue colok. Berani sekali melihat istri gue dengan tatapan lapar seperti itu.” Gumam Ethan. Sikapnya semakin posesif, tak melepas sang istri sedetikpun dari jangkauan tangan.


“Ethan lepas dong. Aku malu tahu.” Bisik Valerie, melirik tangan kanan suaminya melekat erat pada pinggul.


“Enak aja, engga bisa sayang. Lihat para bujangan itu? Kamu itu hanya milik aku. Seharusnya mereka jangan seperti itu, aku cemburu sayang.” Geram Ethan, tidak bisa apa-apa selain mengikuti acara sampai selesai.


Ingin membawa istri ke kamar, tidak bisa, karena tamu yang hadir sangat banyak.


Di tempat yang sama

__ADS_1


David dan Josh sedang berburu kuliner lezat memanjakan lidah serta perut.


“Enak banget sob.” Mulut Josh terisi makanan.


“Lo gak takut gendut Josh? Berapa kalori yang udah masuk ke lambung? Rakus lo.” David merebut piring dari tangan Josh.


Dua pemuda tampan itu, saling tarik menarik piring berisi makanan seolah tak ada lagi piring yang lain.


“Memalukan.” Cibir suara cempreng seseorang.


“Eh lo kan? Ngapain lo di sini?” Josh sangat kesal sekali kepada Natasha. Sebab gadis itu pernah mengerjainya ketika di mall memilih kado.


David menyenggol pinggang Josh sangat keras dan tanpa perasaan. “Heh cumi, lo lupa ya kalau dia sepupunya Valerie? Bahaya ini anak.” Ucap Josh.


“Heh, bahaya apa?” Natasha bertolak pinggang, menatap marah kepada Josh serta David.


“Galak banget sih jadi cewek. Jadi jones tahu rasa lo.” Bibir jahat David tidak berkaca kepada dirinya sendiri.


Kali ini gantian Josh yang memberi peringatan. “Sob, lo juga jomblo. Jangan-jangan jodoh lo ya Natasha.”


Ungkapan Josh ini mengundang dua pasang mata melotot kepadanya.


“Hey santai dong, gue bercanda.” Josh tertawa renyah, mengalihkan perhatian dengan mencari makanan.


TBC


***


mohon tandai bila ada typo 🙏

__ADS_1


yah seharusnya Valerie dibawa kabur yah sama Eberardo 😉


__ADS_2