
GB Hospital
Josh yang baru saja datang ke rumah sakit, langsung meneguk habis satu botol air yang diberikan ibu mertuanya. Keringat mengucur dari kening, kemudian melihat Rebecca yang masih terbaring lemah di atas ranjang pasien.
“Maaf sayang, mungkin aku kurang perhatian, maaf ya.” Ucap Josh, mengalah pada kondisi seperti ini adalah pilihan terbaik, tidak berguna bila berdebat. Rebecca dalam keadaan tidak berdaya, hanya mengulas senyum, lalu menitikkan air mata.
“Lho kok nangis? Kenapa, aku salah ngomong ya? jangan nangis!” menghapus air mata yang keluar dari sudut mata.
Becca meraih tangan suaminya, menyibak selimut yang menutupi sebatas dada, meletakkan telapak tangan di atas perut. “Akhirnya.” Lirih Rebecca kembali berkaca-kaca.
“Hah apa? Akhirnya apa sayang?” mendadak otak cerdas Josh mode loading, berjalan lamban mengolah informasi yang diterima.
Melihat menantunya kebingungan tidak jelas, Mami Rebecca mendekat, menepuk pundak Josh cukup keras lalu menyerahkan bukti kertas kecil ke hadapannya.
“Ini nak dilihat dulu, selamat ya.” kata Mami Rebecca, meninggalkan pasangan suami istri itu dalam bangsal IGD.
Secara seksama Josh memerhatikan, semua tampak hitam hanya satu pembeda yaitu titik hitam di tengah, sangat kecil dan tidak mudah dimengerti bagi orang awam sepertinya.
Mendadak pikiran Josh berkelana tak tentu arah, takut istri tercinta mengalami penyakit, bibir Rebecca pucat, wajahnya seperti tak dialiri darah merah, tangannya dingin.
“Kamu kenapa sayang? Bilang sama aku! Jangan diam pakai bahasa kode gini, aku nggak paham Becca.” Bukan mendapat penjelasan, Josh malah menerima cubitan di punggung tangan.
Lantas Rebecca menyingkirkan tangan suaminya dari atas perut.
“Lho, lho kenapa ini? Jangan sayang!”
__ADS_1
“Kamu nggak peka Josh, katanya pecinta wanita, sang petualang tapi masalah kaya gini nggak paham.” Ketusnya bibir Rebecca, melukai perasaan Josh sebagai suami.
Tidakkah istrinya tahu bahwa ia telah melupakan masa lalu menjijikkannya itu?
“Becca, aku beneran gak paham maksud kamu, ini foto USG, kamu sakit apa? Aku setia di sisi kamu sayang, jangan takut. Mau seribu Miss World seksi datang memohon, cintaku hanya untuk kamu Becca.” Andalan Josh ketika bertemu masalah mengeluarkan jurus jitu, bibir semanis madu.
“Aku hamil, usianya 7 minggu, tapi …” Becca menjeda ucapannya, sulit menyampaikan kata-kata penjelasan untuk suaminya.
“Apa?”
BRUK
Saking senangnya, terharu dan tidak percaya, Josh pemilik Yayasan Internasional tergeletak pingsan. Beberapa perawat dan penjaga keamanan membopong Josh, membaringkannya di samping ranjang milik Rebecca.
“Ish, memalukan.” Cibir Rebecca, melihat dokter umum memeriksa keadaan suaminya.
**
David baru saja sampai di rumah, menghabiskan waktu bersama teman-teman sangat menyenangkan. Melepas lelah akibat penatnya pekerjaan dan tanggung jawab baru sebagai pimpinan perusahaan milik Ayahnya.
Terlalu lelah sekaligus kebiasaan buruk, David segera tidur tanpa membersihkan diri, apalagi memeriksa ponsel. Bahkan tidak menyadari kalau benda pipih kehabisan daya.
“Nat … Natasha.” David mengigau memanggil nama perempuan menyebalkan sejagat raya.
Pagi harinya terbangun lebih awal, seperti biasa segera mandi dan mengisi baterai ponsel kemudian sarapan bersama Ayahnya.
__ADS_1
David pun bergegas ke kantor, ada meeting penting bersama klien, sebagai salah satu bukti bahwa dirinya memang layak menduduki posisi pimpinan di perusahaan keluarga.
David tetap fokus hingga menjelang siang hari, ia baru teringat akan beberapa hal. Di sela waktu istirahat memeriksa sejumlah notifikasi pesan.
Matanya melebar mendapati 15 panggilan tidak terjawab dan 20 pesan dari seseorang, isinya sama, meminta izin David bahwa Natasha, akan menghadiri pesta ulang tahun teman sekolahnya di pucak sore ini.
“Sial. Ini tadi malam, sekarang? Hah mana sempat.” David melirik jam tangan, merutuki kebodohannya tidak membalas pesan Natasha.
Segera mengirim balasan untuk Natasha, tetapi percuma tidak ada tanggapan apapun. David menghubungi tunangannya, seketika detak jantung berhenti bersamaan dengan suara dari balik ponsel.
“Siapa lo? Maling ya?” serobot David, berharap benar, bahwa smartphone calon istrinya dirampas orang tak dikenal.
“Gak sopan lo! Gue Alex, ada apa telepon Natasha? Penipuan ya? Nomor telepon lo aja nggak disave, jangan coba-coba lo, bokap gue intel, tahu lo?”
GLEK
DEG
“Tega bener, nomor telepon gue engga disimpan, mana yang angkat telepon cowok lagi, kemana tuh anak?” David membatin.
TBC
***
sabar ya vid
__ADS_1
sabar ya author
💔💔💔💔💔😭