Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 52 Mengizinkan


__ADS_3

Sore ini Rebecca memandangi diri di cermin besar, karena kedua orangtua Josh tidak main-main terhadap masa depan putra mereka. Bahkan Mami Josh mengusulkan langsung tunangan tanpa bicara lebih dulu.


Latar belakang Rebecca juga sangat jelas, anak itu beberapa kali main ke rumah. Mami Josh sangat menyukai Rebecca dibanding para mantan kekasih Josh yang dinilai kegatelan, hanya mengincar harta saja.


“Tangan gue gemetaran kaya gini Vid, gemana dong? Bisa tukar tambah gak sih? Malas banget harus tunangan sama playboy cap gurita kaya gitu.” Rebecca mengeluh.


Tidak mungkin mendapat jodoh barang bekas, sangat memuakkan sekali. Dia juga ketakutan kalau suatu saat nanti disaat sudah mencintai Josh, tiba-tiba seorang wanita datang membawa anak atau mengaku hamil anak Josh.


“Ish gak mau gue.” Rebecca bergidik negeri.


“Lo kenapa sih Becca? Josh kan teman kita. Lo sendiri yang minta tolong jadi pacar pura-pura, ya orangtua lo mau anaknya sama laki-laki serius, cocok banget sama Papi Mami Josh, cari calon mantu yang pas.” David tertawa miris.


“Udah lo jalani aja dulu, daripada kaya gue jones. Engga enak loh Becca. Tiap hari gue selalu menunggu datangnya cewek cakep dan baik tapi belom ada.” David mencium bunga-bunga yang menghiasi ruangan ini.


“Lo lihat kan gue ganteng, tajir juga, tapi kenapa sial banget. Apa lo aja yang jadi istri gue? Nikah aja sekarang!” ceteluk David mengundang kemarahan Rebecca serta pukulan keras di kepalanya.


TAK


“Lo mau nikung gue? Maaf ya engga bisa. Nah Lo sama si Betty aja, dia kesepian semenjak gue punya pacar cantik, jutek tapi gemesin.” Josh tersenyum menatap tunangannya.


Berada di tengah-tengah dua pria gila dan menyebalkan rasanya dunia Rebecca begitu sempit dan gersang. “Berisik banget sih lo berdua.” Sentak Rebecca keluar ruangan, gaun panjangnya saja tidak dipedulikan.


“Lo sih, calon bini ngambek kan. Udah lah gue mau pacaran dulu. Bye David Sang Presiden Jomblo Sejati.” Josh sangat puas meledek temannya. Dia segera menyusul Rebecca ke luar gedung.


Kaki Josh terus saja melangkah mengikuti jejak calon istrinya. “Main kejar-kejaran nih ceritanya. Asyik juga.” Ucap Josh.


Ternyata Rebecca duduk di taman, hendak memetik bunga mawar dari pohonnya.


“Ehem … Bunganya jangan lo petik. Jangan merusak bunga cantik itu.” Kata Josh, kemudian duduk tepat di samping Rebecca.


“Lo tahu gak kenapa gue gak pacaran sama anak gadis orang? Sasaran gue selalu ayam kampus?” tanya Josh sembari membelai kepala tunangannya.

__ADS_1


“Karena mereka udah sakit Becca. Mereka gak bisa hidup tanpa uang. Dan lo lihat kan mereka semua setelah putus dari gue ya sebagian pada taubat.” Josh mengeluarkan ponsel, menunjukkan 15 mantan kekasihnya yang merubah diri menjadi lebih baik.


“Gue jadi playboy bukan karena seorang player tapi gue mau mereka berubah. Ya walaupun sisanya gue gagal.” Josh pun memperlihatkan 15 mantan kekasih yang masih melakoni profesi itu hingga saat ini.


“Ck tapi lo juga sama br3ngsek.” Rebecca mendorong bahu Josh.


“Ya gue normal dong. Kucing dikasih ikan segar mana nolak, tapi gue janji Becca.” Josh menggenggam kedua tangan tunangannya mencium punggung tangan Rebecca.


“Mulai sekarang dan selamanya hanya ada lo. Gue gak akan berhubungan sama perempuan lain. Gue serius sama lo Becca.” Kalimat ini murni Josh utarakan dari dalam hati terdalam.


**


Di tempat berbeda


Labuan Bajo



“Bagus banget aku suka. Kamu kok bisa pesan kamar di sini?” tanya Valerie, pasalnya di kawasan wisata Labuan Bajo, Daddy Dariel tidak memberi kamar khusus kepada anggota keluarga.


Ethan memesan kamar ekslusif ini melalui jalur orang dalam, tentu saja Ayah mertua. Tidak apa harus membayar mahal yang penting bulan madunya harus berkesan. Mereka berdua menginap di salah satu resort milik RB Hotel.


“Suka banget Ethan, aku belum pernah menginap di resort ini. Karen aksesnya juga cukup susah. Tapi sebanding sama pemandangannya.” Kagum Valerie, mata hazel terus berbinar memancarkan cahaya kebahagiaan.


“Kalau gitu bisa ya sayang. Kamu janji untuk kasih hak aku setelah selesai menstruasinya.” Ethan memeluk Valerie dari belakang, mencium pundak sang istri penuh cinta. Lalu memutar tubuh Valerie, hingga keduanya saling berhadapan.


“Umm … iya sih tapi aku takut. Kata orang-orang sakit banget sampai engga bisa jalan.” Valerie tersenyum kaku. Ingat sesuatu yang dikatakan oleh Daddy Dariel.


Lagi-lagi ayah mertua Ethan selalu mencuci otak putrinya agar mengulur waktu melakukan kegiatan panas bersama.


“Aku janji sayang pelan-pelan. Sekarang ya mau kan?” Ethan tetap tidak menyerah.

__ADS_1


Dia hanya menunggu istrinya mengangguk setuju. “Gemana sayang. Aku gak tahan banget udah hampir tiga minggu.” Ethan lesu mengingat selema ini selalu membuang calon anak-anaknya di dalam saluran pembuangan air.


Valerie mengangguk pelan, mengizinkan Ethan mengambil apa yang menjadi haknya.


Ethan yang benar-benar tidak tahan lagi, segera menggendong Valerie dan membawanya ke atas kasur. Mencium bibir merah muda itu berkali-kali, menyesap lembut hingga menggebu penuh g**r4h.


Melepas dan melempar kaosnya, lalu membuka kemeja serta celana panjang sang istri. Ethan kalap saat pemandangan menggoda tampak jelas di depa mata. Meski bukan pertama kali tetap saja jantungnya berdebar tak karuan.


Menarik perlahan tangan pujaan hati yang selalu membuat tergila-gila, hingga tubuh keduanya menempel tak berjarak. Sentuhan kulit saling memberi sensasi panas yang luar biasa.


Tangan nakal Ethan membuka br* dan mencium benda itu, lalu meraih tubuh bagian belakang Valerie hingga kedua kakinya melingkar di pinggang Ethan. Sambil berjalan ke sofa, kedua mata coklat Ethan tak melepas pandangannya dari sosok bidadari cantik yang kini mengalungkan tangan di lehernya.


“Kamu cantik sayang.” Bisik Ethan di telinga.


Sengaja menghembuskan napas di arena itu, menjadikan darah Valerie berdesir. Dia menunduk.


Bibir nakalnya menyesap setiap inchi kulit mulus, menelusuri mulai dari pipi, rahang, leher, tulang selangka, tulang d4*@. Bermain lembut, penuh penghayatan di kedua aset yang akan menjadi sumber nutrisi bagi anak-anaknya kelak.


Lidahnya cukup lama singgah di puncak yang menegang. Sementara satu tangannya, berjalan pelan turun dari dua aset, ke perut, pusar, dan menyusup masuk pada kain penghalang, memijat agar pemiliknya rileks.


“Ethan … uuhh.”  Valerie tidak kuasa menahan sesuatu yang menggelora.


Merasakan di bawahnya lembab dan basah, Ethan langsung membaringkan istrinya pada kasur. Melepas semua sisa kain yang menempel. Memposisikan diri untuk menyatu, perlahan mendorong sampai pujan hatinya memekik kesakitan.


“Aw perih banget. Ethan aku gak sanggup.” Kalimat itu tida membuat Ethan gentar apalagi mengurungkan niat. Dengan sekali hentak, keduanya sukses bersatu padu.


Sejenak Ethan terdiam, sambil menyeka bulir bening di sudut mata Vale-nya. Setelah diterima baik dia mulai memompa dari gerakan pelan sekali hingga menambah tempo yang menghasilkan keringat.


Kedua saling med-d35*-h merasakan kenikmatan dunia untuk pertma kalinya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2