Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 87 Mengkilap


__ADS_3

Puas menyantap lontong sayur penyelamat hubungannya dengan Natasha. David menggenggam kedua tangan gadis belia itu ke rumah sahabatnya.


Sepanjang jalan mereka dijuluki pasangan termuda. Para pengunjung taman menatap heran sebab David menyukai anak kecil dan telah memiliki dua bocah kembar.


Tentu saja semua salah paham, namun David menyukai, sebagai bentuk doa serta dukungan dari semua orang.


Tiba di kediaman yang luas. Satu mobil telah terparkir. David yakin Ethan dan Valerie sudah kembali ke rumah.


Tepat sesuai dugaan, sepasang suami istri yang selalu dimabuk asmara itu tanpa ragu menunjukkan sikap romantis di depannya.


Ethan tidak sungkan mencumbu Valerie di atas sofa ruang tamu. Decapan dari tautan keduanya meresahkan telinga David.


“Ekhem … kamar ada, kenapa harus ruang tamu bro?” geram David, sekujur tubuhnya panas. Bukan karena menyaksikan adegan itu secara langsung, tetapi keberadaan Natasha di sampingnya.


David berusaha, menutup dan mengalihkan pandangan Natasha yang sudah ternoda oleh tingkah laku dua sepupunya.


Bukannya berhenti, Ethan malah mengacungkan jari tengah kepada David. Lenguhan Valerie terdengar semakin nyata dan mengganggu.


“Orang gila.” Cibir David.


David dan Natasha memilih kamar Dhara dan Mora, sebagai tempat persembunyian. Seketika keduanya dilanda kegugupan.

__ADS_1


Berulang kali David melirik bibir mengkilap merah muda milik Natasha. Otak nakalnya mulai menjelajah, menebak rasa yang timbul bila mencicipi sedikit saja.


“Jangan David. Baru juga baikan. Tapi gue penasaran. Ah sial, Ethan memang keterlaluan.” Konflik batin David membuat akal sehatnya di ujung jurang.


“Kakak kenapa?” suara polos Natasha menggetarkan jiwa.


“Sedikit aja bukan masalah selama nggak bablas.”


“Stop David! Jangan! Dia masih terlalu kecil Vid kelas satu SMA. No … No.”


“Tapi bibinya itu menggoda banget, mana tahan kalau nunggu sampai resmi?”


Sisi malaikat dan iblisnya saling bertengkar, hingga ia tidak sadar kalau Natasha telah keluar dari kamar.


Suara tawa dari lantai satu membawa langkah kaki David untuk mendekat. Rupanya gadis cantik berambut panjang ini tengah membuka oleh-oleh.


Natasha senang mendapat tas baru untuk sekolah, serta sepatu limited edition yang cocok di kakinya. “Makasih ya kaka, Kak Vale memang yang terbaik.” Natasha memeluk kakak sepupunya itu.


“Sama-sama. Terima kasih sudah menjaga Dhara dan Mora.” Balas Valerie.


Sementara David sibuk memerhatikan leher Ethan yang merah, seakan ratu lebah berhasil menyengat area itu.

__ADS_1


Jujur saja ia iri karena diantara sahabatnya, hanya David yang belum merasakan stempel kepemilikan dari wanita yang dicintai.


David meraba lehernya sendiri, menelan ludah. “Sabar Vid, ada saatnya.” Gumamnya.


“Ya bro, santai aja. Sepupu gue masih kecil. Awas kalau lo sampai berani macam-macam, gue pastikan hubungan kalian ditentang keluarga.” Ancam Ethan, tiba-tiba muncul di depan wajah David.


“Kurang ajar lo, bro. Jangan gitu, gue bukan pria bejat. Masih bisa menahan diri.” Teriak David tanpa sadar bahwa suaranya mengundang atensi dari Natasha dan Valerie.


“Menahan apa kak?” Natasha melempar umpan kepada tunangannya yang sedang gelisah tidak karuan.


“Bukan apa-apa Nat, gue eh aku permisi dulu ya, mau gym enak nih.” Balas David, segera memasuki ruangan khusus olahraga.


Memusatkan segala fokus untuk melatih otot, bukan melepaskan sesuatu yang belum saatnya.


“Sebisa mungkin, gue harus menghindari Ethan dan Valerie. Mereka berdua keterlaluan, benar-benar pasangan serasi.” David mulai mengatur beban, melatih otot punggungnya.


Tbc


***


Selamat Hari Raya Idul Adha

__ADS_1


Maafkan ya terlambat 🙏


__ADS_2