Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 7 For You


__ADS_3

Usai jam pertama perkuliahan selesai, Valerie yang sudah memiliki banyak teman karena sikap humble memesan makanan di kantin.


Menyambangi penjual ayam geprek, “Buk, ayam gepreknya satu, pedas banget ya, sama jus mangga esnya dan gulanya sedikit.” Pesan Valerie.


Namun salah satu makanan kesukaannya itu ludes, padahal air liur Valerie mengalir ingin mencicipi ayam geprek yang terkenal lezat di kampus ini.


‘Pesan yang lain aja Vale, burger mungkin’


‘Mau bakso engga? Gue pesan sekalian, traktir juga deh kebetulan baru dapet durian runtuh’


Valerie menggelengkan kepala, lebih menikmati satu cup jus manga pelepas dahaga dan lapar. “Jus juga cukup deh , sampai siang nanti.” Tuturnya sedikit lemas.


BRAK


Ethan, menggebrak meja.


‘Hi Ethan?’


Kehadiran Ethan disambut baik rekan-rekan di meja Valerie, tidak ada yang keberatan satu orangpun karena sulit sekali mendekati sang ketua D’Dragons.


“Miss bawa ke sini makanannya.” Pinta Ethan kepada wanita penjual ayam geprek.


Dua porsi ayam geprek disiram sambal bawang itu tersaji di depan Valerie dan Ethan Adrian.


“Makan! Kenapa diam? Belum sarapan kan? Ayam gepreknya sisa dua, kalau engga mau, gue kasih David.” Ethan berusaha merebut piring milik gadisnya.


“Eh jangan, ini untuk aku kan? Tadi aku pesan katanya habis. Makasih Ethan.” Di balik kacamata, Valerie mengedipkan sebelah mata.



DEG


DEG


DEG


Uhuk ... uhuk


Ethan tersedak sambal , duh rasanya perih di area kerongkongan hingga hidung.


“Gila. Manis banget. Valerie, Stop. Jangan bertingkah kaya gini terus.” Tukas Ethan dalam hati.

__ADS_1


“Kamu gak ada minum ya? jangan sok jago makan pedas deh! Nih minum.” Satu cup jus mangga diserahkan Valerie tepat di depan bibir Ethan.


“Engga ini punya kamu.” Tolak Ethan, dadanya tersengat aliran listri bertegangan tinggi.


“Ok, aku habiskan aja, jangan minta ya.” Valerie mencebikan bibir, menarik kembali tangannya. Tapi sebelum itu terjadi, Ethan Adrian merebut cup, meneguk jus mangga hingga tersisa setengah.


Pemandangan ini membuat penghuni satu kantin melongo, bergeming di tempat termasuk para pelayan. Ethan sang idola kampus yang diisukan tidak menyukai perempuan, banyak mahasiswi yang patah hati, remuknya terasa ke tulang.


Hari patah hati jilid dua.


“Gue gak salah lihat kan sob? Itu Ethan serius minum dari sedotannya Valerie? Wah gue cemburu.” Kata Josh kehilangan nafsu makan, mie ayam pesannya nyaris mengembang.


“Iya. Cari yang lain aja deh. Itu anak baru, resmi jadi incaran ketua. Kecuali lo mau bersaing, dan siap-siap nangis. Hahaha.” David puas menertawakan Josh. Dia berdiri membawa makanannya ke meja Valerie, turut bergabung dengan para mahasiswi cantik.


“Gue gabung ya.” David mengambil kesempatan. Siapa juga yang berani menolak Ketua BLM?


Dua anak manusia yang sukses meluluhlantakan hari mahasiswa dan mahasiswi ini masih tetap menjadi pusat perhatian.


Ethan melirik piring pujaan hati, dia tahu Valerie sangat suka bagian kulit ayam krispi. Menyerahkan bagian ternikmat itu ke atas alas makan gadisnya.


“Untuk aku?” tanya Valerie, mulutnya penuh makanan.


Ethan diam tidak menjawab apapun, bibirnya terkunci rapat karena getaran luar biasa masih menguasai diri.


“Kalau kaya gini terus, gue harus cepat bikin dia bertekuk lutut. Gue engga mau kehilangan dia. Eberardo semakin gila. Kasar banget sama Vale.” Geram Ethan di depan wastafel.


Sedangkan Valerie yang belum selesai menghabiskan makanannya, masih duduk ditempat. Tiba-tiba Rebecca datang, sengaja menumpahkan thai tea ke baju Valerie.


“Oops sorry, gue gak lihat ada benalu lagi duduk. Itu hukuman untuk perempuan gatal kaya lo, berani banget rebut Ethan. Awas lo anak baru.” Lanjut Rebecca dalam hati, dia murka, cemburu akan sikap manis Ethan.


Baju Valerie basah dan lengket, dia masih ada jadwal satu pelajaran lagi siang ini. Tidak ada waktu pulang ke rumah lalu kembali lagi ke kampus.


Merasa tidak memiliki masalah apapun, Valerie berdiri, menatap tajam Rebecca. “Mata kamu rabun ya? mending kamu ke dokter, percuma kuliah tapi matanya sakit.” Balas Valerie, mengangkat dagu, mengintimidasi Rebecca.


Dua wanita itu saling beradu pandang, tangan Rebecca mengepal, matanya melirik ke atas meja, meraih piring melempar isinya ke Valerie.


Ayam geprek, nasi dan sambalnya pun mengotori pakaian Valerie serta lantai. Cipratan minyak sambal menempel di kulit pipi Valerie.


“Aaakh, mataku perih. Kurang ajar banget kamu.” Valerie kesulitan, tangannya masih kotor tidak mungkin memegang mata.


Sontak teman-teman Valerie melawan Rebecca, keributan terjadi.

__ADS_1


Ethan yang baru saja keluar dari toilet, terbelalak melihat gadisnya. “Vale?” berlari menghampiri, menggendong Valerie menuju wastafel untuk mencuci muka. “Diam, jangan bergerak, cuci tangan dulu!” Ethan panik, hal ini terjadi lagi.


Rebecca selalu mengusir perempuan manapun yang mencoba mendekati Ethan.


“Mata aku perih Ethan.” Valerie merengek tidak bisa membuka kelopak matanya.


“Kamu tunggu di sini, terus bilas dengan air sampai hilang rasa pedihnya.” Ethan meninggalkan Valerie, yang masih membasuh kedua mata.


Napasnya begitu berat, tangannya juga terkepal, kalau saja Rebecca laki-laki. Sudah pasti Ethan seret paksa ke basecamp, memberi pelajaran karena menyakiti Vale-nya.


“Lo ikut gue, sekarang juga ke belakang kampus!” desis Ethan, dia tidak terima siapapun membuat gadisnya kesusahan.


“Ada masalah apa sih? Bukannya lo juga engga suka sama dia? Kemaren, gue jelas lihat kalau lo sengaja ganggu dia, kenapa gue engga boleh?” Rebecca tidak terima, hatinya sudah terlampau sakit. Dia yang mengajar tapi perempuan lain dengan mudah berhasil merebut perhatian Ethan.


“Dengar baik-baik Becca! Jangan sentuh Valerie sedikitpun. Dia milik gue, hanya gue yang boleh menyentuhnya. Ingat itu.” Tegas Ethan, mengepalkan tangan di depan mata Rebecca, mengancamnya. kemudian pergi dari area belakang kampus.


“Keterlaluan kamu Ethan. Memang apa sih hebatnya anak baru itu? Belagu.” Rebecca masuk ke toilet, membanting kuat pintu itu hingga bergetar. “Gue engga terima, Ethan itu sukanya sama gue. Hanya Rebecca yang berhak jadi pasangan Ethan!”


Di kantin


Teman-teman Valerie tertawa terbahak-bahak, mereka puas akhirnya ada perempuan dari kampus yang bisa melawan calon ratu kecantikan itu.


“Pintar juga lo, Valerie. Kok gue gak kepikiran ya.” Josh salut, semakin memuja perempuan impiannya. “Rasa cinta gue bertambah besar.” Imbuh Josh.


Ehem


“Eh sob. Duduk dulu sob santai.” Josh mendadak takut karena tatapan Ethan sangat tidak bersahabat.


“Matanya udah gak perih lagi? Perlu ke dokter engga?” tanya Ethan serius, sembari menyerahkan satu kaos dan jaket denim miliknya. “Ganti baju!”


“Mata aku sehat kok, kan aku pakai kacamata. Sambalnya engga masuk ke dalam mata, pacar kamu itu kasar banget perlu aku kasih hukuman sesekali. Maaf ya bikin kalian berantem.” Valerie bangkit, diikuti teman perempuan lainnya.


“Makasih kaosnya, besok aku laundry atau kamu bisa ambil ke rumah.” Tegas Valerie, melenggang pergi. Hatinya kesal dan sesak bersamaan, tidak menyukai Rebecca. Entahlah, sejak pertama melihatnya begitu membenci kekasih Ethan.


“Punya pacar kok kelakuannya bar-bar banget sih.” Menggerutu dalam hati.


TBC


***


Dukungan ditunggu ya 😁🙏

__ADS_1


 


__ADS_2