Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 46 Tamu Yang Sangat Mengganggu


__ADS_3

“Siapa sih itu?” Ethan kesal, tinggal sedikit lagi tapi harus gagal.


“B-biar aku yang buka.” Gugup Valerie, wajahnya masih merah, tubuhnya berkeringat akibat ulah Ethan.


“Jangan, kamu pakai dulu bra-nya. Bila perlu ganti baju lebih tertutup.” Ethan mengeratkan handuknya dan sebelum keluar, tangan nakal itu menyentuh kedua aset Valerie.


Di dalam kamar mandi, Valerie menatap cermin besar, dia memegang pipi yang memerah lalu tubuhnya.


Kini Ethan berhasil membuat jantungnya berolahraga terus menerus tak henti. Valerie baru menyadari alasan Ethan memintanya mengganti baju, ternyata bagian bahu penuh tanda merah.


“What? Aku pikir ini hanya di film dewasa. Ethan nakal banget.” Kepala Valerie mendongak, otaknya pun membayangkan bagaimana jadinya jika hal itu terjadi, Valerie yakin habis dalam satu malam di tangan suaminya.


Tidak membatah, Valerie menuruti perintah Ethan menggunakan piyama tidur, tetapi rambutnya terikat ke atas.


Dari dalam kamar, samar-samar keramaian terdengar. Setelah membuka pintu barulah jelas, tamu yang datang adalah anggota D’Dragons.


Sebagai tuan rumah yang baik, Valerie menemani suaminya di ruang tamu, turut bercengkrama bersama David, Josh, dan empat anggota lain.


“Hi. Apa kabar? Lama ya engga ketemu, sekarang sibuk apa?” tanya Valerie begtu ramah, baginya semua teman Ethan ya temannya juga.


“Wah sekarang D’Dragons punya Nyonya. Kabar kita baik Vale. Gue lagi sibuk bantu bokap di perusahaan. Gak tahu nih kalau Josh, mungkin sibuk cari jodoh.” Ucap David mengambil cemilan dari atas meja.


“Gue? Sibuk menata hati yang pernah hancur. Puas lo pada, gue mau lanjut S2 di Aussie, semoga ketemu jodoh di sana.” Josh melirik Valerie yang semakin hari cantiknya bertambah berkali-kali lipat.


“Mata dijaga mata! Ini istri gue, mending lo cepat nikah!” ketus Ethan tidak terima wanitanya dilirik oleh pria lain. “Sini sayang.” Ethan menukar posisi duduk, hingga Valerie berada di ujung, terhalang oleh tubuh suaminya.


“Pengantin baru posesif banget. Kapan gue punya keponakan? Yang rajin yah, jangan ditunda, gue siap jadi baby sitter anak lo berdua.” Tawar David menyukai anak kecil. Dia cemburu, niatnya ingin menikah muda tapi sampai sekarang belum bertemu calon mempelai wanitanya.


Semenjak menikah, Ethan tidak ragu menunjukkan kemesraan di depan umum. Dia ingin dunia tahu bahwa Valerie miliknya, tidak boleh seorang pun mendekat apalagi sampai merebut.


Satu tangan Ethan merangkul Valerie, satu lagi sibuk memegang tangan istrinya, meremas dan menggelitik bagian telapak dengan jari telunjuk.

__ADS_1


“Duh kayanya kita ganggu. Tapi ini penting bro.” kata David memberi bahasa isyarat. Ada Gangster baru di kota, berani bertingkah, mengganggu ketenteraman warga setempat. Beberapa hari yang lalu petugas keamanan salah menangkap pelaku. Seorang anggota D’Dragons mendekam di penjara.


Ethan paham akan situasi menegangkan, ini bukan pertama kali, karena setiap tahun pasti ada gangster yang bertingkah. Berusaha menunjukkan kekuasaan padahal sudah jelas D’Dragons, Lil Monster dan Ghost Rider menjadi penguasa Gangster di tanah air.


“Sayang, kamu tidur duluan, nanti aku ke kamar. Jangan dikunci kamarnya ya.” Bisik Ethan, mengusir Valerie dari ruang tamu.


“Ada apa bro? bilang!” tanya Ethan usai memastikan istrinya menghilang memasuki kamar.


“Anak baru jadi korban bro. Bukan cuma kita, tapi anggota Lil Monster juga, mending lo koordinasi sama mereka. Siapa tahu bisa kerja sama, kita gak perlu pakai cara kekerasan, bosan gue. Sudah tua kaya gini fokus sama hidup aja untuk masa depan.” Tukas David menunjukkan foto gangster baru.


Mata Ethan menyipit, pentolan gangster itu pria bertopeng yang selalu ingin mengejarnya bahkan menginginkan nyawa Ethan.


“Erlangga? Lo pinter meretas data orang kan? Bantu gue cari tahu siapa laki-laki di balik topeng ini.” Pinta Ethan. Erlangga memang dikenal memiliki kemampuan IT yang sangat tinggi. Makanya dia diterima kerja di Google, salah satu kebanggaan bagi Erlangga yang berasal dari keluarga sederhana.


“Siap.” Sahut Erlangga.


“Gue bangga sama lo Erlangga. Kita D’Dragons bukan anak berandalan lagi, tapi penuh prestasi, iya gak sob?” ujar David merangkul bahu Josh, lalu mengamati lehernya yang merah.


“Gila, ini perempuan ganas bener. Siapa sob?” Paksa David menyelidiki, karena sepengetahuannya, Josh sama sekali tidak dekat dengan gadis manapun, dia masih patah hati gagal mendapatkan Valerie.


Ethan, Erlangga, David, Indra menatap satu sama lain. “REBECCA?” ucap keempatnya serempak.


Josh hanya mengangguk membenarkan. Dia menceritakan semua, hampir melakukannya bersama Rebecca, itu juga tidak sengaja. Josh menolong Rebecca yang sempoyongan di pinggir jalan. Gadis itu mabuk, sedih hatinya karena pria pujaan hati menikahi perempuan lain.


“Terus?” tanya Ethan semangat. Jujur saja dia menjadi lebih tertarik akan hal semacam itu setelah menikahi Valerie.


PLAK


David memukul kepala Ethan, “Biasanya lo paling cuek. Wah gue tahu, cari pengalaman dari Josh ya?” David menggoda Ethan yang tampak malu-malu.


"Santai aja bro. Tapi gemana udah berhasil? Menggigit ya bro?”

__ADS_1


PLAK


Gantian Ethan memukul kepala temannya itu. “R-A-H-A-S-I-A.”


**


Ethan bisa bernapas lega, anggota D’Dragons pulang setelah pukul sebelas malam. Dia yang kelelahan langsung memasuki kamar.


Rasanya membahagiakan, sekarang tidak tidur sendiri tetapi ada Valerie yang menghangatkan ranjangnya. Wanita itu tampak pulas sembari memeluk boneka gajah pemberian Ethan di ulangtahunnya dulu.


“Hei, seharusnya yang kamu peluk itu aku bukan gajah ini sayang.” Ethan tertawa, melepaskan tangan Valerie dan melempar gajah itu ke atas meja belajar.


Menunggu selama satu minggu, Ethan bisa merasakan pernikahan yang sesungguhnya, sebelum tidur menatap wajah Valerie dan ketika bangun pagi hanya ada Valerie.


“Tidur yang nyenyak sayang.” Mencium bibir istrinya yang merah muda dan lembab.


Baru saja satu detik Ethan menutup mata, getar ponsel istrinya mengganggu. Benda itu bergetar berulang kali mengganggu Ethan, dia berniat memindahkannya ke tempat lain. Namun, diurungkan ketika melihat siapa pelaku yang menelepon tengah malam.


“Eberardo?” geram Ethan sambil melirik istrinya. Dia pikir Valerie sudah menghapus semua tentang mantan, tapi masih menyimpan nomor ponsel Eberardo.


“Mau apa lagi dia? Ah iya pria itu belum tahu kalau gue pemenangnya. Eberardo yang malang.” Sinis Ethan menerima sambungan telepon itu.


“Vale sayang, kamu lagi apa? Belum tidur?”


“Istri gue, jangan ganggu Valerie lagi bro. kita udah menikah. Cari perempuan lain! Bukan istri orang.”


Tidak mau banyak bicara Ethan segera mengakhiri sambungan telepon, malas mendengar suara Eberardo yang masih menggoda Valerie.


“Apa selama ini mereka tetap berhubungan? Kenapa? Valerie masih punya perasaan ke pria itu?” geram Ethan mengepalkan tinju termakan pikirannya sendiri.


TBC

__ADS_1


__ADS_2