Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 84 Terkecoh


__ADS_3

David setia menunggu mantan tunangannya di depan pintu toilet wanita. Pandangan sinis dan tanda tanya dari beberapa orang wanita tak dihiraukan.


Tujuannya hanya satu, bertemu dan konfirmasi secara langsung kepada Natasha, kenapa memaksa Papi Daniel mengakhiri pertunangan mereka.


“Lama banget, dia mandi atau kabur?” keluh David, sudah lebih dari 15 menit, gadis cantik nan menyebalkan tidak keluar.


David tersentak, menyadari gadis kecilnya keluar dari toilet, segera mencekal tangan Natasha. “Mau ke mana? Ikut gue! Gak bisa kabur.” Tegas David tanpa melihat wajah.


“Tolong … tolong, penculik, tolong. Pak tolong, laki-laki ini mau menculik saya.” Ucap suara wanita.


“Hah?” David menoleh, sebab bukan suara cempreng milik Natasha tetapi seorang wanita setengah baya. Menggunakan pakaian sangat mirip dengan Natasha.


“Eh, Bu. Maaf salah orang. Saya pikir adik saya. Maaf.” David melepas cengkeraman tangannya, malu bercampur kesal melesak masuk ke dalam dada.


Untung saja petugas yang datang menghampiri mengenalnya, kalau tidak, sudah pasti ia di bawa ke kantor petugas kemanan.


David pun tidak kembali bersama teman-temannya, ia memilih pergi dan mencari keberadaan Natasha. Kedua teman pria yang datang bersama Natasha pun lenyap tak berjejak.


“Ke mana sih mereka?” David melirik di sekitar jalanan, berusaha menemukan Natasha.

__ADS_1


**


Di sisi lain


Natasha sedang terbahak-bahak di dalam bioskop. Gadis ini terbilang cerdik mengelabui David.


Memiliki uang saku yang banyak, ia gunakan saja untuk membayar seorang ibu yang terlihat lesu menyandar pada dinding toilet.


Setelah diulik, wanita setengah baya itu memerlukan uang tunai untuk menebus obat anaknya.


Otak licik Natasha mendapat ide cemerlang, melepas pakaian luarnya dan memberikan wanita itu tugas untuk mengecoh David.


Natasha pun terengah-engah mendekati kedua temannya, bercerita singkat mengenai David yang terobsesi padanya. Hingga Alex dan rekannya percaya.


Sekarang mereka bertiga menonton film horor, hanya Natasha yang tertawa seolah menyaksikan adegan komedi.


“Nat? Lo gila atau kurang waras? Ini film serem, hey.” Alex sampai membekap mulut Natasha agar tidak berisik.


“Iya iya maaf. Bagi minum ya, haus nih.” Menyerobot gelas milik Alex.

__ADS_1


“Sakit jiwa Lo, Nat. Selesai nonton mau ke mana lagi? Makan ya, gue lapar, tadi gagal makan karena mantan terindah.” Alex mencibir.


“Berisik lo. Polusi suara tahu nggak?” Natasha meraup segenggam popcorn, menyumbat mulut Alex dengan makanan berbahan dasar biji jagung itu.


Alex melotot, sikap temannya ini memang tidak sesuai dengan jati dirinya seorang gadis cantik. Di mana setiap mata memandang pasti menyangka, jika Natasha lembut dan ramah.


“Kalau kaya gini gue menyerah. Buktinya usaha dia malas-malasan kaya gitu. Jangan mengharap pria yang lemah Nat!” Alex memberi saran cukup masuk akal.


Pasalnya Natasha memohon kepada Alex untuk membantunya. Natasha yang sudah memiliki perasaan terhadap David, tidak mau disakiti karena belum mengetahui bagaimana hati David terhadapnya.


Gadis berambut panjang itu ingin David lebih dulu jatuh cinta kepadanya. Meskipun Natasha masih meragukan David.


Perasaan nyaman selalu didapatkan, namun ia terlalu gengsi mengungkapnya. Natasha membangun pertahan diri, menjadi sosok menyebalkan adalah pilihannya.


Natasha berharap sekali David melirik dirinya sebagai Natasha, anak SMA yang ceria dan gemar mencari masalah. Bukan mengubah Natasha menjadi orang lain.


Namun, semua terjawab ketika David menemui Feli –mantan kekasihnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2