
“TUNGGU! Aku ikut.”
Sontak Valerie dan Ethan menoleh pada sumber suara. Tidak lain dia adalah, Natasha Rosaline Matthew, sepupu Valerie yang sangat menggilai Ethan sejak kecil, penggemar berat Ketua D’Dragons.
“Anak kecil itu ngapain lagi ke sini?” gumam Ethan sebal, karena momen romantisnya bersama Vale terganggu.
Natasha tertawa senang, merangkul idolanya karena bisa menghabiskan akhir pekan di pantai bersama.
“Kata Papi, kakak ada kegiatan touring. Aku ikut ya, semua baju udah aku bawa. Tenang aja, izin Papi udah aku terima.” Begitu percaya dirinya Tuan Putri ini.
“Hi Kak Vale, apa kabar? Umm … boleh pindah ke belakang?” Natasha membuka pintu penumpang, mengusir sepupunya.
“Ini gila, Gue mau pacaran sama Valerie kenapa harus ngasuh bocah?” kesalnya hati Ethan. Segera menghubungi seseorang. “Uncle Daniel harus tanggung jawab, rencana gue jangan gagal, argh..”
Ethan marah, karena teleponnya tidak tersambung. Pria itu lebih memilih berkencan dengan calon istrinya dibanding menemani Natasha bermain.
“Gue bukan Day Care. Kemana ini Uncle Daniel?” Ethan tidak bisa mengulur waktu lagi, sebab anggota D’Dragons yang lain mulai menghubungi karena mereka menunggu di titik kumpul.
Natasha peka, kalau Ethan tidak menyukai keberadaannya. Gadis kecil ini pun buka suara. “Benar kok, aku dapat izin dari Papi. Percuma kakak telepon. Papi pergi sama pacarnya.” Alasan Natasha, selalu sama.
Ethan terpaksa menghubungi Mom Fredella menanyakan kebenaran itu, dan mendapat sedikit bantuan untuk menitipkan Natasha di rumah Valerie. Namun gadis kecil yang sangat terobsesi kepadanya menolak, bahkan menangis histeris.
Mama Ayu serta pelayan keluar dari rumah, berusaha menenangkan Natasha. Semua gagal tidak ada yang berhasil satu orang pun.
“Umm ... Ethan, gak apa-apa nanti aku yang jaga Natasha, kamu pergi aja sama anggota yang lain di sana.” Celetuk Valerie menambah rusak rencana Ethan.
“Oh God, ini saudara sepupu kenapa menyebalkan.” Ethan teriak dalam hati.
“Tuh kan Kak Vale bilang apa. Ayo kak berangkat! Tapi aku maunya ditemani Kak Ethan.” Ketus Natasha berapi-api.
“Natasha mau ikut? Tapi Kak Ethan di sana sibuk sayang. Kamu tunggu di rumah ya sama Tante Ayu.” Mama Ayu turut membujuk putri sahabatnya ini.
__ADS_1
“Engga mau. Kalau aku gak ikut ya Kak Ethan juga jangan!” teriak Natasha melengking di telinga.
Ethan tahu sifat Natasha tidak mudah jinak selain bersamanya. Dia pun kehabisan cara menghadapi gadis kecil menyebalkan ini.
“Ok. Kamu boleh ikut tapi duduk di belakang!” tegas Ethan, seenaknya saja dia harus berjauhan dengan Valerie.
“Gak mau, aku harus di samping kakak. Aku ini calon istri kakak di masa depan tahu. Tunggu aku lulus sekolah tiga tahun lagi, bisa menikah sama kakak.” Sembur Natasha mendorong Valerie yang menghalangi jalannya, kemudian duduk manis di samping jok pengemudi.
Valerie bergeming, inilah yang dia tidak suka. Harus bersaing dengan sepupunya sendiri. Untuk itu dia sekuat tenaga menahan diri, agar tidak mencintai Ethan Adrian.
Pilihannya waktu itu pergi ke luar negeri meninggalkan sahabatnya. Menjalin kasih dengan Eberardo adalah langkah yang tepat, tapi semua tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Kamu boleh ikut, tapi duduk di belakang atau bagasi? Pilih mau yang mana? Kakak gak bisa turuti keinginan kamu ya, Natasha.” Ethan melebarkan matanya.
“Umm … iya deh aku duduk di belakang. Huh … aku benci Kak Vale, kakak ambil tempat aku.” Sengit Natasha menekuk wajahnya. Gadis ini sempat sakit setelah mengetahui sepupunya berpacaran dengan sang idola.
“Memang tempatnya Valerie di situ, dia pacar kakak sekarang. Kamu pakai sabuk pengaman dan jangan bawel. Atau kakak ikat di bagasi.” Ethan kehilangan kesabaran, hingga mengeluarkan ancaman mengerikan kepada Natasha.
“Kakak jahat! Semenjak Kak Vale pulang, jadi lupa sama aku.” Natasha terus saja menggerutu, dan ini terjadi cukup lama hingga dua jam. Bibir gadis itu tidak keriting dan tenggorokannya masih tetap lurus.
Anggota D’Dragons pun mengeluhkan keberadaan Natasha, dinilai menghambat pergerakan Ethan. Banyak sekali permintaannya, merubah kamar tepat di samping Ethan, ini merugikan David, membuang waktu dan tenaga secara percuma.
Sebelum memasuki kawasan pantai selatan, rombongan D’Dragons istirahat di salah rest area. Pemandangannya sangat unik, laut berdampingan dengan jingganya langit memanjakan mata. Mereka makan bersama di salah stau restoran yang telah di pesan untuk sore hari, khusus gangster ibu kota.
“Sayang panas ya? Mau es jeruk gak?” tanya Ethan melihat keringat mengucur dari kening Valerie.
“Engga. Air kelapa juga cukup. Kamu jangan minum es terus Ethan, kalau radang gemana? Cuacanya ekstrem banget. Apalagi kamu makan sambalnya banyak begitu.” Kata Valerie sembari mengikat rambut panjang, hingga ceruk leher menggoda itu pun melambai kepada Ethan.
“S-sayang, aku es jeruk aja.” Gugup Ethan menelan ludah susah payah. “Vale kamu manis banget sayang.” Etha menatap leher berkeringat itu tanpa berkedip.
“Aku mau es jeruk kak.” Suara bising Natasha membuyarkan fokus Ethan.
__ADS_1
“Minta sama Kak David! Sama aja.” Tukas Ethan, satu tangannya mencubit pipi Valerie.
“Sakit Ethan, aku lagi makan. Kamu iseng banget sih.” Tanggapan Valerie ini membuat Natasha iri, pasalnya Ethan tidak pernah sekalipun jahil kepadanya.
“Aku maunya es jeruk punya Kak Ethan.” Terbakar cemburu, Natasha mengambil gelas dari hadapan Ethan meneguk habis minuman tersebut.
“Tuh kan, cuek banget sih. Gara-gara Kak Vale. Kenapa dia harus putus dari Kak Eberardo? Ah menyebalkan.” Natasha tidak menyukai hubungan Ethan.
“Heh anak kecil, laki-laki masih banyak. Tahu gak? Aku juga jomblo, Josh, Erlangga dan Indra. Kenapa harus Ethan? Ketua udah punya calon istri. Jangan di rusak bisa bahaya.” Imbuh David tidak menyukai Natasha sejak dulu.
“Yup, benar. Kalau mood-nya rusak imbasnya kita semua kena, paham kan adik kecil yang manis tapi genit?” tukas Josh, gemas sekali melihat Natasha.
“Gak mau, kakak semua gak setampan Kak Ethan, aku gak suka.” Balas Natasha tak kenal takut.
“Dih, ini bocah. Heh asal lo tahu aja ya, pacar gue banyak. Perempuan satu kampus bilang gue tampan, mereka rebutan dan antri cuma untuk makan siang doang sama gue. Seenaknya aja itu mulut.” Kesal Josh, rasanya ingin menjitak kepala Natasha.
“Nah denger sendiri kan, Josh ini laki-laki paling romantis di Universitas Internasional. Mending kamu sama Josh aja, mumpung dia lagi baik hati buka lowongan pacar.” David membantu temanya yang tertarik kepada sepupu Valerie.
“Ya udah kalau kaya gitu Kak David aja yang jadi pacarnya Kak Josh, beres kan?” jawaban tak terduga keluar dari bibir pedas Natasha. Kemudian melenggang pergi menyusul Ethan dan Valerie.
“Gak waras itu bocah.” Ucap Josh, tanpa sadar tangannya merangkul bahu David.
“Iya bro. Heh ngapain lo peluk gue? Biar kata jomblo tapi gue masih normal.” Sengit David segera pergi menjauhi Josh.
Selesai mengisi perut, D’Dragons melanjutkan perjalanan. Mereka harus tiba di penginapan sebelum pukul sembilan malam.
TBC
***
Natasha ganggu banget 😭😭😭
__ADS_1