Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 81 Sikap Mengerikan


__ADS_3

Ekhem


“Sorry terlambat, gue nggak ganggu kalian kan?” sarkas David, menghunuskan tatapan setajam pedang kepada Natasha. Jengah akan sikapnya yang terlalu kekanakan.


“Siapa lo?” tanya Alex yang tentu saja merasa terganggu, kehadiran pria di hadapannya ini menggagalkan rencananya mendekati Natasha. Susah payah membuat pesta ulang tahun di Puncak, kini satu tamu tidak diundang mendadak muncul.


Merasa dirinya berhak atas Natasha, David memisahkan sepasang teman tapi mesra. Menyelipkan tangan diantara bahu tunangannya dan Alex.


“Nenek bilang berbahaya kalau berduaan kaya gini. Kenalin, gue David, calon suami Natasha.” David mengangkat dagu, bersikap angkuh itu perlu pada situasi dan kondisi tertentu. Apalagi mempertahankan teritori, serta gadisnya yang terlampau liar.


Alex mengernyit, memindai penampilan David, kemudian terbahak mendengar kalimat menyesakkan dada “Haha … Natasha mana mungkin mau sama om-om kaya gini. Iya kan Nat?” Alex menepuk bahu temannya.


“Lo bilang calon suaminya? Kalau gitu sama, gue juga calon suami Natasha. Semua lelaki sama calonnya, kecuali janur kuning resmi melengkung. Catat ya bro!” Alex menantang David, tidak memedulikan tatapan memburunya.


Bahkan Alex membawa Natasha masuk ke dalam villa, karena teman-teman yang lain menunggu di dalam.


“Ayo Nat.” Ajak Alex, menautkan jemarinya.

__ADS_1


Natasha mengangguk, lebih nyaman bersama temannya ini daripada David yang selalu melempar kata-kata sepedas sambal. “Ayo.”


Kesal diabaikan, David menarik tangan tunangannya, aksi tarik menarik pun terjadi. Dua pria yang memperebutkan satu wanita. Mereka tidak mengalah atau memikirkan nasib Natasha.


“Dia tunangan gue, lo nggak berhak apapun, bocah ingusan.” Bentak David mengerahkan seluruh tenaganya demi mendapatkan Natasha ke pelukannya.


“Baru tunangan aja bangga lo. Gue lebih kenal Natasha sejak SMP, paham?” balas Alex kesulitan mengimbangi David.


Akhirnya perseteruan dimenangkan David, tubuh atletisnya memang tidak bisa dibohongi, giat melatih otot di pusat kebugaran sangat berguna.


“Awww, sakit.” Pekik Natasha terbentur otot dada tunangannya yang menonjol.


Dalam mobil, pasangan itu tidak banyak bicara. Bungkam seribu bahasa, ketika mobil terhenti karena macet, David sibuk dengan ponsel sembari tersenyum. Natasha mencebikan bibir tanda tidak suka.


Gadis ini yakin, David bukanlah pria baik seperti penilaian Papi Daniel dan Ethan. Pasti menyembunyikan sesuatu di ponselnya.


Demi membalas David, Natasha melakukan panggilan video dengan Alex, beberapa kali mengucap kata maaf sebab tidak mengikuti acaranya.

__ADS_1


Tapi Natasha memberi penawaran, setelah tiba di Jakarta lebih tepatnya sepulang sekolah, ia akan membuat kado kecil untuk Alex.


Tentu saja layaknya menyiram bensin pada api yang berkobar, David gelap mata, melajukan kendaraan sangat cepat. Sangat tidak masuk akal bagi pasangan yang tidak saling mencintai itu.


“Ish, pelan-pelan dong, kalau mau mati ya sendirian aja, Aku masih muda.” Hardik Natasha tanpa menyaring kalimatnya.


Sontak David melotot, “Lo keterlaluan ya. Baru tunangan aja berani selingkuh. Benar-benar bukan tipe istri idaman.” Sengit David tidak peduli gadisnya menjerit ketakutan.


“Kaka kerasukan apa? Hati-hati bisa kan? Aku lapor Ayah atau Bunda dan Papi, mereka harus tahu sifat kakak kaya gini. Aku benci Kak David.” Teriak Natasha.


Terlanjur terbakar amarah, David tetap melaju sesuai tujuan, mengantar Natasha pulang ke kediaman Matthew.


Tiba di depan pagar tinggi, David menoleh ke samping, mendapati tunangannya tertidur pulas. Seketika rasa bersalah mengganggunya, ia tidak menyangka berbuat hal mengerikan.


“Maaf Nat. Gue juga bingung, gue nggak suka lihat lo dekat cowok lain. Mungkin ini karena terlalu lama menjomblo.” David menampik perasaan yang baru saja tumbuh.


TBC

__ADS_1


***


eh begimana kamu David 🤣


__ADS_2