
Empat tahun kemudian.
Hamparan bunga berwarna warni memenuhi ballroom salah satu hotel. Selain itu banyak karangan bunga yang di kirim dari kerabat dekat ataupun jauh, semua menyatakan selamat atas pernikahan David dan Natasha Matthew.
Akhirnya setelah menunggu dan bersabar menahan gejolak selama empat tahun. David resmi menjadi suami, dari remaja bawel hobi marah, menjelma menjadi wanita cantik yang dikejar para pria di kampus. Namun pemiliknya hanya David seorang.
Pria mapan, matang dan tampan rupawan itu selalu mengantar serta menjemput Natasha dari kampus. Tak pernah sekalipun David mengabaikan calon istrinya, kecuali sedang di luar kota, maka utusannya lah yang menemani Natasha.
“Wah akhirnya. Selamat ya sob, nanti malam bisa merasakan indahnya dunia.” Seloroh Josh paling heboh diantara yang lain.
“Makasih bro. Selamat juga ya atas kelahiran anak keempatnya. Titip salam untuk Becca, bibit premium lo berguna juga ternyata.” Gelak tawa pun muncul di pelaminan.
Josh ditemani buah hatinya menghadiri pesta, ia tidak bisa berlama-lama, sebab Becca jauh lebih membutuhkan. Setelah melahirkan bayi kembar tiga, Rebecca kebingungan harus menjaga keempat anaknya sekaligus.
“Sama-sama sob. Di mana Ethan?” Josh dan David menajamkan penglihatan, mencari ketua mereka yang menjadi sponsor utama dalam pesta.
Valerie menyumbang gedung dan dekorasi, Ethan memberikan jasa foto dan video gratis, sepasang suami istri yang kini sibuk dengan kegiatan bisnis masing-masing.
Ethan tidak mengikuti jejak Josh menambah pasukan di rumah, baginya sudah cukup memiliki Dhara dan Mora, dua putri cantik yang siap memperebutkannya sepulang kerja.
__ADS_1
“Itu dia.” Tunjuk David ke panggung kecil di sudut ruangan. Ethan siap menekan setiap tuts piano, serta Valerie yang menyumbangkan suara pas-pasan demi menghibur para tamu.
Kebahagiaan semakin bertambah karena Ayah dan Bunda David memutuskan untuk rujuk di usia senja, demi anak serta menantu.
**
Dua jam setelah resepsi selesai, David mengatur napas yang terasa sesak karena hampir satu jam lebih Natasha berada di kamar mandi. Entah apa yang dilakukan perempuan itu, bisa tidur atau pingsan.
David pun tidak berani mengetuk pintu, degup jantungnya terlalu berlebihan menanggapi situasi malam pertama.
Namun tanpa di duga kulit mulus lembut dan hangat merayap di pinggang kekarnya. Lalu hal mendebarkan pun terjadi, sesuatu yang pertama kali dirasakan David.
“Nat?” panggil David.
“Ya? Mau sekarang? Aku siap. Tapi jangan lupa pakai kontrasepsi ya, aku belum siap hamil.” Celetuk Natasha, membuat gairah David yang sudah menuju puncak mendadak turun.
“Kenapa?’
“Aku masih kuliah. Aku mau menikmati waktu berdua sama kakak.” Jawab istri cantiknya, tanpa basa basi mendorong David hingga terhempas ke atas ranjang.
__ADS_1
David yang tidak menerima, membalik keadaan, mengunci raga mungil di bawahnya, mengecap setiap jengkal yang digapai, melesat terbang menuju puncak demi memuluskan malam pertamanya.
Punggung kekarnya pun harus merasakan sakit akibat kuku Natasha menancap keras. Ia bahkan menghentak berulang kali tanpa kenal lelah, mengabaikan satu bungkus benda yang tersimpan di sisi ranjang.
David ingin segera menyusul teman-temannya memiliki buah hati, biarlah itu menjadi urusan belakangan yang penting sekarang, menabur benih untuk pertama kali ditempat seharusnya.
Malam panas itu pun tidak berlangsung lama, sebelum dini hari Natasha tergolek lemah tidak sanggup mengimbangi permainan David yang tak kenal lelah.
“Belagu banget tadi nyerang aku duluan. Tapi .. terima kasih ya sayang. Aku mencintaimu Natasha.”
-Tamat-
****
Terima kasih setia sampai akhir
Pokoknya terima kasih banyak 😘
Mohon maaf jika alur dan penokohan tidak sesuai harapan.
__ADS_1
🙏