Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 85 Ternyata


__ADS_3

Satu minggu berlalu, kegiatan David tetap sama. Mengintai, membuntuti Natasha, berusaha bertemu dengan gadis itu. Namun usahanya berakhir sia-sia.


Puluhan pesan dari mantan pacar bayarannya pun diabaikan. David tidak berselera bertemu Feli. Hari-hari yang dilaluinya terbilang membosankan. Tidak ada dering telepon dengan suara cempreng khas Natasha.


“Argh … Ethan lagi bulan madu, Josh sibuk, Becca mual dan muntah terus. Jalan sama Feli, malas banget, belakangan ini hidup gue membosankan, flat.” Gerutu David membenamkan wajah pada bantal.


“Kenapa gue harus kangen sama bocah itu? Tujuan gue ketemu Feli, untuk membuat dia cemburu, tapi akhirnya gue ketiban sial.” David menjadi fans dadakan seorang Natasha Matthew.


Pria ini membuat akun palsu, demi mengikuti setiap aktifitas gadisnya melalui sosial media. Tanpa sadar David tertawa melihat beberapa postingan Natasha, ibu jarinya membelai pipi manis nan merona Natasha.


“Argh … cukup Vid. Perempuan masih banyak bukan Cuma bocah bawel ini aja.” Ketus David mengakhiri kegiatannya.


Dilanda kejenuhan luar biasa, David memutuskan mengunjungi rumah Ethan, bermain bersama Dhara dan Mora. Baru saja kakinya memasuki kediaman luas bernuansa Eropa modern.


Merdunya tawa seseorang yang tidak asing mendebarkan jiwa. Diiringi celotehan batita serta suara wanita paruh baya.


Seketika hati David berbunga-bunga, lantaran gadis yang dirindukannya tengah bercanda bersama dua anak kembar Ethan.


Natasha, tampak cantik dengan rambut terurai serta dress rumahan berwarna dusty pink. “Pesonanya luar biasa.” Gumam David.

__ADS_1


“Mengintip anak gadis orang dapat dikenai pasal tertentu dan dijatuhi hukuman.” Tangan kokoh bergurat otot kekar menepuk bahu David.


“Eh Om.” David terkejut sebab Daddy Dariel menangkap basah dirinya yang mengamati Natasha.


Daddy Dariel merangkul David, lebih tepatnya mencekik pria itu, melingkarkan lengan menutupi leher. Hingga David kesulitan bernapas.


“Laki-laki itu harus berani. Kalau cinta ya bilang cinta. Kalau sayang ya bilang sayang. Kalau belum cinta ya berusaha untuk mencintai, mudah kan?” ujar Daddy Dariel, lalu mendorong David sampai tersungkur tepat di depan Natasha.


“Nat, tunangan kamu datang. Katanya kangen. Kalau bertengkar jangan lama-lama, ingat siapapun bisa masuk dan merusak hubungan. Benar kan sayang?” Daddy Dariel mengerling sebelah mata kepada istrinya.


Sontak David dan Natasha diserang kegugupan. Keduanya cukup lama terdiam tanpa kata. Pada akhirnya Natasha memutuskan menggendong Dhara dan Mora, menuju taman belakang rumah.


“Om, tunggu om. Kenapa tadi bilang kalau aku tunangannya Natasha?” David mengganggu singa yang sedang bergairah.


“Iya kalian masih tunangan. Ini hanya manipulasi para orangtua, supaya kalian bisa berpikir jernih dan dewasa dalam mengambil keputusan. Sudah ya, jangan ganggu!” mendorong David agar menjauh.


Mendapat jawaban melegakan sekaligus membahagiakan. David bersorak, entahlah hatinya sangat senang mengetahui bahwa ia dan Natasha masih memiliki keterikatan.


“Lo nggak akan bisa kabur lagi Nat.” seringai David.

__ADS_1


Dia setia mengamati gerak-gerik Natasha yang menggemaskan, “Memang cocok jadi ibu. Bilang apa sih gue? Otak gue mulai sakit kayanya.”


Setelah Dhara dan Mora di bawa pengasuh untuk tidur siang. David menghampiri Natasha. “Hi … lama nggak ketemu.”


“Hu’um.” Singkat Natasha selalu menguji kesabaran David.


“Apa kabar?” tanya David terkesan kaku.


“Kelihatannya gemana?” sungguh bukan jawaban yang sesuai harapan.


“Sehat. Nanti pulangnya gue antar ya. Jangan naik taksi.” Ujar David meluncurkan strategi.


“Terima kasih. Tapi aku menginap di sini.” Ketus Natasha curi-curi kesempatan melirik David.


Pasangan ini pun terdiam, masing-masing tidak mengeluarkan suara apapun. David kebingungan, semua usahanya buntu.


Sementara Natasha menanti permohonan maaf dari bibir David.


TBC

__ADS_1


__ADS_2