
Hari-hari berlalu, kisah kasih sepasang sahabat itu semakin dekat tak terpisahkan.
Ethan mulai kembali pulang ke rumahnya satu minggu yang lalu semua karena bujuk rayu Valerie. Dan yah tujuan utama Valerie menyatukan kembali Ayah dan anak itu berhasil.
Ethan sangat serius, dalam waktu satu tahun harus lulus. Mulai sibuk membaca banyak buku, demi menemukan judul yang pas untuk skripsinya. Tentu saja ditemani Valerie.
Mahasiswi FISIP ini menyusup ke dalam perpustakaan Fakultas Ekonomi. Ikut membantu kekasihnya, ya setidaknya Valerie mengerti sedikit bisnis walaupun kuliah mereka berbeda. Tapi kehidupannya seputar laba-rugi, return, investment dan kawan-kawannya.
“Sebentar lagi ya sayang, maaf lama.” Bisik Ethan tetapi pandangannya tertuju pada buku yang sedang dibaca.
“No problem Ethan. Aku juga suka di sini banyak buku yang aku baru lihat.” Tawa Valerie yang hari ini terlihat begitu manis karena merias sedikit wajahnya.
Ada yang aneh dari gadisnya itu, ya Valerie berubah, menjadi lebih feminim dan menggunakan perona bibir.
Terserahlah, menurut Ethan mungkin memang sikap perempuan seperti itu, baginya Valerie selalu menarik sekalipun belum mandi.
KRUK
Suara nyaring dari perut kekasihnya menggagalkan fokus Ethan. Dia tidak sadar telah menghabiskan waktu dua jam lebih bersama buku ini. Kalau dulu membenci perpustakaan, sekarang menjadi tempat wajib yang dikunjungi setiap hari.
“Pacar aku kelaparan. Sekarang kita ke kantin sayang, aku mau berbagi sesuatu. Teman-teman kelas kamu juga boleh ikut kita makan siang.” Kata Ethan. Bermaksud merayakan tepat satu bulan hubungannya bersama Valerie.
Berlebihan ya? sekali lagi namanya juga cinta. Dari abnormal bisa jadi normal.
“Hah? Untuk apa?” tanya Valerie kebingungan. Kalau lapar memang sulit untuk berpikir padahal sangat mudah.
“Aku mau traktir mereka semua, sebagai perayaan satu bulan kita pacaran sayang.” Ethan mengulum senyum, harapannya Valerie tersentuh tapi tidak sama sekali. Gadis itu melotot tajam dan bertolak pinggang.
“Ya ampun Ethan? Kamu aneh banget, mending uangnya kamu tabung aja. Teman sekelas aku banyak ada 25 orang, gila kamu ya.” Tutur Valerie menolak rencana aneh kekasihnya.
“Tenang sayang, aku masih sanggup mentraktir satu angkatan. Ya berbagi kebahagiaan aja. Ayo, David menunggu di kantin.” Ethan menautkan jemari tangannya.
Sepasang kekasih ini tiba di kantin, dan betapa terkejutnya Valerie, karena disambut musik romantis.
Anggota D’Dragons menyambut di depan pintu masuk. Ya satu kampus kembali geger, sang ketua yang dikenal dingin seperti antartika berubah menjadi hangat, menyenangkan dan penuh cinta.
Gangster ini pun semakin disegani, bukan karena aksi kejamnya tetapi dalam satu bulan banyak prestasi yang ditorehkan.
__ADS_1
Membantu Universitas Internasional menyalurkan donasi ke sejumlah daerah yang membutuhkan bantuan.
“Ethan aku malu dilihat semua orang, ish kamu lebay banget.” Gerutu Valerie, menutupi wajah cantiknya dengan kedua tangan.
“Gak apa-apa dong sayang. Bila perlu satu dunia tahu kalau aku sayangnya sama kamu.” Ethan tertawa lepas.
“Ya ampun Si Ethan belum minum obat kayanya. Aku kenapa terjebak gini sih, kalau semua tujuannya udah berhasil kan jadi engga enak mau putus. Huh.” Keluh Valerie dalam hati.
Gadis bermata hazel ini masih tetap menyangkal dan menolak untuk mencintai sahabatnya sendiri. Semua Valerie lakukan semata-mata demi merubah Ethan menjadi lebih baik.
“Gombal kamu Ethan.” Valerie mencoba tersenyum.
“Bukan gombal dong. Isi hati aku memang begitu sayang. Ayo makan, aku gak mau pacar aku kurus. Nanti sore kita harus berangkat, kamu jadi ikut touring kan?” hidup Ethan sangat sempurna dengan hadirnya Valerie.
Gadis ini mampu merubah hari kelabu menjadi berwarna warni. Ethan masih setia menanti sesuatu yang keluar dari bibir kekasihnya itu, sebuah ungkapan isi hati.
Ketua Gangster ini sangat yakin Valerie mulai memiliki perasaan yang sama dengannya.
.
.
“Valerie, ini Tante sengaja bikin kue coklat untuk kamu. Bawa ya untuk bekal, Ethan juga bantu Tante loh.” Ujar Mama Ayu sangat menyayangi kekasih putranya. Gadis cantik bermata hazel, mampu merubah Ethan perlahan lahan dengan ketulusan hati.
Ethan turun menuju taman di belakang rumah, penampilannya sederhana tapi menyihir mata Valerie.
“Mama bilang apa? Itu kan ide Mama bukan aku.” Menolak pernyataan Mama Ayu, dia malu kalau ketahuan sedang belajar membuat kue.
Sama seperti Valerie, Ethan pun terpesona akan kecantikan gadisnya. Hati Ethan sangat senang sebab Valerie bersedia memakai jaket yang sengaja dia beli tadi siang.
“Mah, Ethan sama calon istri berangkat dulu ya. Nanti aku bawa oleh-oleh untuk Mama.” Tukas Ethan mengulurkan tangan kepada kekasihnya.
“Iya iya, kalian hati-hati. Ingat ya Ethan pesan Daddy dan Mama. Jaga kepercayaan kami.” Mama Ayu mengacungkan satu jari sebagai peringatan.
__ADS_1
“Oke ma, siap, tenang aja. Ethan selalu menjaga Vale sampai waktunya datang.” Seloroh Ethan segera membawa Valerie menuju mobilnya.
Touring D’Dragons memiliki tujuan tertentu, maka dari itu seluruh anggotanya menggunakan kendaraan roda empat.
Valerie menatap pacarnya, penasaran pesan apa yang disampaikan kedua orangtua Ethan.
“Ethan? Maksudnya? Aku gak paham apa yang kamu bialng ke Tante Ayu.” Valerie mengerutkan kening, mengguncang sedikit tubuh lelaki di sampingnya.
“Oh itu. Daddy dan Mama khawatir kalau aku bikin cucu untuk mereka sebelum kita menikah.” Jawab Ethan santai tidak melihat perubahan ekspresi di wajah Vale-nya.
“What?” Valerie mendekatkan diri hingga kepalanya menubruk hidung mancung Ethan.
“Sayang kamu agresif banget sih, gak sabar cepat nikah sama kamu.” Gumam Ethan menahan sakit di ujung indra penciumannya.
“Pardon me?” Valerie semakin tidak mengerti apa yang Ethan katakan, suaranya juga tidak terdengar jelas.
“Lupakan sayang, bukan hal penting! Oh iya baju kamu semuanya sudah di dalam ya? Besok bantu aku ketemu sama kepala desa di sana. Gak masalah ya sayang, kalau kemampuan kamu aku manfaatkan?” Ethan tertawa renyah karena memiliki kekasih yang cerdas seperti Valerie. Mmmbuat D’Dragon semakin dikenal luas karena sikap dermawan dan murah hati.
“Bayaran aku mahal ya Ethan.” Angkuh Valerie, hendak masuk ke dalam mobil, namun Ethan menahan tangannya. Memenjarakan gadisnya di badan mobil, hingga sulit bergerak.
“Mau dibayar dengan apa? Gak mungkin uang kan sayang? Uang kamu jauh lebih banyak dari aku. Cinta? Semua cinta aku, milik kamu. Atau ini …” Ethan memagut bibir kekasihnya tepat di halaman rumah.
Merasakan untuk ketiga kalinya bibir manis dan kenyal milik kekasih hati. Valerie yang diam saja karena terkejut, menambah rasa menggemaskan seorang Ethan, tautan itu berubah sedikit liar dan berg41r@-h.
Merasakan gadisnya berhenti bernapas, Ethan segera melepas kenikmatan sesaat. Tersenyum sembari menghapus jejak basah di bibir merah muda Valerie. “Ayo kita berangkat.” Ajak Ethan.
“K-kenapa sih aku gak bisa melawan? Pukul atau tendang Ethan gitu?” tanya Valerie dalam hati.
Ketika Valerie sudah duduk manis di dalam mobil, suara cempreng seseorang menunda keberangkatan mereka.
“TUNGGU! Aku ikut.”
TBC
***
siapa lagi ini yang ganggu? 💔
__ADS_1
jempolnya ditunggu
subscribenya, vote dan gift apalagi. terimakasih 🙏