Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 50 Tetap Tenang


__ADS_3

Di kelas, Valerie lebih banyak melamun, kurang fokus menerima mata kuliah. Tidak biasanya Ethan menghilang. Sebagai seorang istri apalagi pasangan muda, belum berpengalaman apapun. Valerie ketakutan hal buruk menimpa suaminya.


“Apa aku tanya Mama Ayu aja ya.” gumam Valerie mengirim pesan kepada ibu mertua.


Hari semakin siang Ethan seolah ditelan bumi. Rasanya tidak mungkin kalau pria itu kabur dan mengkhianati pernikahan yang baru saja dimulai.


Hati Valerie dilanda penasaran, lantaran balasan ibu mertua sama sekali tidak mengetahui dimana Ethan. “Apa ada iklan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat ya? makanya dia sibuk.” Valerie menerka-nerka. Dunia hampa tanpa kehadiran Ethan.


Jarum di jam terus bergerak maju, Valerie yang telah selesai kuliah mendapat pesan singkat dari Mom Fredella.


“Sayang Mommy di rumah sakit. Natasha demam dari semalam, Uncle Daniel di pengadilan ada sidang putusan hari ini. Kamu temani Mommy ya.”


Tidak lagi berpikir dua kali, perempuan cantik bermata hazel ini meluncur ke GB hospital. Rasa sayangnya terhadap Natasha sama besarnya seperti Theo, bagaimanapun mereka bersaudara.


**


GB Hospital


“Mom gemana keadaan Natasha? Penyakitnya kambuh lagi?” tanya Valerie melirik ranjang besar pasien.


“Ssst suara kamu keras banget. Demamnya turun. Kata perawat tadi malam badannya kejang, kasihan sepupu kamu.” Mommy Fredella membelai kepala Natasha yang berkeringat.


Merasa tidurnya terusik, Natasha membuka mata. Dia tersenyum lemah kepada Valerie dan Mom Fredella.


“Kak makasih ya.” Lirih Natasha.


“Sama-sama, kamu berdua sama Nathan? Siapa yang bawa mobil semalam?” tanya Valerie tak bermaksud menyelidiki. Dia memang peduli semua saudaranya.


Natasha tersenyum sembari mengingat betapa paniknya Ethan sampai mendobrak pintu rumah, pria itu langsung menggendong Natasha ke mobil. Dalam perjalanan pun tangan Ethan selalu memeriksa suhu tubuh gadis kecil ini.


Tapi sekarang senyum itu sirna, berganti rasa sedih. Sebesar apapun rasa sayangnya, keinginan untuk memiliki Ethan tidak akan pernah tercapai. Pada akhirnya dia menyadari bahwa di sini yang harus mengalah adalah Natasha bukan Valerie.


Natasha tidak mau bernasib buruk karena merebut suami sepupunya, darah jauh lebih penting dibanding air. Gadis kecil ini selamanya akan menyayangi Ethan, bukan sebagai wanita kepada lelaki tapi seorang adik yang tulus apa adanya.


“Oh itu . Kak Ethan datang. Nathan kebingungan harus minta tolong siapa. Satu-satunya yang dia ingat hanya Kak Ethan. Makasih ya kak, seandainya engga ada Kak Ethan mungkin aku …” Natasha tidak menyelesaikan kalimatnya.


Dia meneteskan air mata, takut pergi lebih dulu meninggalkan Papi Daniel dan adik tersayang.

__ADS_1


“Hah Ethan? Dia engga bilang sama aku. K-kenapa?” Valerie mencelos, rupanya pria yang berhasil membuat hatinya bertekuk lutut itu menghilang karena membantu adik sepupu.


Senyum hangat terukir di bibir merah delima Valerie. Saat ini bukan waktunya berdebat atau saling menyalahkan. “Gak apa Vale, tujuan Ethan sekedar membantu aja. Jangan berlebihan. Kamu bukan anak kecil.” Batin Valerie mencoba mendewasakan diri.


Mengesampingkan kegundahan hati, istri Ethan Adrian itu tetap ramah dan bercengkrama bersama sepupunya. Sama sekali tak nampak kekesalan di wajah cantik Valerie.


Dua jam lagi waktu pulang kantor, Valerie memutuskan ke kantor Ethan. Dia harus tahu kebenaran yang dikatakan Natasha, lalu ke mana Ethan sampai sore hari tidak memberi satu pun pesan chat.


“Sibuk banget ya?” geram Valerie mengendarai mobilnya.


**


Running Creative Media


Sepatu kets Valerie membawa kedua kakinya melangkah cepat, melewati pintu kaca dan beberapa jajaran studio. Bahkan di lobi ini banyak artis cantik dan tampan yang sedang naik daun, serta selebgram.


Semua mengantre syuting iklan produk atau sekedar pemotretan menjadi ambassador dari produk tertentu.


Mata hazel Valerie menatap tajam suaminya yang sedang berjalan diikuti asisten pribadi serta kru yang bertugas.


“Ah iya aku lupa dia kan masih magang statusnya. Asistennya Daddy Bobby.” Ketus Valerie.


Sontak bola mata cantik ini terbuka lebar, saat artis muda mencium pipi kanan dan kiri Ethan. “Ck gatal, genit. Parah banget sih. Perempuan gak tahu diri.” Bibir cantiknya mengumpat dan kaki terus bergerak memasuki studio.


‘Sore Nona Muda Bradley. Apa kabar?’ sapa salah satu pegawai. Tentu saja pegawai di perusahaan iklan ini mengenal siapa itu Valerie Wylie Bradley.


Valerie bersama saudara kembarnya –Theodore, akan mewarisi kerajaan bisnis perhotelan milik keluarga Bradley yang tersebar di lima benua. Dapat dipastikan pundi-pundi mereka bertambah gendut setelah menduduki jabatan masing-masing.


“Sayang?” Ethan menoleh, wajah lelah serta pusing kepala, hilang. Berganti bahagia.


“Kamu ke sini?” tanya Ethan menghampiri Valerie, bahkan tidak sungkan melabuhkan bibir di depan umum. Mereka yang melihat hanya menganga sebab putra Bosnya nekad mencium Tuan Putri Dariel Bradley.


“Kenapa? Engga suka ya. Suami aku pasti capek butuh semangat makanya aku ke sini.” Ucap Valerie sengaja penuh penekanan, sembari melirik tajam kepada artis yang baru saja mencium pipi Ethan.


‘Suami’


‘Kapan mereka menikah?’

__ADS_1


‘Berita booming ini’


Bisik-bisik semua orang.


“Oh iya, pernikahan kami dipercepat dari jadwal. Tolong lain waktu langsung antar Valerie ke ruangan saya.” Perintah Ethan kepada seluruh karyawan.


Ethan merangkul pinggul istrinya, membawa Valerie untuk mengikuti proses syuting iklan.


Valerie duduk tepat di samping suami mengamati muka lelah Ethan, belum lagi laptop di depannya menunjukkan sederet jadwal iklan yang harus diselesaikan sesuai jadwal.


“Kamu rajin banget Ethan.” Gumam Valerie merasa kasihan kepada suaminya ini.


“Hah? Iya dong harus. Target aku satu atau dua tahun lagi bisa kasih apapun yang kamu mau. Cita-cita aku, punya rumah sendiri sebelum anak kita lahir sayang.” Ethan mengusak rambut rapi sang istri.


“Ya anggap aja dikejar waktu. Masih ada satu setengah tahun lagi. Aku mau kamu lulus kuliah dulu sayang.” Ethan kembali menyatukan bibirnya dengan milik Valerie.


Selesai mengawasi proses iklan yang sangat melelahkan. Valerie masih bungkam tidak membahas masalah Natasha. “Waktunya engga pas. Di apartemen aja deh.” Kata hati Valerie.


Sekarang kedua tangan Ethan masih sibuk di atas laptop memeriksa iklan yang telah rampung. Kehadiran Valerie menambah semangat bagi Ethan.


“Sebentar ya sayang sepuluh menit lagi.” Tukas Ethan, yakin istrinya ini jenuh karena sudah 30 menit duduk di atas pahanya.


“Engga masalah, santai aja.” Suara lembut Valerie menjadi candu bagi Ethan. Kalau boleh ingin selalu dekat seperti ini di manapun.


CUP


Kecupan mendarat di pipi kanan Ethan Adrian. “Tadi aku lihat kamu dicium perempuan lain. Aku engga suka, nanti sampai apartemen harus cuci muka pakai antiseptik bila perlu kamu berendam. Mana tahu ada kuman nempel.” Valerie mengusap pipi Ethan.


HAHAHA


Tawa Ethan menggema dalam ruangan, hatinya berbunga-bunga. Valerie cemburu.


TBC


***


Maaf ya kemaleman 🙏

__ADS_1


__ADS_2