Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 75 Dari Salah Paham


__ADS_3

Dua sejoli saling membenci, bernasib serupa dan saling membutuhkan ini beradu pandang. Melihat sosok pria bertubuh tinggi keluar dari mobil sport hitam, berhenti melintang di depan.


Pria itu melepas kacamata hitam, melonggarkan dasi serta membuka satu kancing yang terasa mencekik leher.


Natasha dan David menelan ludah, melarikan dirinya gagal total sebab pawang utama, bos besar dan penguasanya sudah datang.


“Pap-pi … aduh gawat, kenapa Papi bisa ke sini? Kak tolong aku.” Natasha beringsut, menarik lengan David dan menyembunyikan wajah di balik otot bisep.


David melotot sekaligus menganga, berusaha menepis dan melepaskan tangan kecil berbahaya dari lengannya. “Eh lepas dasar kucing liar lo. Tuh Papi lo datang, pulang sana! Gue udah banyak masalah jangan ditambah lagi.”


Tok … tok


Kaca mobil diketuk berulang kali, Papi Daniel meminta keduanya turun, ya paling tidak menunjukkan sedikit rasa hormat.


Tangan David mengarah ke tombol bergambar kaca terbuka, hendak menekannya, agar Papi Daniel bisa melihat ke dalam, lalu membebaskannya dari jerat gadis kecil menyebalkan.


“Jangan Kak, jangan. Aku gak mau menikah muda. Kakak!” Natasha meronta, menggapai tangan David, menghentikannya. Namun, ikon kaca tersebut terlanjut ditekan, bahkan Papi Daniel membelalakkan mata, menatap putri sulungnya di samping pria muda.


“Anak muda, kalian kenapa bersembunyi. Natasha? Harusnya kamu jujur sama Papi, kalian pacaran kan?” Papi Daniel menepuk bahu David sangat keras.


Bibir David gemas ingin memberi klarifikasi bahwa pernyataan itu tidaklah benar. Dia hanya membantu Natasha tidak lebih, bahkan terpaksa, bukan keinginannya. “Sa-salah Om.” Tertahan di bibir.


“Bagus kalau kalian sudah saling kenal. Papi yakin Nat, kamu bahagia bersama David.” Papi Daniel tersenyum merekah, tertawa renyah, bangga terhadap putrinya.


Kalau saja dia tahu Natasha dalam mobil bersama David, tidak akan meninggalkan pekerjaan yang menumpuk di kantor.


David memiliki firasat tidak baik, tanda bahaya besar akan datang dan menghantam dirinya. Tidak hanya itu, sudah dipastikan dia akan terbelenggu selamanya, tidak bisa melakukan apapun yang diinginkan. Kebebasannya terenggut oleh gadis kecil berbisa, bernama Natasha.

__ADS_1


Sedangkan Natasha mengernyit, tidak mengerti maksud Papi Daniel, bibirnya terbuka sedikit kebingungan mengutarakan semua isi kepala dan hati. Satu hal yang jelas Natasha harus menggagalkan rencana perjodohan dengan anak teman Papinya.


“Semoga Om Daniel, nggak salah paham. Sial kan gue? Setiap ketemu ini tikus pasti apes.” David membatin, tidak bisa melakukan apapun. Ditambah Papi Daniel menghubungi Ayahnya. “WHAT? Game over lo, Vid.”


Samar-samar Natasha mendengar Papi Daniel menelepon seseorang yang diyakini temannya. Lebih parahnya lagi memajukan jadwal pertemuan menjadi sore ini, artinya kurang dari 30 menit.


“Hah, gak boleh terjadi. Ayo kak kabur sekarang juga, tinggal injak gas beres.” Celetuk Natasha, geram karena pria tampan di sisinya hanya diam, mematung, menegang dan terlihat lesu. “Ish gak berguna.”


“Apa lo bilang? Ini salah lo, tahu enggak? Seandainya gue enggak menuruti keinginan gila lo, pasti nggak begini. Dasar kucing liar, masih mending Betty daripada lo.” David murka, keluar dari mobil, memilih kembali pulang dan pasrah.


Tapi, Papi Daniel menghalangi bahkan merangkul David sangat akrab layaknya kawan. “Jangan pergi, sebentar lagi ketemu Ayah dan Bunda kamu. Om titip Natasha ya Vid, semoga kamu bisa merubah sifat buruknya, dia aslinya baik kok.”


“HAH? Gila. Gue jadi pengasuh, anaknya teman Ayah ternyata …” Hati David mengutarakan kekesalannya kepada organ vital lain dalam tubuh, mata hitamnya melirik Natasha di mobil. Kemudian bergidik ngeri sebab gadis itu bukan tipe idaman.


“Bisa tukar tambah nggak? Gue butuh spek model bukan anak kecil begitu.” Mengeluh dalam hati pun percuma, rasanya sudah berdiri diujung jurang, pilihannya satu melompat atau dua, putar baik menerima kehidupan.


**


Papi Daniel terbahak-bahak dan menyikut pelan pinggang David. Kemudian mengepalkan tinju, memukulnya pelan, terkesan menggelitik malah. Selain itu sepasang suami istri, kedua orang tua David tersenyum karena kali ini pilihan putranya tidak salah.


“Jadi kapan pertunangannya? Bagaimana kalau minggu depan?” Ayah David memberi ide gila dan tidak masuk akal.


Papi Daniel tampak berpikir, melirik ke Natasha lalu melengkungkan bibir tanda bahagia. “Besok juga bisa, masalah gedung serahkan kepada kami.”


“Hah? Ta-ta-tapi Papi salah paham, aku dan Kak David nggak ada hubungan apapun, dia temannya Kak Ethan. Papi, aku nggak mau menikah muda.” Natasha merengek, meneteskan air mata begitu banyak.


David terhenyak, meskipun tidak ingin menerima perjodohan ini, tetapi penolakan Natasha secara tidak langsung meruntuhkan hatinya. “Kenapa gue sesek begini? Seharusnya kan senang. Otak dan hati gue korslet pasti.” Lirih David dalam diri.

__ADS_1


Natasha melirik tajam ke arah pria muda yang tengah sibuk sendiri, kebingungan akan perasaannya. “Ish, malah diam.” Gumamnya, berharap David turut menyuarakan penolakan perjodohan ini.


“Kamu tenang aja sayang, menikahnya nanti setelah lulus sekolah, masih ada waktu dua tahun lagi.” Bunda David mengusap punggung Natasha, sungguh kehangatan kasih sayang seorang ibu menjalar lembut, sentuhan yang dirindukan.


Tatapan teduh Bunda David mampu menenangkan Natasha, rasanya begitu nyaman dan melegakan. Membungkam Natasha dan merubah sikapnya menjadi lebih manis. “Aku kangen Mami.” Cicit Natasha pelan.


“Kamu, boleh panggil Bunda atau Mami, terserah yang penting kamu nyaman. Jangan sungkan main ke rumah ya, kamu kan calon istrinya David.” Membelai surai panjang nan indah milik Natasha.


Natasha mengangguk, bagai kerbau yang dicucuk hidungnya, patuh tanpa perlawanan. Menatap wajah Bunda David sangat menyenangkan, gurat halus di kening serta area mata menjadi atensi Natasha.


“Boleh nggak aku main ke rumah Tante? Kita maskeran di sana, aku punya racikan khusus.” Bibir Natasha berubah semanis madu, intonasinya melenakan dan indah menyapa telinga.


“Oh tentu. Boleh banget sayang. Kapanpun Bunda bisa.” Bunda David antusias melakukan pendekatan dengan Natasha yang memiliki latar emosi meledak-ledak.


Sementara David, tidak sanggup berkata apapun. Terkejut? Sudah pasti. Semudah itukah Bundanya menerima sosok lain, padahal selama ini David berusaha memperkenalkan calon istri selalu gagal. Bunda dan Ayahnya terlalu banyak kriteria.


David melirik ke atas, tiba-tiba saja beberapa adegan mesra berputar dalam kepala.


Menikahi Natasha sama sekali tidak tercantum dalam Kamus Besar Kisah Cinta David. Pandangan David pun turun menatap kucing liarnya yang terlihat manis.


“STOP … STOP, gue mikir apa sih? Manis dari mana? Jangan gila Vid, dia bukan tipe lo, masih ada waktu dua tahun ke depan, lolos dari kucing liar.”


“Gampang banget dia dapat simpati Bunda, ck … mereka semua nggak tahu aja kalau anak kecil ini menyebalkan. Pintar banget berkamuflase.” David mencibir dalam hati, tetapi kedua mata mengagumi paras elok seorang Natasha Matthew.


TBC


****

__ADS_1


Nah kan David vid vid


__ADS_2