Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 86 Terima Kasih Lontong Sayur


__ADS_3

Atas permintaan Mom Fredella, David memutuskan menginap di rumah Ethan dan Valerie. Turut menemani Dhara dan Mora. Dua batita itu selalu menangis menjelang tidur malam, karena merindukan ibu dan ayahnya.


Terbukti bayi kembar terlelap dengan mudah dalam pelukan David dan Natasha. Keduanya pun keluar dari kamar bayi, “Ekhem … Nat, kita perlu bicara. Mau di mana? Taman atau …”


“Di sini aja, cepat ya kak. Aku ngantuk mau tidur.” Natasha memotong kalimat David. Sebenarnya dalam hati senang luar biasa, tetapi egonya masih sangat tinggi.


“Apa kak?” sentak Natasha karena David hanya diam saja memandangi wajah menggemaskan di depannya ini.


“Gue eh aku, tadi dengar dari Om Dariel kalau di sekitar sini ada penjual lontong sayur enak. Besok kita joging sekalian beli lontong sayur.” Bibir David begitu lancar mengucapkan kalimat yang tidak seharusnya.


Padahal otak dan hatinya kompak ingin meminta maaf dan berdamai dengan Natasha, selain mencoba memulai hubungan dari awal.


Namun mendadak David gugup dan bibirnya terkunci rapat hingga semua yang telah dipersiapkan mendadak buyar.


“Maksudnya mau ngedate? Nanti, mantan pacar kakak marah, gemana? Permisi kak!” Natasha melenggang begitu saja tanpa memberi jawaban pasti.


Gadis itu mengulum senyum, bahagia mendapat tawaran lari pagi dari David, meskipun alasan yang disampaikan terkesan konyol.


Sebelum Natasha masuk kamar tamu, David meraih pergelangan tangannya. Mendekap erat gadis kecil itu, “Gue minta maaf Nat. Gue … gue baru tahu kalau ternyata kita masih tunangan.”


“Memang.”


“Gue mau kita mulai lagi hubungan dari awal, jangan ada hal yang ditutupi. Please … mau kan?”


“Tergantung.”

__ADS_1


“Hah? Kamu nggak mau terima permohonan maaf gue eh aku.” David tercengang, sebab tidak mudah meluluhkan hati seorang Natasha Matthew.


“Umm sini kak menunduk sedikit … badan kakak terlalu tinggi kaya jerapah.” Natasha menarik tengkuk David kemudian mengecup pipi kanan tunangannya. Sesegera mungkin masuk kamar dan mengunci pintu.


Tok … tok


“Hey Nat, ini maksudnya apa? Kita jadian? Jangan kabur Nat.” David benar-benar bahagia. “Kalau kamu cium aku, artinya punya perasaan yang sama iya kan Nat?”


Suara David yang tidak bisa dikontrol dan menggema di lantai dua, membuat pria paruh baya keluar kamar melempar sandal rumah.


“Berisik David, kamu tahu kan ini sudah malam. Besok pagi bisa dilanjut!” geram Daddy Dariel.


“Eh iya Om, maaf. Maklum baru dapat pacar.” Seloroh David bersiul menuruni anak tangga.


**


Pasangan muda mudi berbeda usia ini lari pagi mengelilingi sekitar perumahan. Tidak hanya berdua melainkan mengasuh Dhara dan Mora. Kedua batita yang sudah bangun sebelum matahari terbit.


“Ck niat pacaran malah jadi baby sitter. Keterlaluan Ethan. Gue harus bikin perhitungan sama dia dan Vale.” David membatin, karena dua keponakannya itu tidak bisa lepas dari Natasha.


Dua porsi lontong sayur pun disajikan di atas meja, David asyik melahap tidak memerhatikan kekasihnya yang kesulitan.


“Aduh, jangan ya Dhara. Kamu belum boleh makan ini. Bubur aja, kamu masih bayi.” Ujar Natasha menepis tangan mungil dari sendok serta mangkuk.


“Kak tolong bantu. Aku mau makan.” Pinta Natasha menginjak kaki David.

__ADS_1


“Eh iya iya, maaf Nat.” David memotong lontong, telur dan tahu, kemudian menyuapi Natasha.


“Kak?” gadis belia itu tersentak, lantaran yang dimaksud, bukan David menyuapinya melainkan menggendong Dhara dan Mora.


Namun David yang tidak mengerti bahasa kode wanita, tetap menyuapi Natasha hingga habis tak bersisa. Ia juga cukup perhatian membuka botol minum, dan mendekatkan ke bibir tipis nan menggoda Natasha Matthew.


“Sayangnya masih kecil. Di bawah umur juga. Seandainya sudah lulus sekolah gue pastikan bengkak itu bibir.” Kata hati David menginginkan sesuatu yang belum menjadi haknya.


TBC


***


Eh David nakal 🤧😌


****


Mungkin sembari menunggu bisa singgah di novel aku yang lain ya kaka 🙊



Atau



Maklum ya namanya juga promo biar laris, soalnya aku lemes 😌

__ADS_1


__ADS_2