Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 28 Merusak Kencan


__ADS_3

Keributan terjadi lagi di penginapan. Pasalnya Natasha terus merengek ingin ditempatkan di kamar yang dekat dengan Ethan.


Sementara seluruh kamar telah terisi penuh. Bahkan satu kamar terisi tiga orang. Valerie pun sama, berbagi ranjang dengan para kekasih anggota rider D’Dragons.


“Aku mau tidur di kamar samping kakak, jauh banget harus beda bangunan. Engga mau.” Natasha cemberut, tangisannya baru saja reda satu menit yang lalu.


“Engga bisa, kamu perempuan atau laki-laki? Di bungalow kakak isinya laki-laki semua. Kali ini kakak tegas, gak ada toleransi. Kamu jangan manja, atau mau tidur di dalam mobil? Silakan!” Ethan kesal, di saat anggota lainnya sudah masuk kamar, dia masih mengasuh sepupu kekasihnya.


“Cepat ke kamar, masih untung dapat tempat tidur Natasha. Udah ya, kakak capek mau tidur, besok pagi harus ke desa sebelah untuk kasih bantuan. Kamu jangan ikut!” Ethan berbalik badan tetapi Natasha malah memeluknya dari belakang.


“Kakak jangan marah dong, aku kan kangen tahu. Kalau gitu, aku mau satu kamar sama Kak Valerie. Aku yakin nanti malam pasti kalian berduaan, huh bila perlu aku ikat Kak Vale.” Benar-benar gadis yang posesif dan mengerikan.


Obsesi Natasha terhadap Ethan sangat kuat, gadis ini tidak lelah mengekor kemanapun idolanya pergi.


“Ya ampun. Nasib buruk. Ini bocah tahu aja sih. Dia engga tahu ya kalau gue lagi kasmaran? Uncle Daniel harus bayar mahal untuk minggu ini.” Geram Ethan, giginya mengatup rapat, tidak bisa melampiaskan amarah yang tertahan.


“Terserah kamu, yang jelas jangan ganggu kakak. Capek.” Ethan berusaha melepas tangan yang memeluknya itu.


Dia khawatir Vale-nya melihat kejadian malam ini, kalau salah paham bagaimana? Ethan tidak sanggup jika bertengkar dengan kekasihnya.


Benar saja Valerie melihat sepupunya memeluk Ethan tepat di sisi pantai.


KRAK


Ada yang patah tapi bukan ranting pohon, melainkan hati seorang gadis. Valerie menyaksikan semuanya, dia sengaja membuka jendela kamar demi memanjakan mata dengan pemandangan bungalow para pria, terlebih sosok Ethan yang selalu menemani hari-harinya.


Tapi sesuatu tak terduga, jauh dari ekspektasi. Menyesakkan dada. “Ya ampun dada aku kenapa sakit gini sih? Udah lah Vale, dari awal niat kamu hanya bantu Tante Ayu.” Tegas Valerie dalam hati.


Gadis bermata hazel ini bergeming, setia memandangi kekasihnya bersama Natasha.


“Huuh, Ethan seandainya kamu tahu, kalau aku udah janji di depan keluarga. Kami gak akan pernah menyukai seseorang yang sama. Kalaupun ada, salah satu harus mengalah. Dan itu pasti aku.” Pertama kalinya bulir bening menetes dari mata Valerie.


Ya, gadis itu menangis karena patah hati.


Isi kepala Valerie terbawa terbang ke beberapa tahun yang lalu. Bersama semua sepupu, di depan para orangtua, setiap anak yang telah tumbuh remaja itu berjanji tidak akan menyukai satu orang sama. Mereka pun siap melepaskannya demi keutuhan tali persaudaraan.


Hal ini dilakukan karena masa lalu para orangtua, yang terlibat kisah cinta segitiga antar saudara hingga menimbulkan permusuhan dan saling menyakiti satu sama lain.


‘Valerie kamu nangis?’

__ADS_1


‘Ada apa? Kamu sakit ya. Aku lapor pacar aku dulu ya, siapa tau Ketua bisa ke sini.’


BRAK


Mendadak pintu kamar terbuka. Natasha masuk membawa tas ranselnya.


“Kak Vale, aku tidur di sini, salah satu dari kakak berdua harus pindah. Kasurnya kan gak cukup.” Sikap Natasha seenaknya saja memberi perintah.


“Kamar kamu bukan di sini. Memangnya udah bilang sama David?” tanya Valerie, mana mungkin dia mengusir adik sepupunya.


“Kakak yang sok kegantengan itu? Gak penting. Aku dapat izin dari Kak Ethan. Ayo siapa yang mau pindah? Aku ngantuk nih mau tidur.” Natasha menyimpan tasnya, lantas memasuki toilet membasuh tangan dan kaki.


Akhirnya salah satu teman sekamar Valerie mengalah, terpaksa tentunya. Padahal di kamar ini tersedia fasilitas mandi air hangat. Berbeda dari ruangan lainnya.


Natasha memang tidak tahu aturan dan sangat manja, dia memonopoli kasur yang luas itu seorang diri.


“Maaf ya adik aku egois, mungkin karena dia masih kecil jadi pola pikirnya belum dewasa.” Valerie berusaha menjelaskan kepada satu temannya.


‘Oh bukan masalah Valerie. Aku bisa tidur di kursi, kamu di mana? Kalau di lantai dingin.’


“Ah santai aja, masih ada karpet sama selimut, ya kan?” Valerie menutupi perasaannya. Kalau saja Natasha bukan saudaranya pasti sudah habis dipukuli. Tapi gadis itu adiknya, sepupunya, berat hati Valerie mengalah.


Drt … Drt


“Sayang ketemuan yuk, kangen. Kamu belum tidur kan? Natasha di kamar kamu ya? Maaf ya sayang.”


Drt … Drt


“Aku tunggu di depan, pasirnya hangat loh. Kamu pasti suka. Jangan lama ya sayang.”


Valerie tersenyum senang tapi dia melihat ke atas ranjang, Natasha cemberut.


“Kak Ethan ya? Mau ketemuan ya? Gak boleh, Kak Ethan itu calon suami aku di masa depan. Tiga tahun lagi aku pasti jadi istrinya, Kak Valerie cari laki-laki lain aja.” Peringatan Natasha sungguh kejam dan keterlaluan.


“Percaya diri banget? Memang Ethan mau sama kamu? Kalau ditolak gemana?” kesal Valerie, memutar tubuh dan merapikan alat tidurnya di atas karpet.


“Ya harus mau, nanti setelah aku 17 tahun, minta Papi menjodohkan Aku dengan Kak Ethan.” Ucap Natasha sangat bangga.


“Sepupu berotak dangkal memang. Dasar Natasha.” Valerie memilih memejamkan mata, pura-pura tidur demi mengelabui adik sepupunya yang lebih menyebalkan dari Rebecca.

__ADS_1


“Kakak pasti bohong kan? Aku mau begadang sampai pagi. Tujuan aku ikut kan memang ganggu kalian. Aku gak rela ya Kak Vale jadi pacarnya Kak Ethan.” Natasha berceloteh, bahkan mengunci pintu dan mengamankan di saku piyama.


Diam-diam Valerie membalas pesan pacarnya yang mungkin kedinginan di luar.


“Ethan, maaf ya. Mending kamu tidur aja. Aku gak bisa keluar, kuncinya dipegang Natasha. Tahu sendiri kan, aku paling gak bisa melawan saudara sendiri. Mendingan beramtem sama preman deh serius.”


10 menit


15 menit


30 menit


Satu jam


Kedua mata Natasha tetap setia mengawasi kakak sepupunya. Rasa kepemilikannya terhadap Ethan sangat besar, hingga mengalahkan akal sehat.


“Dih ini anak titisan siapa sih? Kuat banget, engga ada capeknya.” Valerie mengintip sedikit, Natasha tepat duduk di depan wajahnya.


“Aku juga kenapa bahagia banget diajak ketemuan sama Ethan?”


Bisa dibayangkan betapa menyebalkan sosok gadis kecil cantik itu.


“Aku kaya tawanan aja kalau kaya gini. Huh.” Keluh kekasih Ethan Adrian Armend.


Hingga dua jam lamanya Natasha masih waspada, dia tidak peduli kalau esok hari mengantuk. Yang paling penting menggagalkan rencana sepupu dan idolanya, merusak kencan malam mereka.


Valerie pun benar-benar terlelap karena lelah menunggu sepupunya terus mengawasi tanpa henti.


TBC


***


tim siapa nih Ethan Vale atau Ethan Natasha?


dukungannya mana? jempolnya kasih yang banyak ya


kalau suka dengan cerita ya makasih banyak


kalau tidak suka dimohon jangan julid apalagi menjatuhkan

__ADS_1


😉


__ADS_2