
Hari berubah menjadi gelap, pasangan muda itu kembali berseri dan mengumbar senyum, membuat orang-orang iri dibuatnya.
Ethan selalu menggandeng tangan Valerie, bahkan saat membeli popcorn tidak melepasnya sedikitpun. Seluruh pegawai mall ini tahu siapa Valerie dan Ethan. Keduanya menonton film di salah satu mall milik GB Group.
Kencan pertama setelah menikah lumayan berjalan lancar dan menyenangkan, Ethan tidak menyangka istrinya ini bisa berinisiatif memesan tiket.
Ethan dan Vale menunggu di ruang tunggu, kedua mata coklat Ethan tak henti menatap betapa cantiknya Valerie malam ini, begitu manis dan mengalihkan dunianya.
Berbagi minum bersama dalam satu cup, terlihat hemat dan pelit memang, tapi inilah cara Ethan. Cincin pernikahan pun tersemat di jari masing-masing, sengaja menunjukkan pada dunia bahwa Ethan Adrian milik Valerie, dan Valerie hanya tercipta untuk Ethan.
Menyadari pemutaran film sebentar lagi, Valerie dan Ethan mulai masuk hingga bertubrukan dengan pasnagan lain.
“Becca?” Ethan dan Valerie terkejut, dua orang di depannya berkencan.
“Josh?” Ethan tidak menyangka temannya ini memiliki niat serius.
“Sayang kamu masuk duluan.” Ucap Ethan dan Josh secara bersamaan.
“Lo ikut gue.” Ethan perlu bicara empat mata dengan salah satu pentolan D’Dragons ini.
“Lo pacaran sama Becca? Gila, cepat banget baru kemarin malam lo cerita. Sekarang udah jadian aja.” Ethan menggeleng kepala, karena begitu mudahnya Josh meluluhkan hati Rebecca.
“Santai sob. Doi lagi patah hati butuh pelampiasan, ya gue siap aja. Pagi tadi sengaja datang ke rumah bawa sarapan untuk calon mertua. Siapa sangka gue diterima dengan baik. Berdoa aja ya bro, semoga Rebecca yang terakhir. Capek gue cari cewek baik-baik untuk di bawa pulang. Ya gue yakin nanti juga saling cinta, kita butuh waktu aja untuk saling kenal. Gemana? Calon istri gue ternyata teman sendiri, lucu ya sob.” Josh menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
Ethan mengangguk paham, sama seperti dirinya mencintai dan menikahi sahabatnya sendiri. Dunianya hanya ada Valerie dan Valerie. Tak akan pernah terganti sampai kapanpun.
**
Usai menonton film Ethan dan Vale pergi belanja, sedangkan Josh dan Rebecca makan malam di restoran cepat saji. Mereka membahas tujuannya masing-masing.
Josh bersedia membantu Rebecca untuk lepas dari rencanan perjodohan, lalu Rebecca tidak punya pilihan lain. Sepengetahuannya, hanya Josh yang dekat dengan wanita tanpa perasaan. Dia tidak mau menggunakan hati dalam menjalani sandiwara ini.
“Ingat ya Josh, lo harus pura-pura sampai Mami dan Papi gue percaya kita itu pacaran. Gue engga mau ah masa harus kenalan sama teman bisnisnya Papi, pasti udah tua.” Kata Rebecca dengan ketus, makanan di depannya juga ludes dalam waktu singkat.
“Ya lo tenang aja, gue juga bisa serius kok, kalau lo mau besok kita nikah juga bisa.” Tawa Josh, di bibir boleh bercanda, tapi semenjak drinya membantu Rebecca dalam keadaan mabuk entah kenapa ada getaran dalam dada.
Kedua orangtua Rebecca berniat menjodohkannya, karena melihat putri mereka selalu mabuk akibat patah hati ditinggal menikah oleh Ethan. Tapi pilihan Rebecca jatuh kepada Josh, kalau pria lain pasti tidak disetujui.
Josh memiliki ilmu pendekatan luar biasa, mampu meluluhkan kerasnya hati Mami Rebecca dalam sekali pertemuan.
“Untuk apa sih Becca? Pacar gue …” Josh berusaha mengingatnya, menghitung dengan jari dan memastikan jumlahnya sekali lagi.
“Mantan gue 30. Tapi engga semuanya gue ajak tidur. Tiga yang bisa gue ajak ke hotel, mereka juga engga per*w*n lagi, tapi sisanya bukan gadis, lima janda dan 25 biasa lah ayam kampus. Hahaha.” Josh teringat masa-masa nakalnya.
“Lo gila ya, kalau mereka hamil gemana? Bisa habis lo.” Geram Rebecca kepada temannya ini, emang casanova sejati.
“Ya kalau hamil tinggal nikah aja beres. Gue juga bukan laki-laki brengsek yang kabur. Berani berbuat ya harus tanggung jawab. Gue malah senang bisa nikah muda, tapi tentu aja gue maunya menikah dengan perempuan baik-baik, walaupun gue badung.” Josh mengambil tissue dari atas meja, menghapus mayonnaise dari bibir Rebecca.
Josh menjadi anak nakal karena korban perceraian orangtua, dia juga pewaris tunggal dari Yayasan Internasional yang memiliki sekolah tersebar di beberapa negara.
“Apaan sih? Gue bisa lap sendiri, gak perlu romantis, gue gak akan suka sama lo.” Rebecca memutar bola mata, dia harus bisa menjaga diri jangan sampai tidur dengan pria seperti Josh.
__ADS_1
Rebecca akui, Josh tidak kalah tampan dari Ethan, tapi sikapnya yang menjengkelkan mudah menaklukan wanita dan menggodanya. Artinya Josh tidak pernah setia kepada satu wanita, Rebecca membenci lelaki seperti itu.
“Memangnya lo engga takut kalau Papi dan Mami kirim mata-mata? Jangan salahkan gue ya besok lo diajak nikah sama om-om kenalan Papi lo.” Balas Josh begitu mudah membungkam Rebecca.
“Udahlah Becca diam aja sih, gue lagi berusaha bikin lo jatuh cinta. Sebentar lagi juga pasti luluh, gue yakin.” Batin Josh semangat memperistri Rebecca, apalagi temannya ini tidak pernah dekat dengan pria manapun atau menjalin hubungan.
Rebecca terlalu sibuk mengejar cinta Sang Ketua D’Dragons hingga akhirnya tak tergapai, harus merasakan luka hati yang sangat dalam.
“Iya juga ya, ok deh. Kita sandiwara aja terus. Gue engga mau nikah sama om-om, mana duda beranak dua lagi. Gue masih muda, gue juga gak cocok jadi ibu tiri. Bisa-bisa masuk berita penganiayaan terhadap anak sambung. Ck gak mau ah gue.” Rebecca ketakutan bila harus mengasuh dua anak sambung masih kecil, pupus sudah masa mudanya.
Josh tertawa dalam hati. Biasanya gadis di depannya ini terlihat menyebalkan tapi sekarang sangat manis dan lucu.
Ya mungkin cupid sudah melepaskan panahnya ke jantung Josh, hingga pandangan untuk Rebecca berubah drastis.
“Cinta memang gila, mata normal gue aja mendadak buta. Ini cewek manis, seksi pula, gue gak sabar nikah sama lo Becca. Gue janji berubah, berhenti jadi casanova.” Ucap Josh tertahan di bibir. Matanya juga memindai penampilan Rebecca.
“Gue pasti bisa ganti posisi Ethan di hati lo. Sama kaya lo yang udah menggantikan posisi Valerie di hati gue. Mending kita bersatu jangan jadi pelakor atau pebinor.” Lagi-lagi kalimat itu tertahan di bibir.
Josh merasa usianya masih muda, bergelimang harta dan masa depan cemerlang untuk apa mengharapkan cinta Valerie? Jutaan wanita singel di luar sedang menunggu jodohnya, dan Josh yakin Rebecca adalah wanita baik yang dikirim Tuhan untuknya.
“Kenapa lo bengong? Awas ya kalau punya pikiran mesum. Gue bor itu kepala lo.” Ketus Rebecca, mata coklatnya melotot memberi peringatan.
“Judes banget semakin tertantang gue.” Lagi-lagi Josh menebar senyum manisnya.
TBC
***
__ADS_1
kasih semangat untuk Josh. 🙏