
Tahu betapa sulitnya keluar setelah kembali ke bungalow, Ethan membeli pakaian untuk Valerie di salah satu toko. Mereka berdua berkencan sampai waktu makan malam.
“Untung engga ke bungalow. Bisa gagal. Gue yakin Natasha pasti ikut.” Ethan bernapas lega. Ternyata tidak sia-sia dia memerintahkan seluruh rider untuk membawa pasangannya masing-masing. Lantaran bisa menemani Natasha di bungalow.
“Ethan, sebenarnya kita mau ke mana sih?” tanya Valerie suaranya melengking di tengah riuhnya wisatawan dan deburan ombak.
“Pacaran sayang. Memangnya apalagi? Kita ke resto. Dekat pantai, kamu pasti suka.” Ethan tersenyum sembari mengendarai motor matic yang sengaja dia sewa selama dua hari ini.
“Beneran ya kamu yang bayar? Aku gak bawa uang.” Valerie tertawa, dompetnya tertinggal di kamar.
“Ya. jangan banyak-banyak makannya sayang. Nanti aku gak bisa bayar. Tahu sendiri kan pacar kamu belum kerja.” Kelakar Ethan, memang benar adanya.
Saat ini dia mengandalkan penghasilan dari e-sport dan hasil taruhan balapan.
Tiba di restoran seafood yang terkenal. Kedua mata hazel Valerie berbinar, Ethan membawanya ke tempat istimewa.
“Ethan ini?” tunjuk Valerie, karena pemandangan yang sangat luar biasa.
“Aku bilang apa pun untuk kamu sayang. Pasti suka.” Merangkul Valerie masuk ke dalam.
Rupanya Ethan telah reservasi tempat lebih dulu, hingga meja yang dipesan tepat berada di tepi pantai.
Valerie antusias sekali memilih beragam menu seafood yang ditawarkan. Dia kalap memesan lebih dari kapasitas lambungnya.
“Vale serius kamu bisa makan sebanyak ini? Perut kamu kecil. Memang bisa habis?” Ethan melotot, meja mereka penuh.
Di depan Ethan, Valerie menjadi dirinya sendiri. Makan pun sangat lahap hingga Ketua Gangster tertawa melihat tingkah kekasihnya yang menggemaskan.
“Hidup gue berwarna banget. Makasih Valerie.” Kata hati Ethan tulus. Lihat kan? Betapa bahagianya Ethan setelah Vale-nya kembali.
Berbanding terbalik dengan satu bulan yang lalu ketika hidupnya masih penuh dengan dunia gangster. Pulang pagi, bolos kuliah, jarang sekali makan makanan bergizi, tidak peduli pada penampilan dan selalu dimarahi dosen.
“Ethan, kamu engga makan?” tanya Valerie dengan mulut yang penuh, ekor udang pun keluar dari bibirnya. Kalau saja bukan ditempat umum pasti bibir Ethan mendarat untuk mengigit ekor udang itu.
Tapi sayangnya ini tempat terbuka, bisa diarak warga jika melakukan hal melanggar norma.
__ADS_1
“Makan deh, buka mulutnya Ethan! Aaaa.” Valerie menyuapi Ethan potongan daging lobster cukup besar.
Sekali lagi sangat disayangkan, karena kehadiran dua anggota D’Dragons yang tiba-tiba datang ke restoran ini.
David dan Josh melihat Ethan disuapi oleh Valerie, tentu saja dua pemuda itu menggelengkan kepala. Ketua mereka menghilang dari siang hari rupanya sedang berkencan.
“Sayangnya gue jomblo.” Miris Josh mengelus dada. “Gue iri, hati gue sakit, tapi perut gue gak bisa diajak kompromi. Ayo David, mereka pasti engga bisa makan sampai habis, kita bantu!” Josh melangkah lebih dulu, tidak peduli apa yang akan dilakukan oleh Ethan sebagai hukuman.
“Hi ketua, Hi Valerie. Boleh ikut bergabung ya?” Josh yang tidak tahu malu langsung mendaratkan bokong di samping Valerie, dengan percaya diri menyambar makanan di atas meja.
Seketika Ethan mendelik tajam, “Lo? Minggir! Seenaknya duduk di samping pacar gue! Cari meja lain dan pesan makanan sendiri.” Tegas Ethan, kencan indahnya harus terganggu dengan dua makhluk tak berperasaan.
“Gak apa-apa Ethan sayang, makanan ini juga banyak. Kamu duduk lagi aja ya. Aku pindah ke situ deh.” Valerie berinisiatif sebelum restoran ini menjadi arena tinju.
Ethan benar-benar pasangan yang posesif, tidak ingin berbagi Vale-nya dengan orang lain. “Kaya tawanan aja deh.” Celetuk Valerie, bibirnya mengerucut,.
“Kenapa Vale? Kamu kan memang tawanan cinta ketua gangster?” jawab David tertawa.
“Awas ya kalian, ganggu terus sih.” Marah Ethan bahkan meneguk satu gelas es teh manis meredakan emosinya.
“Cemburu gue.” Josh semakin patah hati.
“Kaum jomblo menangis kalau kaya gini. Pindah lah, pindah aja ke Venus, sekalian beda galaxy siapa tahu gue ketemu jodoh.” Gumam David, tanpa sadar memegang tangan Josh.
Valerie menunjukkan perhatiannya terhadap Ethan, sama sekali tidak canggung. Makan berdua seperti ini hal biasa.
“Makan yang banyak ya Ethan.“ Satu tangan Valerie memegangi tissue, menghapus sisa makanan di bibir Ethan.
“Duh gue belom pernah kaya gitu. Ethan, lo beruntung banget.” Batin Josh mengadu, meskipun memiliki banyak kekasih tak pernah satu pun dari mereka memberi perhatian seperti Valerie.
Usai makan malam romantis yang gagal keempatnya bergegas pulang ke bungalow.
“Kakak dari mana aja sih? Aku kangen.” Celoteh Natasha, kedua matanya sembab karena menangis mencari keberadaan Ethan.
Bayangkan saja, ketika dia membuka mata tidak ada siapapun di dalam kamar, akhirnya penjaga bungalow terpaksa menemani Natasha.
__ADS_1
“Kakak pacaran ya sama Kak Vale?” Natasha menatap tidak suka kepada Valerie. Dia berani menarik tangan Ethan, membawanya pergi menjauh.
“Kemana sih? Udah malam, mending kamu tidur!” perintah Ethan menahan Natasha.
“Aku itu benci sama kakak. Kakak jahat banget.” Natasha histeris, menjatuhkan diri di atas pasir putih, melempar sandalnya, terbawa ombak.
“Natasha, jangan berlebihan! Valerie itu kan kakak kamu.” Tegas Ethan, berjongkok, menenangkan Natasha yang selalu saja tidak terkontrol.
“Iya tapi aku benci. Gak suka.” Jawab Natasha memeluk Ethan sangat kuat, mengelap air matanya.
Lagi-lagi Valerie di malam kedua ini Valerie harus melihat pemandangan yang menyakitkan, berbagi Ethan dengan perempuan lain, sepupunya sendiri.
Menepis rasa nyeri di hati, Valerie menghampiri kedua orang itu, membawa jaket tebal untuk Natasha.
“Natasha masuk, dingin. Nanti kamu masuk angin, gemana?” Valerie begitu menyayangi adik sepupu yang menyebalkan ini.
“Aku gak peduli kalau sakit, pasti Kak Ethan lebih perhatian sama aku. Lebih baik Kak Vale tidur duluan aja!” Natasha berani mengusir Valerie. Dia juga tidak menerima jaket yang diberikan kakak sepupunya. Melepas paksa baju hangat milik Ethan.
“Natasha jangan keterlaluan. Selama ini kakak gak pernah marah sama kamu karena menghargai Valerie. Kakak tahu, kalau Vale sayang banget sama kamu, tapi bukan seperti ini caranya. Kamu bebas suka sama kakak, tolong jangan sakiti Valerie. Kakak engga akan tinggal diam, siapapun yang mengganggu, menyakiti Valerie pasti berhadapan dengan kakak. Ingat itu! Sekarang kamu masuk dan tidur!”
“Hargai kakak. Di sini Kakak pemimpinnya, jangan bikin tangan ini melayang ke muka kamu.” Bentak Ethan. Cukup sudah dirinya selalu mengalah dengan tingkah laku Natasha.
Tes
Air mata Natasha semakin tumpah.
“Kakak jahat, aku benci kak Valerie.” Gadis kecil itu berlari masuk ke dalam bungalow.
TBC
***
__ADS_1