Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 30 Anything For You


__ADS_3

“Sayang? Valerie panggil gue, sayang?” Hati Ethan senang luar biasa. Pertama kali dalam sejarah, Ethan senang mendengar panggilan ‘sayang’ dari perempuan, yang pastinya Valerie.


Kedua sudut bibirnya melengkung, tersenyum merekah, secerah mentari pagi ini. “Makasih sayang.” Balas Ethan sembari merengkuh pinggang kekasihnya. “Hati-hati jalannya ya licin.” Tukas Ethan.


Tentu saja Valerie senang karena berhasil membuat Rebecca terbakar, seandainya bisa terlihat pasti tubuh itu dipenuhi api.


“Lagian, untuk apa sih dia dekat-dekat sama Ethan? Gatalnya jadi perempuan, aku gak akan rela Ethan dekat sama dia.” Ketus Valerie dalam hati, tetap menjalankan sandiwaranya, bersikap mesra dengan Ethan.


Valerie pun tidak sungkan sesekali menyeka keringat yang turun dari pelipis kekasihnya, “Minum dulu sayang, gerah banget ya? jangan sampai dehidrasi.” Perhatiannya Valerie ini menambah semangat Ethan.


“Makasih Vale, manis banget kamu hari ini. Kamu juga banyak minum ya. Capek engga? Aku gendong mau? Masih lumayan jauh sampai di balai desa.” Tanya Ethan, merapikan anak rambut yang menempel di kening gadisnya.


“Kalau digendong ya aku malu, di sini kan banyak orang. Masih kuat juga kok jalan, berlebihan banget sih ini anak.” Batin Valerie, kalau saja tidak ada Rebecca, dia akan menjadi dirinya sendiri bicara santai kepada Ethan.


Sekarang tidak bisa, sebab dua mata Rebecca tidak pernah teralih dari sepasang kekasih yang selalu menjadi pusat perhatian.


“Terima kasih, nanti aku pasti bilang kalau capek.” Balas Valerie, suara lembutnya mengalun indah memasuki telinga Ethan.


“Ok” Ethan kembali meraih jemari Valerie dalam genggaman.


Gangster D’Dragons sudah berjalan sejauh dua kilometer dari bibir pantai, akhirnya tiba di balai desa. Mereka pun mulai menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke desa ini. Ethan menyerahkan komunikasi dan diskusi kepada kekasihnya.


Tidak berlangsung lama, kegiatan menyalurkan bantuan pun dilakukan, selesai kurang dari satu jam. Mereka disambut hangat oleh warga sekitar. Sempat berkeliling desa dan melihat lokasi mana saja yang akan dibangun infrastruktur umum.


Menyelesaikan misi dengan baik, D’Dragons kembali ke bungalow mereka. Karena agenda khusus telah tercapai, kini masing-masing memiliki kegiatan.


Termasuk Ethan dan Valerie. Sore ini Sang Ketua Gangster membawa kencan pujaan hatinya ke sebuah pantai untuk berselancar bersama. Ethan tahu, beberapa bulan lalu Valerie sedang belajar salah satu olahraga air itu.


Makanya Ethan selalu berlatih agar mahir dalam berselancar, meskipun dia tahu Vale-nya berada di Inggris. Sekarang kemampuan Ethan sangat baik, dia akan menunjukkan kehebatannya di depan Valerie.


“Ethan memangnya kamu bisa? Aku gak tahu kamu suka surfing?” kagum Valerie, karena Ethan semakin mengerti dirinya. Tawa bahagia pun memenuhi dua insan itu.


“Ayo sayang jangan buang waktu, sebelum gelap kita harus selesai.” Tukas Ethan menarik tangan Valerie untuk menghampiri air.

__ADS_1


“Aku bisa dasarnya tapi selalu gagal kalau ketemu ombak.” Imbuh gadis bermata hazel.


“Kamu bisa sayang, coba aja dulu. Kenapa Vale-nya Ethan jadi pesimis gini? Mana semangat kamu?” Ethan benar-benar bahagia, hari ini bisa bersama kekasihnya.


Kedua insan itu pun mulai melakukan olahraga air, saat bertemu ombak mata Valerie tak henti memandang kagum kepada Ethan.


Sahabat kecilnya yang terkenal raja gaming bisa juga menyatu dengan alam.


Sementara Valerie terjatuh berulang kali. Belum menguasai ombak, juga keseimbangan tubuhnya. Pada akhirnya Ethan membawa kekasihnya itu untuk selancar di atas satu papan yang sama.


“Pegangan ke aku sayang, ikuti gerakan aku, mengerti ya?” teriak Ethan di tengah deburan ombak yang begitu bising.


“Oke Ethan.” Sahut Valerie tak kalah keras.


Ketika ombak mulai menyapa, Valerie memegang bahkan memeluk Ethan sangat erat. Dia pun bahagia tidak terjatuh dan bisa menguasai air laut.


“Wah senang banget. Kamu keren banget sih Ethan. Hebat.” Puji Valerie terang-terangan. Wajahnya pun tidak berhenti tersenyum, tertawa.


“Ethan kenapa kamu bengong? Makasih ya. lain waktu boleh kan kita ke sini lagi?” tanya Valerie sangat serius.


“Boleh sayang, apapun untuk kamu. Vale …” Ethan merotasi badan kekasihnya. Menggenggam bahkan mencium kedua punggung tangan Valerie.


“Aku serius sama kamu, Valerie. Aku akan lakukan yang terbaik untuk kamu.” Ethan dan Valerie sama-sama tersenyum.


“Termasuk engga balapan lagi? Serius kuliah? Dan lulus dengan nilai terbaik?” tantang Valerie tidak main-main.


Alam bawah sadar ingin menjawab ‘iya’. Tapi balapan, Ethan tetap harus menunjukkan taringnya di dunia gangster, meskipun sekarang D’Dragons lebih dikenal akan kebaikannya.


“Kenapa? Engga bisa ya? yang mana, balapan? Aku gak mau kamu terlibat dengan mereka lagi, gangster lain yang mengincar nyawa kamu Ethan! Aku gak sanggup kalau lihat kamu terluka atau berdarah.” Tukas Valerie, mengingat berapa kali dia menyelamatkan sahabat kecilnya.


Sekalipun ditakuti tetap saja banyak pihak yang tidak menyukai Ethan, selalu menang setiap balapan dan pertandingan di atas ring tinju liar.


“Bisa sayang, tapi kasih aku waktu ya. Engga semudah itu.” Jawab Ethan penuh keyakinan.

__ADS_1


Kalau dia masuk gangster karena patah hati dan kesepian akibat ditinggal Valerie, maka sekarang pun bisa keluar dari dunia gelap itu dengan ketulusan seorang Valerie.


“Ok, aku pasti bantu kamu, Ethan.” Valerie menyentuh pipi Ethan membelainya penuh kasih sayang.


“Sebentar lagi tugas aku selesai, tapi kayanya engga bisa jauh dari kamu, Ethan.“ Batinnya mengingat permintaan Mama Ayu sekaligus Natasha yang begitu menginginkan diri untuk memiliki Ethan Adrian.


Valerie berjinjit mencium pipi Ethan di bawah sinar matahari yang mulai meredup. “Hiduplah di jalan yang lurus Ethan!” bisik Valerie.


Suntikan semangat ini mengalir deras ke dalam setiap sel darah merah Ketua D’Dragons. Ethan pun membalas, mengecup kening Valerie.


“Pasti Vale, aku gak mau kehilangan kamu karena sikap aku. Aku janji sayang.” Ethan sangat menyayangi Vale-nya.


Tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisi Valerie di hati Ethan, karena gadis ini begitu spesial sejak kecil.


“Apa Nona Muda bersedia makan malam dengan seorang berandalan ini?” tanya Ethan, intonasinya sedikit bercanda.


“Umm … tapi aku maunya gratisan ya Pak Ketua.” Valerie pun menjulurkan lidah.


“Bukan masalah, nanti aku kirim tagihan ke rumah kamu, ternyata Nona Muda makannya banyak bikin dompet pacarnya kempes dan kosong tak bersisa.” Kelakar Ethan seketika mendapat pukulan di punggungnya.


“Sakit Vale, kamu kuliah di Inggris belajar apa? Jadi tukang pukul? Lama-lama tulang aku bisa patah sayang.” Ethan mengerang kesakitan.


Valerie mencebikkan bibirnya, berkata, “Berlebihan banget sih kamu Ethan, huh.”


“Bercanda sayang. Aku tahu resto seafood enak di sini. Pasti kamu suka.” Sekarang giliran Ethan mengusak rambut kekasihnya yang masih basah itu.


Ditemani lembayung senja serta ombak, Ethan dan Valerie pun terlibat aksi saling kejar bahkan memukul satu sama lain.


TBC


***


jalan jalan terus kalian berdua 😭

__ADS_1


__ADS_2