Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 38 Aku Mau Nikah


__ADS_3

“Bosen banget.” Ethan sendirian di kamar memilih keluar, jalan-jalan sembari menunggu kekasihnya tiba. Dia mendorong penyangga infus, melewati lorong dan lobi, kemudian duduk di kursi taman rumah sakit melihat banyaknya orang lalu lalang.


“Valerie kenapa belum datang ya? Gak tahu apa kalau gue kangen banget.” Ethan berdecak sebal. Rasanya ingin segera keluar dari rumah sakit.


“Ethan?” panggil Eberardo yang datang dengan kursi roda dibantu saudara kembarnya.


“Mau apa lagi lo? Dengar ya, lo itu udah kalah. So, menyerah lah. Gue kasih tahu, lo jangan buang-buang tenaga karena percuma. Lo sendiri yang capek, bro.” Petuah Ethan, di saat cintanya sudah berbalas kenapa selalu ada ujian dan rintangan yang mengganggu.


Eberardo semakin mendekat, dia memerintahkan adiknya menjauh.


“Dengar ya, gue enggak mungkin menyerah. Gue serius sama Valerie, dia cinta pertama sekaligus terakhir. Dia calon istri gue. Sebaiknya lo yang mundur.” Pria ini memaksa dan keras kepala.


Mendengar pernyataan itu, kepala Ethan meradang, darahnya mendidik. Seenaknya saja Eberardo meminta Valerie. Dia tidak tahu seberapa keras dan jatuh bangun seorang Ethan.


“Asal lo tahu juga bro. Gue yang lebih dulu mencintai Valerie. Dari taman kanak-kanak, lo bayangkan sendiri 16 tahun gue menjaga perasaan ini. Lo bilang dia calon istri, ya sama gue Ethan Adrian calon suami masa depannya. Dan gue pastikan lebih baik daripada lo.” Ethan membalas kalimat Eberardo. Entah harus melakukan apalagi, membuat rivalnya ini mundur jauh.


Kedua pemuda itu bertatap tajam, mata mereka penuh kilat permusuhan yang teramat besar.


“Kalau kaya gini gue gak bisa tinggal diam, orang ini bisa nekat. Gue gak mau kalah lagi.” Kepala Ethan merencanakan sesuatu hal nekat namun legal. Ya dia akan melakukan apapun demi mempertahankan Vale-nya.


Eberardo pun sama, dia menyesal karena mudah termakan emosi. Berharap Valerie bersedia memberinya kesempatan terakhir. Demi mendapatkan gadis pujaan, bahkan rela namanya tercoret dari keluarga. Karena obsesi yang berlebihan.


“Gue bisa laporkan kasus ini ke jalur hukum. Lo siap menerima hukumannya?” tepat sekali, Eberardo mendapatkan bukti rekam CCTV, sengaja dia gunakan untuk menekan Ethan atau mantan kekasihnya.


“Gue pastikan lo di hukum sangat berat atas tindak penganiayaan.” Lanjut Eberardo, seringai licik tercetak di wajahnya.


“Sial.” Batin Ethan. Kedua tangannya sudah gatal ingin memukul habis rivalnya ini.


Namun sikap dan penampilan luarnya harus tetap tetang, tidak boleh tampak gelisah apalagi memohon kepada lawan. Memalukan.


“Lo mengancam gue? Lakukan aja! Gue gak takut, kalau memang bersalah sudah sewajarnya tanggung jawab. Gue gak peduli. Lo cuma laki-laki yang mengandalkan kekuasaan keluarga dan menyerang lawan.” Sengit Ethan tidak kalah menyeramkan, dari Eberardo.

__ADS_1


“Terserah, yang jelas Valerie hanya milik gue. Lo anak kecil lebih baik fokus belajar bukan pacaran.” Hardik Eberardo begitu arogan dan tak terkendali.


**


Malam harinya Ethan menghabiskan waktu dengan bermain game. Moodnya rusak akibat perseteruan dengan Eberardo.


Padahal Valerie sudah resmi menjadi milik Ethan, tetapi pria itu tidak jera. Rasa kesalnya semakin bertambah karena kekasihnya belum datang juga ke rumah sakit.


“Ethan sayang, kamu kenapa gak mau makan? Supnya keburu dingin. Mama suapi ya.” Mama Ayu cemas, pasalnya Ethan bungkam, tidak bersuara sama sekali sejak jalan-jalan sore.


“Sudahlah sayang, anak itu jangan dimanja. Kalau lapar ya dia makan sendiri. Jangan berlebihan merawatnya.” Imbuh Daddy Bobby tidak habis pikir akan tingkah anaknya yang tidak pernah dewasa.


KLEK


“Malam Uncle dan Tante.” Valerie memasuki ruang perawatan. Wajahnya berbinar, begitu cantik sebab memakai riasan tipis.


“Ethan maaf aku datang terlambat, bar …” Valerie belum selesai mengucapkan alasannya tetapi Ethan turun dari atas ranjang, lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya dan mencium bibir tipis Valerie tepat di hadapan kedua orangtuanya.


“ETHAN?” teriak Daddy Bobby dan Daddy Dariel serempak.


Malu, ya itu yang dirasakan sepasang kekasih ini. Tapi Ethan tidak gentar dia memberanikan diri, menatap Ayahnya. Berbeda dengan Valerie yang menunduk, wajahnya merah padam.


Valerie, Mama Ayu dan Mom Fredella keluar dari ruang perawatan. Ketiganya duduk di kantin ditemani teh hangat.


Ehem


Mom Fredella dan Mama Ayu berdeham, bingung harus memuai dari mana. Sama halnya dengan Valerie yang menutup mulut rapat.


“Vale … sepertinya hubungan kalian sudah jauh. Umm, kamu baik-baik saja kan?” Mama Ayu khawatir putranya melanggar janji, sebab Ethan begitu agresif setelah melihat Vale-nya.


“Maksud Tante Ayu?” Valerie kebingungan dan menerka tujuan dari kalimat itu.

__ADS_1


“Maksudnya kamu hamil atau engga? Kalian engga berbuat sejauh itu kan sayang?” Mom Fredella memperjelas pertanyaan Mama Ayu yang begitu ambigu.


“What? Tentu saja Mom, Tante. I’m still virgin. Ethan juga gak akan mungkin melakukan hal sejauh itu. Percaya deh sama aku.” Tegas Valerie meyakinkan semuanya, kalau apa yang dipikirkan para Ibu tidak benar.


Sedangkan di dalam kamar


Daddy Dariel mengintimidasi putra sahabatnya, tidak percaya bocah seperti Ethan yang dia kenal polos, menyenangkan bahkan baik hati. Kini menjelma sosok dewasa yang lancang mencium bibir putrinya.


“Dengar ya Ethan, Uncle kasih kamu kepercayaan dan waktu untuk membuktikan bahwa kamu memang layak. Ck anak nakal.” Daddy Dariel menghela napas kasar, pusing dengan tingkah para remaja menuju dewasa ini.


“Aku mau nikah sama Valerie , Uncle.” Pinta Ethan begitu jantan tanpa ada keraguan sama sekali.”


“Iya tunggu kalian lulus kuliah dulu. Setelah itu tunangan dan mungkin beberapa tahun kemudian menikah.” Daddy Dariel mendaratkan bokong di tepi ranjang, masih menatap sengit Sang Ketua D’Dragons.


“Aku maunya sekarang. Aku punya penghasilan untuk kami berdua. Aku janji engga akan mengecewakan siapa pun.” Tegas Ethan. Dia terlalu takut Eberardo nekat merebut pujaan hatinya.


Sontak kedua Ayah itu membelalakkan mata, menggeleng kepala tanda tidak setuju. “Kamu masih kecil Ethan.” Seru Daddy Bobby dan Daddy Dariel.


“Anakku lebih kecil Bob, 19 tahun. Mana mungkin melepasnya untuk menikah dengan Ethan.” Daddy Dariel menahan sakit, akhirnya ada hari di mana seorang pria meminang putrinya, dan menggantikan posisinya sebagai pria nomor satu yang paling dicintai.


“Ethan serius Uncle, mana mungkin bohong.” Ethan masih berusaha membujuk kedua Ayah di depannya. Ketakutan akan kalah saing dari Eberardo membuat Ethan harus melangkah lebih cepat dari siapapun.


“Son, menjadi suami bukan sekedar memiliki penghasilan, tapi seberapa dewasa kamu menghadapi masalah yang muncul dalam pernikahan kalian. Tidak mudah.” Ujar Daddy Bobby mengingat masa lalunya, menjadi suami di usia matang pun tidak menjamin, apalagi Ethan? Mudah terbawa arus.


“Betul mental kalian diuji. Uang saja tidak cukup Ethan.” Sambung Daddy Dariel, menolak segala keinginan dini putra sahabatnya.


TBC


***


sekarang atau nanti ya mereka nikahnya?

__ADS_1


 


__ADS_2