
POV Hamzah
Bella, aku mencintainya sejak pandangan pertama, wanita cantik dan sederhana itu selalu membuatku tak bisa lepas untuk terus memikirkannya. Hingga akhirnya dengan usahaku yang gigih, kedua orang tuaku merestui keinginanku untuk menikahi Bella.
Tak perlu usaha keras untuk meyakinkan Bella, semua berjalan lancar, kami sama sama jatuh cinta dan Bella dengan senang hati menerima niat baikku untuk melamarnya. Kami menikah dan hidup bahagia, namun selama hampir lima tahun, Bella tak kunjung hamil, padahal kami sama sama sehat, tidak ada yang bermasalah dengan kami berdua. Hingga suatu hari, aku menemukan pil penunda kehamilan yang di konsumsi Bella.
Kecewa sudah pasti, tapi aku juga tak bisa memaksakan Bella untuk segera hamil.
Namun, ternyata orang tuaku juga sudah sangat mengharapkan cucu dari kami, aku adalah anak laki laki pertama di keluargaku.
Tapi lagi lagi, Bella tidak setuju untuk hami. Dia takut gemuk dan berubah jelek. Hingga aku tak lagi mencintainya, padahal sedikitpun aku tidak pernah punya pikiran untuk melirik pada wanita manapun selain dirinya.
"Mama gak mau tau, kalau kalian tak kunjung memberikan cucu pada mama, terpaksa jika perusahaan akan diambil alih oleh adikmu, Hamzah. Hyan akan segera menyelesaikan S2 nya. Jadi pilihan ada di tangan kalian." kata kata mama waktu itu, membuatku pusing dan bingung harus bagaimana, membujuk Bella untuk mau hamil sulitnya minta ampun. Dan jika perusahaan diambil alih sama Hyan, aku yang akan kesulitan nantinya.
Setelah memberikan ancamannya, mama pulang dengan wajah datarnya. Aku dan Bella saling diam dan memikirkan perkataan mama.
"Kamu jangan lagi minum pil KB, Bella.
Kamu tau sendirikan mama itu seperti apa, dia tidak akan main main dengan ucapannya." aku menatap lekat wajah cantik istriku yang terlihat tak suka dengan keputusan yang mama berikan pada kami.
"Tapi aku gak mau hamil, mas.
Aku takut tubuhku jadi melar, dan pokoknya aku gak mau hamil." sahut Bella yang mengusap wajahnya frustasi.
"Apa kamu siap kalau harus kekurangan uang belanja?
Jika perusahaan diambil alih sama adikku, pasti aku akan jadi bawahannya dan gajiku juga akan turun banyak. Jika kamu tidak keberatan kita hidup sederhana, tak masalah. Aku juga tidak mau memaksakan kehendak lagi untuk kamu mau hamil." sahutku yang menyerah dengan keras kepalanya Bella.
"Kamu nikah saja lagi, mas. Tapi aku yang akan cari siapa perempuan yang harus kamu nikahi." jawaban Bella membuatku membeku, tak habis pikir dengan cara berpikirnya itu.
Disaat wanita diluaran sana tidak menginginkan suaminya dekat dengan wanita lain, justru Bella menyuruhku untuk menikahi wanita lain. Gila, memang sungguh gila ide istriku itu.
"Apa kamu sudah gila, Bel?
Kamu memintaku menikah lagi?
Aku tidak mau, karena aku tidak bisa mencintai wanita lain. Pernikahan bukan main main, Bella.
Apa kamu tau konsekuensi apa yang nanti harus kita hadapi?" jawabku yang menatap tajam pada wajah istriku.
"Kita akan buat kesepakatan dengan perempuan yang kamu nikahi, mas.
Kalian menikah cukup untuk mendapatkan anak saja darinya. Kita akan bayar rahimnya untuk mengandung anakmu. Setelah anak itu lahir, hubungan kalian selesai. Kalian cerai dan anak itu jadi anak kita." sahutnya enteng, tanpa berpikir akibat dari rencananya itu.
"Sudah gila kamu, Bella.
Aku gak mau melakukan hal segila itu." sahutku kesal dengan cara berpikir istriku itu.
"Mas, aku iklas kok.
__ADS_1
Kamu menikah kan cuma pingin punya anak saja. Aku akan cari perempuan yang pantas untuk jadi istrimu nanti. Hanya itu jalan satu satunya." balas Bella yang menatapku serius.
"Sudahlah, terserah kamu." akupun pergi meninggalkannya dengan perasaan kesal, bisa bisanya dia berpikir gila seperti itu.
Setelah beberapa hari dari obrolan yang mengungkapkan ide gila Bella. Siang ini, Bella menemuiku di kantor bersama seorang gadis yang terlihat sederhana dengan pakaian syar'i nya.
"Mas, kenalin. Ini Anniyah, yang akan kamu nikahi dan memberikan kita anak.
Aku sudah cek kesehatan rahimnya dan juga sudah membuat surat perjanjian, Anniyah setuju dan mau jadi istri keduamu." Bella mengatakan semua tanpa beban. Terlihat wanita yang bernama Anniyah hanya diam menunduk saja. Sepertinya dia memang gadis lugu dan baik. Tapi semua tidak semudah yang Bella katakan.
"Bella, apa kamu sudah yakin dengan ide gila kamu ini?
Menikah bukanlah permainan, setelah aku menikahi Anniyah, itu artinya aku harus berbagi segalanya dengannya dengan adil.
Dia punya hak yang sama denganmu sebagai istriku, paham?" ku tatap lekat wajah istriku yang semakin cantik itu dengan perasaan kesal, bisa bisanya dia memintaku menikahi wanita asing yang tak aku kenal sama sekali.
"Aku tau itu, mas.
Dan itu juga tidak bertahan lama, kalian akan bersama sampai anak itu lahir saja. Setelah itu kamu akan menceraikan Anniyah dan urusan selesai." sahutnya santai dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Sudahlah, mas.
Ini jalan satu satunya agar kamu tetap memimpin perusahaan ini. Demi kebaikan kita juga. Oke sayang?" sambung Bella yang terus meyakinkan, jika keputusannya adalah benar dan tak boleh dibantah.
"Terserah kamu saja." sahutku pasrah, meskipun hati sebenarnya menolak.
Semua persiapan pernikahan sudah di urus sama Bella. Bahkan saat aku mengutarakan niatku untuk menikah lagi pada mama, mama sedikitpun tidak keberatan dan justru terlihat mendukung setelah melihat siapa perempuan yang jadi istri keduaku itu.
Pernikahan diadakan cukup sederhana di rumahku sendiri, hanya dihadiri semua keluarga inti saja. Dan Anniyah terlihat sangat anggun saat memakai kebaya pemberian dari mama.
"Mama ingin kamu secepatnya harus berikan mama cucu, mama sudah tak sabar dapat cucu dari rahim perempuan shalihah sepertimu Anniyah. Mama restui kalian, dan Mama janji akan menerima kamu sebagai menantu kesayangan mama." mama menggenggam tangan Anniyah lembut, terlihat sekali jika mama sangat menyukai kehadiran Anniyah. Sikap mama itu belum pernah mama tunjukkan pada Bella sebelumnya.
Saat aku dan Anniyah sudah berada di dalam kamar pengantin yang sudah disiapkan oleh Bella. Mendadak hatiku sakit mengingat istriku, pasti dia sedang menangis sendirian di kamar. Karena aku yakin, tidak ada satupun perempuan yang rela suaminya tidur dengan wanita lain.
"Aku akan ke kamar istriku, kamu istirahatlah." kataku yang langsung meninggalkan Anniyah di kamarnya sendirian dan menuju ke kamar Bella.
Saat aku membuka pintu kamar istriku, nampak Bella tengah mengganti baju tidurnya. Dia kaget melihat kedatangan ku yang justru menemuinya.
"Mas, kok kamu kesini?
Bukannya ini malam pertama kamu dengan Anniyah?" sambut Bella dengan mata memicing.
"Aku gak tega dengan kamu, Bella.
Aku takut kamu akan tersakiti kalau aku tidur dengan Anniyah." sahutku jujur mengutarakan isi hatiku.
"Gak lah, mas. Lagian kamu kan gak selingkuh.
Kamu menikah juga karena ideku. Jadi aku sudah menguatkan hatiku untuk tidak cemburu. Aku iklas demi masa depan kita. Kembalilah ke kamar Anniyah, lakukan apa yang harus kamu lakukan, agar Anniyah cepat hamil, dan hubungan kalian selesai. Kamu akan jadi milikku satu satunya lagi." balas Bella dengan senyuman hangat, tangannya mendorongku untuk keluar dari kamar kami, dengan cepat Bella menutup pintunya dan menguncinya dari dalam.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Ayah aku juga anakmu
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️