
"Mas." Anniyah menatap lekat pada wajah tampan yang kini tersenyum hangat padanya. Hamzah sengaja ingin bertemu Anniyah sebelum dia akan berangkat keluar kota.
"Selamat pagi , istriku. Temani aku ke Surabaya yuk, sambil jalan jalan, biar kamu gak dirumah terus." Balas Hamzah yang kini sudah melingkarkan tangannya di pinggang Anniyah yang mulai melebar.
"Surabaya?
Ngapain ke Surabaya, mas?" Sahut Anniyah salah tingkah, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus, antara bahagia dan malu.
"Aku ada meeting disana, kalau kamu mau ikut, setelah meeting kita pergi jalan jalan. Disana banyak tempat bagus, kamu mau ke mall buat belanja juga boleh. Nanti aku temani, gimana?" Sahut Hamzah yang semakin mengeratkan dekapannya.
"Mas Hamzah yakin mau ngajakin aku?" Balas Anniyah yang sudah memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah Hamzah. Mata mereka bertemu dengan tatapan saling mengunci.
"Yakin dong, ngajak istri itu menyenangkan. Berkemas lah, kita akan berangkat jam sembilan pagi nanti. Tapi aku mau kita melakukan sesuatu dulu." Bisik Hamzah yang sudah mulai terpancing hasratnya. Melihat Anniyah jiwa kelakiannya selalu terusik untuk dituntaskan.
"Mas, kamu ya." Anniyah dengan malu malu merespon keinginan suaminya. Tanpa hitungan detik bibir mereka sudah bersatu, saling memagut dan berbagi nafas.
"Anniyah, aku mencintaimu. Kamu sudah membuatku jatuh cinta untuk kedua kalinya. I love you istriku." Lirih Hamzah dengan suara tersengal, tangannya terus bergerilya menyelusuri setiap inci keindahan tubuh istrinya. Suara rintihan manja Anniyah semakin membuatnya terbakar syahwatnya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Mas, mandi dulu. Sudah jam setengah sembilan." Anniyah berusaha membangunkan Hamzah yang kembali tertidur setelah melakukan ritual suami istri.
"Iya sayang, mas masih ngantuk. Habisnya kamu hebat banget, bikin mas kewalahan." Sahut Hamzah dengan senyuman jahilnya. Anniyah langsung merona dan salah tingkah.
"Mas, aku kan jadi malu. Sudah dong jangan terus ngeledek gitu. Ayo buruan mandi, katanya mau ke Surabaya. Aku sudah siapin keperluan kita loh, ini." Balas Anniyah yang berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.
"Iya, iya sayang. Makasih ya." Sahut Hamzah yang memaksa tubuhnya untuk bangkit dari tempat tidur dan membuka matanya yang nampak masih ingin terpejam.
"Mas tadi sudah sarapan belum?
Aku mau buatkan bekal buat kamu, biar bisa dimakan dijalan." Sambung Anniyah yang melihat geli ke arah suaminya yang terlihat menggemaskan.
"Sudah, tadi sarapan sama mei instan dibuatkan sama Bi Titin. Tapi kalau kamu mau buat sarapan, gak papa, nanti kita makan di mobil saja." Balas Hamzah yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Yasudah, aku mau siapkan dulu. Baju ganti kamu sudah aku siapkan, aku taruh di atas sofa." Sahut Anniyah dengan senyuman tulus, wajahnya nampak berseri, membuat jantung Hamzah selalu berdebar.
***************************
"Kita perginya sama sopir saja, aku masih ngantuk soalnya." Hamzah meminta pak Rudi untuk mengantarkan ke Surabaya. Hamzah tidak ingin memaksakan dirinya karena matanya masih sangat mengantuk.
Selama diperjalanan, Hamzah tertidur pulas dengan menyenderkan kepalanya pada sang istri. Pak Rudi tersenyum senang melihat adegan romantis sepasang pengantin baru itu.
__ADS_1
"Masih lama ya, pak?" Suara Anniyah memecah kesunyian di dalam mobil yang melaju lumayan kencang.
"Paling satu jam lagi, Bu. Ini sudah sampai Mojokerto." Sahut pak Rudi sopan. Mendengar suara istrinya, Hamzah terbangun dengan perasaan bersalah, setelah menyadari jika dirinya sudah membuat sang istri pegal oleh dirinya yang tertidur di bahu Anniyah.
"Maafin mas ya, pasti kamu pegal karena mas tertidur di bahumu begini." Lirih Hamzah yang menatap sendu ke arah Anniyah.
"Gak papa, mas. Kamu Jan memang lagi capek. Aku iklas kok." Kekeh Anniyah.
"Maaf ya sayang, sekali lagi mas minta maaf. Nanti deh aku pijitin pas sudah dikamar." Balas Hamzah yang memainkan kedua matanya untuk menggoda Anniyah yang langsung terlihat malu malu.
"Pak, tolong bantu berhenti dulu ke pom bensin ya, mau ke air dulu biar tidak kelihatan kusut." Hamzah beralih pada pak Rudi yang masih fokus menyetir.
"Siap pak." Sahut pak Rudi singkat, matanya melirik kemesraan atasannya bersama istri mudanya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan di lain tempat, Bella nampak urung uringan, karena saat bangun tidur sudah tidak mendapati Hamzah dirumah. Dia sudah pergi tanpa mau berpamitan dengannya.
"Tidak biasanya mas Hamzah pergi sepagi ini, meskipun keluar kota dia tidak pernah pergi pagi pagi buta begini. Kenapa sih, dia begitu sulit untuk ditaklukkan lagi, kurang ajar! Aku benci keadaan ini, benci!" Geram Bella yang bersungut sungut.
"Aku akan menemui Anniyah hari ini. Dia harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi padaku. Karena dirinya aku di benci dan di jauhi suamiku. Dasar pelakor murahan, awas saja kamu Anniyah!" Berang Bella yang masih belum bisa mengakui kesalahannya sendiri. Selalu mengkambinghitamkan orang lain untuk menutupi kesalahannya.
"Kok kamu sarapan sendirian, mana suami kamu?" Tanya Bu Lasmi yang baru saja bangun dari tidurnya.
"Kenapa kamu gak ikut saja ke Surabaya?
Agar kalian bisa menghabiskan waktu berduaan." Balas Bu Lasmi yang menatap tajam pada Bella yang masih terlihat kesal.
"Sudah, aku sudah mengutarakan keinginanku untuk ikut, tapi ditolak sama mas Hamzah. Dia sepertinya ingin menghindari ku. Aku benci dengan sikap mas Hamzah yang memuakkan itu, benci!" Kesal Bella yang meremas rambutnya kasar.
"Kamu harus sabar sedikit lagi, ikuti saja maunya apa. Jangan membangkang dan bersikap kasar dulu. Hamzah tidak bisa ditolak saat ini. Mengalahlah untuk sementara."
"Tapi ini menyebalkan, ma. Aku benci dan gak suka diperlakukan begini. Habis ini aku mau menemui Anniyah, dia harus bertanggung jawab atas segala apa yang terjadi. Karena dia suamiku berulah dan bahkan ingin membuangku." Sahut Bella dengan tangan yang sudah terkepal erat.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Fitnah mereka
__ADS_1
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️