Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 74


__ADS_3

"Iya sayang, terimakasih untuk pengertiannya. Nanti ajak Ayu sekalian, biar dia juga bisa belanja kebutuhannya. Aku akan berikan dia seperti apa yang aku berikan pada Rena. Mereka sama sama adikku, semoga aku bisa terus adil pada kalian semua." Sambung Hamzah dengan tersenyum hangat, membuat Anniyah tersentuh dengan ketulusan Hamzah dalam memperlakukan dirinya dan juga adiknya.


Setelah sholat ashar, Hamzah mengajak ketiga wanita cantik yang memiliki ruang spesial di hatinya untuk disenangkan dengan mengajak mereka berbelanja. Hamzah memang baru saja memenangkan tender besar di Kalimantan. Untuk Bella, Hamzah juga sudah menyiapkan sendiri apa yang akan dia berikan pada istri pertamanya itu. Tentunya jumlah yang lebih besar dari yang dia berikan pada Anniyah, karena Bella adalah istri pertamanya, wanita yang sudah mendampinginya selama ini dalam keadaan susah dan senang.


Hamzah membebaskan ketiga perempuan itu untuk berbelanja apapun yang menjadi kebutuhan mereka. Wajah ceria dan senyum sumringah terukir di wajah cantik istri, adik dan adik iparnya.


"Sudah?" Tanya Hamzah saat mereka sudah kembali dengan mendorong troli masing-masing.


"Sudah, nih hampir gak muat kan trolinya." Sahut Rena dengan mata yang dimainkan untuk menggoda kakaknya, Hamzah hanya menggeleng saja melihat tingkah laku adiknya yang centil dan manja itu. Tapi saat diluar rumah, Rena terkenal dengan pribadi yang tegas dan judes.


"Sayang, kamu duduk disini saja, biar mereka berdua yang antri di kasir. Rena, bayar pakai ini saja, sekalian antriin belanjaan kakakmu." Hamzah menyerahkan kartu kreditnya pada sang adik, dan menyuruh istrinya untuk duduk dibangku kosong bersama dirinya.


"Siap. Ayok, Yu." Seru Rena riang dan mendorong troli miliknya, ke arah kasir yang kebetulan tidak ada yang antri, lalu kembali lagi mengambil troli belanjaan milik Anniyah.


Setelah selesai membayar, Hamzah mengajak ketiga perempuan itu masuk ke gerai baju kusus muslimah dengan brand ternama. Hamzah meminta mereka untuk memilih yang mereka suka.


"Mas, apa mbak Bella sekalian dibelikan saja ya?


Biar aku yang pilihkan?" Anniyah meminta persetujuan Hamzah untuk membelikan Bella juga.


"Tidak usah sayang, takutnya dia tersinggung karena tidak diajak belanja sendiri. Biar nanti, mas ajak dia buat belanja sendiri, sama kayak kalian." Sahut Hamzah lembut sambil membantu mencari gamis yang cocok untuk istrinya.


Setelah puas memilih gamis, Hamzah mengajak mereka untuk mencari makan, dan menikmati kebersamaan sebagai keluarga yang terlihat begitu hangat dan kompak. Siapapun yang melihat pasti iri melihat kekompakan mereka.


Pukul sembilan malam, mereka sudah berada di depan rumah. Hamzah membantu mengeluarkan barang barang belanjaan dari mobilnya dan dibantu juga sama pak Rudi dan mbok Atun. Sedangkan Anniyah dimintanya untuk masuk dan istirahat di dalam.


"Ren, kamu nginep di sini kan?


Temani mbak Anniyah dan Ayu, karena mas akan nginep dirumahnya mbak Bella." Hamzah menghampiri adiknya yang sibuk dengan barang barang belanjaannya.


"Iyalah, mas. Ini juga sudah malam. Tadi aku juga sudah pamit sama mama kalau mau nginep disini." Sahut Bella sumringah, karena hari ini kakaknya sudah sangat baik, membelanjakan semua kebutuhannya bahkan lebih dari yang dia butuhkan. Hamzah dari dulu memang sesayang itu dengan Rena.


"Yasudah, kalau ada apa apa cepet kabari, mas. Dan besok akan ada yang datang buat mendekor kamar calon baby, mas. Kamu bantu kakakmu buat ngurusin semuanya. Karena mas gak kesini besok, mas harus ke kantor pagi pagi karena ada meeting penting." Sambung Hamzah yang langsung di jawab anggukan dan kedua jempol sama Rena.

__ADS_1


"Cek saldo kamu, mas sudah kirim uang jajan kamu dan bilang juga sama Ayu, mas juga sudah kirim juga ke rekeningnya." Sambung Hamzah yang membuat Rena semakin sumringah.


"Thankyou kakakku sayang, muuacch." Balas Rena yang sangat senang dengan kebaikan kakaknya hari ini, cepat cepat dia membuka ponselnya, saldo sepuluh juta sudah masuk ke rekeningnya dari sepuluh menit yang lalu. Rena semakin memekik senang karena jumlahnya lebih banyak dari biasanya.


"Alhamdulillah, semoga rejeki kamu semakin banyak dan usahamu lancar, mas. Terimakasih sudah begitu perduli dan sayang sama adikmu ini." Lirih Rena yang mendoakan tulus kakak lelakinya itu.


"Mbak Rena, nanti nginep kan?" Tiba tiba Ayu sudah menyembulkan kepalanya di pintu kamar Rena yang sedikit terbuka.


"Eh, Ayu. Sini masuk, Yu. Coba cek saldo rekening kamu. Barusan mas Hamzah bilang sudah kirim uang jajan buat kita." Sahut Rena antusias dan menyuruh Ayu untuk masuk ke dalam kamarnya. Dengan tangan gemetar, Ayu membuka ponselnya dan benar saja, ada saldo masuk sebesar sepuluh juta di akun M banking miliknya.


"Ini beneran, mbak?


Kok banyak banget, apa mas Hamzah gak salah kirim?" Tanya Ayu yang masih gak percaya melihat nominal sebanyak itu di rekening miliknya.


"Hehee, biasa saja. Mas Hamzah baru saja dapat proyek besar, anggap saja kita kecipratan rejekinya. Kita hanya harus mendoakannya saja, agar usahanya lancar biar rejekinya makin mengalir deras." Sahut Rena sambil terkekeh melihat ekspresi lucu Ayu.


"Aku jadi insecure, mbak. Karena baru kali ini punya saldo sebanyak ini. Ya Alloh, Alhamdulillah. Semoga rejeki mas Hamzah makin lancar dan barokah. Semoga beliau sehat terus dan semakin sukses usahanya, Aamiin." Sahut Ayu yang juga langsung mengalirkan doa kebaikan untuk kakak iparnya. Matanya berkaca kaca sangking terharunya, dan Rena langsung memeluk Ayu, mengusap lengannya lembut.


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Sahabat Benalu


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

__ADS_1


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2