Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 63


__ADS_3

"Aku tidak mau, aku tidak mau.


Aku mencintaimu, mas. Tolong jangan tinggalkan aku hanya demi perempuan itu. Tolong." Lirih Bella yang terduduk lesu dengan air mata yang sudah menderas.


"Semua sudah terlambat, pergilah dan renungi kesalahan kamu. Aku ingin kita berpisah baik baik, jaga sikapmu itu Bella. Itupun kalau kamu masih ingin mendapatkan bagian harta dariku." Sambung Hamzah yang mati matian menahan amarahnya.


"Baiklah, aku turuti kemauan kamu, mas. Tapi aku ingin kamu bertanggung jawab padaku, atas luka yang kamu tancapkan ini. Aku maupun Anniyah tidak ada yang boleh bersamamu. Anniyah ada karena aku, jika aku harus pergi, maka Anniyah juga harus pergi." Sahut Bella dengan wajah yang basah air mata. Ditatapnya lekat mata sang suami penuh dengan kebencian.


"Kamu tidak berhak mengatur hidupku, Bella. Jadi tidak usah banyak bicara kamu. Pergilah, besok aku akan segera mengurus pembagian harta Gono gini. Aku tau, itu yang kamu inginkan dariku." Sambung Hamzah yang sedikitpun tak merasakan iba pada kesedihan Bella.


"Baiklah, aku tunggu." Tak lagi ingin mendebat, Bella akhirnya memilih pergi membawa luka di hatinya. Menyesali semua keputusannya yang sudah membawa wanita lain untuk suaminya.


Saat sudah berada di dalam mobil, ponsel Bella berdering. Ada panggilan masuk dari Fandi. Berondong yang selama ini menjadi selingkuhan Bella.


"Ya, hallo Fand, ada apa?" Sapa Bella dengan suara datar.


"Hey, kamu dimana sayang?


Kenapa sama sekali tidak menghubungiku?


Aku merindukan kamu." Sahut Fandi tanpa basa basi, Bella adalah mesin ATM berjalannya.


"Maaf, Fand. Aku sedang ada masalah.


Lebih baik kita akhiri saja sampai disini, aku sudah tidak bisa lagi meneruskan hubungan kita. Aku sudah kehilangan segalanya." Sahut Bella tegas, hatinya sudah tak lagi ingin meneruskan hubungannya dengan Fandi, yang hanya bisa memeloroti uangnya saja.


"Mana bisa begitu, aku gak mau pisah sama kamu. Aku sudah nyaman sama kamu." Balas Fandi yang masih kekeuh mempertahankan Bella.


"Maaf, Fand. Aku gak bisa.


Hubunganku dengan suamiku sedang gak baik baik saja. Aku sudah diceraikan, aku sekarang gak punya apa apa. Apa kamu mau bersamaku setelah aku miskin, hmm?" Sahut Bella yang mencoba mencari jawaban dari Fandi. Karena Bella tau, Fandi hanya butuh uangnya saja.


"Oke, tidak masalah. Aku masih bisa menggaet wanita kaya lainnya. Bye sayang." Balas Fandi tanpa berdosa dan langsung menutup teleponnya. Bella menghembuskan nafasnya kasar, melonggarkan dadanya yang kini terasa sesak.


"Semuanya berakhir dan aku kehilangan segalanya. Namun, aku tidak akan rela jika Anniyah merebut posisiku. Dia harus merasakan apa yang aku rasakan." Lirih Bella yang kembali menyalakan mesin mobilnya. Menyelusuri jalanan ibu kota yang padat dan berdebu. Air matanya terus mengalir bersama luka penyesalan.


****************************

__ADS_1


"Mas." Anniyah baru membuka suaranya setelah melihat Hamzah sedikit tenang.


"Ya, ada apa?


Kamu baik baik saja kan?" Sahut Hamzah dengan ekspresi datar.


"Aku baik baik saja. Tapi mas Hamzah sudah keterlaluan sama mbak Bella. Sepertinya dia benar benar menyesal dan mau berubah, apa tidak sebaiknya kamu memberinya kesempatan?" Sambung Anniyah yang memberanikan diri untuk mengeluarkan unek-unek nya. Hamzah menatap tajam ke arah Anniyah.


"Dia sudah selingkuh, dan berkali kali tidur dengan laki laki itu. Bahkan sudah berani menggunakan uangku untuk menyenangkan selingkuhannya. Aku tidak akan pernah Sudi memaafkan perbuatannya itu. Jadi jangan paksa aku untuk menerima Bella kembali." Tekan Hamzah dengan wajah mengeras, membuat Anniyah tak berani lagi mengeluarkan pendapatnya.


"Sudahlah lebih baik jangan bahas dia lagi. Kita pulang sekarang, moodku sedang buruk. Maaf kalau kita tunda dulu jalan jalannya. Kamu gak papa kan?" Sambung Hamzah yang mengusap wajahnya kasar.


"Gak papa, mas. Aku mengerti posisimu saat ini." Sahut Anniyah lembut, meskipun hatinya mendadak ciut dengan wajah datar suaminya.


Selama dalam perjalanan, Anniyah terus memikirkan ucapan Bella dan air mata wanita itu. Rasa bersalah kian membayanginya, Anniyah berpikir untuk mundur dan pergi menjauh dari kehidupan Hamzah. Agar Bella bisa kembali bersatu dengan Hamzah tanpa ada dirinya lagi.


"Kenapa kamu diam saja, apa sedang memikirkan Bella?


Jangan pernah berpikir untuk pergi membawa anakku, Anniyah. Karena aku bisa menuntut kamu." Tekan Hamzah yang sengaja memberikan gertakan pada Anniyah agar tidak pergi meninggalkan dirinya. Hamzah sudah sangat mengharapkan kehadiran bayi yang ada dikandungan Anniyah.


"Biarkan Bella menyadari kesalahannya. Semoga dia mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah berpisah denganku. Dia berhak bahagia begitupun juga aku. Kami punya jalan masing masing setelah ini. Terus terang aku masih belum bisa menerima apalagi memaafkan perselingkuhannya. Itulah kenapa aku memilih mengakhiri hubungan kami. Aku tidak bisa hidup dengan bayang bayang sakit hatiku. Karena itu hanya akan melukai kami." Sambung Hamzah yang tanpa sengaja mencurahkan semua isi pikirannya. Anniyah terdiam, tak berani banyak berkomentar karena takut salah bicara.


"Aku lelah, biarkan aku memejamkan mata sebentar." Hamzah merebahkan kepalanya pada sandaran kursi dan memejamkan matanya rapat. Anniyah hanya bisa menatapnya dalam diam. Anniyah tau jika Hamzah sangat terluka dengan perpisahannya sama istri pertamanya itu. Bagaimanapun Hamzah pernah begitu mencintai Bella. Jadi tak mungkin cinta itu hilang begitu saja, meskipun bibirnya bicara tak lagi cinta, hati dan mata tak bisa membohongi perasaan seseorang. Anniyah paham itu, suaminya masih menyimpan cinta yang dalam untuk Bella di hatinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Sahabat Benalu


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua

__ADS_1


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2