Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 45


__ADS_3

"Insyaallah, ma. Dan tolong, cepat sadarkan Hamzah jika nanti ada sesuatu yang lain dari Hamzah. Tapi insyaallah semua akan baik baik saja, Hamzah akan berhati hati menjaga diri dari mereka." Sahut Hamzah yang memang sudah sangat berhati hati setelah tau kebenarannya dia di pelet, tak lagi mau minum atau makan apapun yang disuguhkan oleh Bella dan ibunya. Dan selalu rutin meruqyah dirinya setiap kali kepalanya terasa sangat berat dan mulai terus memikirkan wajah Bella. Hingga kiriman yang ditujukan pada Hamzah akhir akhir ini selalu tidak pernah berhasil, membuat Bu Lasmi semakin pusing dibuatnya.


******************************"


Sedangkan dilain tempat, Bella yang hendak pulang dengan selingkuhannya, dibuat pusing karena mobil yang dipakai Fandi sudah tidak ada ditempat parkirnya.


"Jangan main main ya, pak. Saya bisa melaporkan anda ke pihak berwajib atas kelalaian anda ini. Saya belum keluar dari hotel sejak tadi, kok bisa bisanya mobil saya sudah keluar entah yang ambil siapa?" Murka Fandi yang terlihat sudah sangat frustasi.


"Silahkan saja, pak. Saya tidak takut. Karena saya sudah menjalankan tugas saya dengan benar sesuai dengan prosedur. Kalau tidak bisa menunjukkan STNK, kendaraan tidak bisa keluar dari area parkir ini." Jawab penjaga parkir yang nampak tenang dan bersikap tegas.


"Tapi kenapa mobil saya bisa hilang, hah?" Sahut Fandi yang sudah hilang kesabaran, matanya memerah dengan rahang mengeras.


"Lebih baik kita cek cctv, untuk mengetahui siapa yang sudah bawa mobil kamu, sayang." Usul Bella yang juga terlihat cemas.


"Kalau bapak sama ibu mau cek cctv silahkan, akan saya antar." Sahut penjaga parkir yang langsung berdiri, dan berjalan ke arah pos satpam dan di ikuti oleh Bella dan Fandi.


"Loh, bukannya ini si Feri?


Lancang sekali dia, atau jangan jangan dia disuruh sama..." Ucapan Bella menggantung dan wajahnya terlihat mulai cemas.


"Memangnya kamu kenal sama laki laki ini, yang?


Siapa dia, dan kenapa kamu jadi cemas begitu?" Balas Fandi yang menatap bingung ke arah Bella.


"Feri adalah orang kepercayaannya mas Hamzah. Kalau dia yang melakukan ini, itu artinya....


Ayo kita harus segera pergi, aku harus menemui mas Hamzah secepatnya." Bella yang sudah panik langsung berjalan cepat meninggalkan parkiran dan diikuti oleh Fandi yang masih shock dengan hilangnya mobil kesayangan miliknya.


"Maksud kamu apa, yang?


Apa suami kamu sudah tau dengan hubungan kita?" Di sela sela jalannya, Fandi berusaha mencari tahu tentang kegelisahan sang kekasih hatinya, lebih tepatnya ATM berjalannya.


"Iya, dan ini bisa gawat. Aku bisa kehilangan semuanya kalau sampai mas Hamzah menceraikan aku. Aaah sialan!" Geram Bella yang terlihat frustasi.

__ADS_1


"Kamu pesan taksi online saja, antar aku mengambil mobilku dirumah temanku yang ada di jalan Durian." Titah Bella yang sibuk menghubungi Hamzah, namun tak kunjung di jawab panggilan telepon darinya.


"Sialan, sepertinya mas Hamzah tau kalau kita berada di hotel berdua." Lirih Bella yang otaknya sudah panas memikirkan nasibnya setelah ini.


Tak berapa lama, taksi yang dipesan sudah datang. Bella dan Fandi langsung meluncur kerumahnya Nindi, salah satu sahabatnya Bella. Sesampainya disana, Bella dan Fandi semakin shock dengan penuturan Nindi, jika mobil milik Bella sudah dibawa pulang oleh orang suruhannya Hamzah.


"Aku harus segera pulang dan menemui mas Hamzah. Kita pisah disini saja, Fan. Kamu pesan taksi lagi, oke?" Bella yang sangat panik memutuskan untuk segera pulang dengan kembali naik taksi.


"Aku sedang tidak ada uang, sayang. Tolong kasih aku uang taksinya sekaligus untuk biaya makan." Rengek Fandi dengan wajah memelas.


"Ya ampun, Bella. Kamu itu bodoh atau apa sih?


Bisa bisanya mengkhianati suamimu yang sempurna itu hanya demi laki laki pengemis kayak gini. Gila ya kamu." Sungut Nindi yang jengah melihat kedua pasangan di depannya.


"Tau apa kamu soal cinta, nin?


Buktinya kamu juga diceraikan sama suami kamu, kan?" Cibir Bella yang tak terima dengan ucapan sahabatnya.


"Terserah kamu sajalah, bel." Sahut nindi yang langsung masuk kedalam rumahnya dan menutup pintunya rapat, tak ingin lagi perduli dengan sahabat yang tak bisa di kasih tau.


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :

__ADS_1


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2