
"Mas, aku tau aku salah. Aku menyesal karena sudah mengkhianati kamu. Tolong maafkan aku, aku tidak akan mengulangi lagi perbuatanku." Lirih Bella dengan mengiba, wajahnya dipasang memelas dan penuh penyesalan. Namun sedikitpun tak menggoyahkan hati Hamzah untuk memaafkan sebuah perselingkuhan.
"Maaf?
Apa kamu tidak berpikir panjang sebelum melakukan perbuatan menjijikkan itu, Bella?
Sungguh aku sudah jijik dengan tubuh wanita yang sudah di cicipi oleh laki laki lain.
Aku sudah memaafkan kamu, tapi tidak untuk menerima kamu lagi. Paham?" Balas Hamzah dingin dan langsung membuat Bella mendongak menatapnya tak percaya.
"Mas, tak adakah sedikit saja pintu maafmu untukku?
Aku akui aku salah, aku khilaf. Tapi tak seharusnya Kamu dengan mudahnya memutuskan hubungan secara sepihak begini. Kamu jahat, mas. Jahat!" Isak Bella dengan tubuh bergetar hebat.
Berharap jika Hamzah iba dengan penderitaannya.
"Aku sudah memberikan kesempatan untukmu, namun kamu mengabaikan kebaikan yang sudah aku berikan. Maaf, aku terlanjur jijik dengan wanita yang begitu mudahnya menyerahkan tubuhnya pada laki laki lain. Aku sudah mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan. Tunggu saja panggilan sidangnya. Bersiaplah!" Sahut Hamzah yang masih bersikap dingin dan acuh, meskipun Bella menangis darah sekalipun. Tak akan bisa mengubah keputusannya.
"Apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi, mas?
Apa sudah tidak ada kesempatan untuk aku membuktikan niat diri ini untuk berubah?
Aku tidak ingin kita bercerai, aku tak sanggup. Tolong maafkan aku!" Sambung Bella yang menangis pilu.
"Keputusan yang aku ambil sudah final. Lebih baik kamu mempersiapkan diri untuk hidup tanpa aku lagi. Bukankah ini jauh lebih baik?
Kamu bisa bebas bertemu kapanpun dengan laki laki itu. Aku sudah memberikan jalan yang mulus untuk hubungan kalian. Menikahlah dengannya, agar tidak terus menerus berbuat zina." Balas Hamzah santai. Sedikitpun tidak tergerak dengan air mata palsu yang Bella keluarkan.
"Apa karena Anniyah, kamu membuangku seperti sampah?
Apa Anniyah sudah mencuci otakmu untuk meninggalkan aku dengan cara sehina ini?
Dimana hati nurani kamu, mas?
Aku ini istrimu, yang membawa Anniyah untuk kita agar punya anak, tapi kamu justru bermain perasaan dengan dia dan tega membuangku. Kejam kamu, mas. Kejam!" Teriak Bella yang mencari pembenaran untuk menutupi kesalahannya.
"Sudahlah, jangan bermain drama di depanku.
Anniyah tidak tau apa apa soal masalah ini. Semua murni karena perbuatan kamu sendiri, Bella. Kamu sudah benar benar keterlaluan, dengan tidur bersama laki laki lain, seolah aku tidak ada ada harga dirinya sebagai suami kamu. Jangan pernah berpikir aku mencintaimu lantas kamu bisa melakukan apapun semau kamu. Semua tetap ada adabnya. Dan adab seorang istri adalah menjaga kehormatannya dan kehormatan suaminya. Tapi itu tidak pernah kamu lakukan selama kamu menjadi istriku." Tekan Hamzah dengan wajah mengeras. Matanya menatap tajam ke arah Bella yang kini tengah menatapnya tak percaya. Hamzah yang dulu begitu memujanya dan selalu tunduk apapun yang dia katakan, kini sudah berubah menjadi orang yang tegas dan tak mudah diperdaya.
"Apa kamu yakin, akan menceraikan aku, mas?" Bella menatap benci manik legam milik Hamzah.
__ADS_1
"Iya, aku sudah memutuskan dan tidak akan pernah aku tarik lagi keputusan ku. Karena aku tak bisa, hidup dengan perempuan yang sudah memberikan tubuhnya pada laki laki lain." Sahut Hamzah dengan mata yang tak lepas menatap tajam pada Bella.
Bella tersenyum miring mendengar jawaban suaminya.
"Bukankah kita sama saja?
Apa kamu tidak sadar dengan apa yang sudah kamu lakukan?
Lalu apa bedanya aku dengan kamu, mas?
Bukankah kamu juga sudah terbiasa tidur dengan perempuan kampung itu?" Sinis Bella yang merasa geram dengan sikap Hamzah padanya.
"Jelas beda, aku tidak pernah selingkuh dan menjalin hubungan dengan tanpa status yang jelas.
Anniyah istriku, aku menikahinya semua juga atas ijin darimu dan ide kamu sendiri. Lalu, dimana salahku?" Balas Hamzah yang tak kalah sinisnya.
"Egois kamu, mas!
Kamu seenaknya tidur dan bersenang senang dengan perempuan lain. Tapi kamu murka saat aku melakukan hal yang sama. Munafik!" Bantah Bella yang tak mau mengakui kesalahannya.
"Anniyah aku nikahi sah secara agama dan hukum. Aku halal menyentuhnya, dan bukan salahku jika aku mulai mencintainya. Dia berhak dicintai karena mampu menjadi istri yang baik dan menjaga kehormatannya.
Dan Anniyah rela menjadi ibu dari anakku. Lalu salahnya dimana?
"Kejam kamu, mas. Aku benci kamu, benci!" Ruang Bella yang sudah menangis histeris. Tak tau harus bagaimana lagi untuk meyakinkan Hamzah agar mau menerima kesalahan yang sudah dibuatnya.
"Jangan bikin keributan di sini. Pulanglah!" Ucap Hamzah tanpa merasa iba sedikitpun. Bella yang sudah sangat kecewa dan marah, menatap nyalang ke arah Hamzah.
"Baiklah, aku bersedia kita cerai. Tapi aku ingin kita membagi harta Gono gini secara adil. Dan kembalikan mobilku yang sudah kamu cuti itu. Mobil itu sudah jadi hakku, bukan?
Kamu membelinya juga atas namaku, jadi kembalikan apa yang sudah menjadi hakku. Dan aku akan tuntut sejumlah nafkah yang harus kamu penuhi selama aku masih menjadi istrimu." Tekan Bella yang sudah menatap nyalang penuh amarah ke arah Hamzah yang tetap tenang menghadapi api amarah pada diri Bella.
"Tunggu saja keputusan sidang. Aku akan tetap memberikan apa yang menjadi hak kamu. Jadi jangan khawatir. Pergilah, karena aku harus bekerja. Dan mobilmu akan aku kembalikan setelah kita resmi bercerai, dengan syarat kamu tidak akan mempersulit jalannya sidang." Balas Hamzah yang masih menunjukkan sikap santainya.
"Aku akan membuat hidupmu tidak baik baik saja, mas. Akan ku buat kamu dan perempuan itu tersiksa. Lihat saja, apa yang bisa aku lakukan setelah ini." Ancam Bella sebelum pergi meninggalkan ruangan Hamzah. Dendam akan sakit hatinya kian membara untuk menghancurkan Anniyah. Bella tidak pernah akan membiarkan kebahagiaan antara Hamzah dan Anniyah dan berjalan lancar.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
__ADS_1
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️