Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 51


__ADS_3

Pagi datang menyapa, saat membuka matanya. Hamzah tak melihat ada Anniyah di sampingnya. Namun terdengar suara air gemericik di dalam kamar mandi. Hamzah tersenyum, mengingat pergumulan antara dirinya dengan Anniyah semalam. Tak mau membandingkan, namun perbedaan antara Anniyah dan Bella begitu jauh, Bella yang selalu bersikap acuh dan pembangkang dalam segi apapun. Sedangkan Anniyah begitu penurut dan perhatian. Bahkan rajin dalam beribadah. Menjadi nilai tersendiri di hati Hamzah.


"Sudah bangun, mas?


Mau mandi sekarang, biar aku siapkan dulu airnya." Anniyah yang baru saja keluar dari kamar mandi, melihat ke arah Hamzah yang sudah membuka matanya. Dengan lemah lembut langsung menawarkan untuk melayani sang suami.


"Tidak usah, sayang. Biar aku mandi dengan air dingin saja. Lebih segar." Sahut Hamzah yang sudah beralih posisi, duduk di tepi ranjang dengan menatap penuh kagum pada istri keduanya.


"Baiklah, mas buruan mandi gih. Biar kita bisa subuhan bareng. Aku akan siapkan baju buat mas." Balas Anniyah lembut dan tak berani membalas tatapan suaminya. Malu juga canggung masih mendominasi perasaannya.


"Siap, istriku." Balas Hamzah yang langsung berdiri dan menghampiri istrinya, mengecup lembut dahi Anniyah dengan penuh perasaan. Membuat Anniyah merona dan salah tingkah diperlakukan demikian oleh Hamzah.


"Kalau kamu malu malu gini, bikin makin gemes." kekeh Hamzah dan berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi yang masih ada di dalam kamar mereka.


"Ya, Robb. Ampuni perasaan ini yang juga mencintai mas Hamzah. Aku takut perasaan ini menjadi luka untuk mbak Bella. Aku takut, dan bingung harus bagaimana." Lirih Anniyah dengan hati perih.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat, Bella sudah rapi dengan penampilan barunya. Bella berniat untuk menemui Hamzah hari ini di kantornya. Karena tak ingin terlambat untuk menyelesaikan masalahnya.


"Kamu mau kemana pagi pagi begini sudah dandan rapi?" Bu Lasmi menatap penuh selidik ke arah anak perempuannya.


"Mau ke kantornya mas Hamzah. Aku harus segera menyelesaikan semuanya. Jangan sampai mas Hamzah bertindak sesuatu yang merugikan kita. Aku gak mau kehilangan kekayaan ini." Sahut Bella dengan serius. Tanpa mereka sadari, jika ada telinga yang tengah mencuri dengar perbincangan antara ibu dan anak tersebut dan melaporkannya pada sang nyonya besar.


"Ya, kamu benar. Lakukan sesuatu apapun caranya. Hamzah harus kembali tunduk dan mengikuti mau kamu. Jangan sampai wanita miskin itu mengambil semuanya darimu." Sahut Bu Lasmi dengan wajah mengeras.


"Mama tenang saja, mas Hamzah pasti akan memaafkan semua kesalahanku. Dia sangat mencintaiku. Apalagi aku sudah mau menuruti perintahnya dengan memakai baju kampungan seperti ini. Gerah dan menyebalkan!


Tapi mau bagaimana lagi, cuma ini cara satu satunya yang bisa membuatnya luluh." Rutuk Bella yang mulai merasa muak dengan aturan Hamzah.


"Baiklah, mama percaya sama kamu. Mama yakin, anak mama pasti bisa mengatasi semua dengan baik. Mama akan mendukung kamu dan berharap yang terbaik." Sahut Bu Lasmi yang menatap putrinya dengan lekat.


"Aku berangkat dulu ya, ma. Sudah hampir jam delapan. Takutnya nanti mas Hamzah ada meeting diluar. Aku gak mau kayak kemarin yang gagal menemuinya." Balas Bella yang langsung berjalan keluar dan meraih kunci mobil milik mamanya. Karena mobilnya sudah diambil alih oleh Hamzah dan entah ada dimana.


"Aku harus bisa meyakinkan mas Hamzah apapun caranya. Aku gak mau sampai dia menceraikan aku, dia adalah ladang uangku yang tak boleh pergi." Batin Bella yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Saat sampai di pelataran parkir kantornya Hamzah. Bella melihat Hamzah yang baru saja keluar dari dalam mobilnya dengan gagahnya. Wajahnya terlihat berseri dengan stelan jas yang sangat cocok dengan warna kulitnya.


"Akhirnya aku bisa bertemu dengannya. Aku harus segera menyusulnya, sebelum kehilangan jejaknya lagi." Bella bergumam sendirian dan segera memarkirkan mobilnya. Lalu buru buru turun dan berlari kecil mengejar langkah lebar Hamzah yang tak mengetahui keberadaannya.


"Mas. Tunggu mas!" Teriak Bella yang menghentikan langkah kaki Hamzah. Laki laki pemilik tinggi seratus delapan puluh itu memutar tubuhnya dan menatap tak percaya ke arah wanita yang kini sudah berdiri di hadapannya dengan penampilan yang sangat berbeda dari biasanya.


"Mas, maafin aku." Lirih Bella sambil menunduk, memasang wajah sedih agar bisa menarik simpati sang suami.


"Ikutlah denganku, kita bicara di ruangan pribadiku saja. Jangan sampai ada yang melihat kita berdebat disini." Sahut Hamzah yang berusaha bersikap tenang dan kembali meneruskan langkahnya menuju ruangan pribadinya. Bella yang tersenyum senang, berpikir jika dirinya sudah bisa meluluhkan hati sang suami dengan penampilan barunya.


Dengan langkah tergesa, Bella mengikuti langkah Hamzah dan memasang wajah angkuh seperti biasa saat melewati karyawan yang memberi hormat pada atasannya.


"Apa yang ingin kamu katakan, sampai kamu datang menemuiku di kantor?" Sambut Hamzah setelah mereka sudah ada didalam ruangan pribadinya dengan wajah dingin.


"Mas, aku tau aku salah. Aku menyesal karena sudah mengkhianati kamu. Tolong maafkan aku, aku tidak akan mengulangi lagi perbuatanku." Lirih Bella dengan mengiba, wajahnya dipasang memelas dan penuh penyesalan. Namun sedikitpun tak menggoyahkan hati Hamzah untuk memaafkan sebuah perselingkuhan.


"Maaf?


Apa kamu tidak berpikir panjang sebelum melakukan perbuatan menjijikkan itu, Bella?


Aku sudah memaafkan kamu, tapi tidak untuk menerima kamu lagi. Paham?" Balas Hamzah dingin dan langsung membuat Bella mendongak menatapnya tak percaya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua

__ADS_1


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2