
"Mas, bangun. Sholat dulu, sudah waktunya ashar." Mas Hamzah membuka matanya dan tersenyum menatap ke arahku, biasanya wajahnya kaku dan dingin, tapi akhir akhir ini dia menjadi hangat dan sering mengajakku bicara.
"Iya, dek.
Kita sholat bareng ya, tunggu mas sebentar." Mas Hamzah beranjak dan langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, aku menyiapkan pakaiannya yang tak banyak di lemari ku, karena memang dia hampir tidak pernah masuk kamar ini.
Rasanya ada sesuatu yang lain ketika berjamaah dengan laki laki yang bergelar suamiku.
Awalnya aku tak memiliki perasaan apapun, selain perasaan hampa dan tertekan. Namun, seiring waktu yang berjalan, perasaan itu hadir secara berlahan, cinta pada mas Hamzah tumbuh dan bersemi di dalam hati ini.
"Dek." Mas Hamzah, menuntunku untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamar ini dengan lembut.
"Iya, mas." Sesaat kami hanya diam dan beradu pandang dengan perasaan masing-masing.
"Aku akan membuatkan kartu kredit untukmu, seperti Bella. Kamu bisa menggunakan untuk apapun nantinya. Maafkan, mas ya dek. Mas sudah bersikap tak adil sama kamu." lirihnya yang terdengar menghembuskan nafasnya dalam, sedangkan jemarinya di tautkan pada kelima jemariku. Kami saling menggenggam.
"Gak perlu, mas.
Maaf, bukannya aku tidak menghargai niat baik mas Hamzah. Tapi memang aku tidak mau menggunakan kartu kredit seperti itu. Semoga mas Hamzah mau memahaminya."
"Baiklah, jika itu mau kamu.
Kalau begitu, mas akan menambahi uang belanja kamu agar sama dengan Bella. Apalagi kamu tengah hamil anak mas. Beberapa hari ini, mas sudah memikirkan ucapan dan nasehat mama, mas harus bisa adil dan juga memperlakukan kamu dengan baik. Mas sedang belajar untuk menerima dek Anniyah di hati mas." Mas Hamzah menatapku dengan wajah teduhnya, senyum tipis terukir di bibirnya yang merah alami.
Entah kenapa, hati ini terasa tercubit oleh pengakuannya, mas Hamzah berubah karena dorongan dari mamanya, bukan karena hatinya sendiri. Aku saja yang sudah ge er duluan, memalukan Anniyah.
Mas Hamzah, terlihat mengotak Atik ponselnya.
Lalu dia memperlihatkan notifikasi pesan dari mobil banking miliknya, sejumlah uang yang bagiku cukup besar telah berpindah ke rekening pribadiku, tiga puluh juta. Ternyata uang belanja mbak Bella sebesar itu, pantesan jika penampilannya begitu mempesona dan glamor.
"Ini, uang belanjamu bulan ini. Dan aku akan berikan dalam jumlah yang sama untuk setiap bulannya. Gunakan untuk keperluan kamu, kamu boleh memanjakan diri ke salon seperti yang Bella lakukan selama ini. Jangan sungkan untuk bilang jika uang itu kurang. Mengerti?" Sambung mas Hamzah dengan sangat lembut, mata elangnya tengah menatapku dalam, sampai aku dibuat salah tingkah sendiri.
"Tapi, apa ini tidak terlalu banyak mas?
Aku takut membebani kamu." lirihku yang memang merasa jika uang yang diberikan mas Hamzah terlalu banyak, seumur hidup, tak pernah aku punya uang sebanyak itu.
__ADS_1
"Suami kamu ini pemilik perusahaan dengan gaji besar setiap bulannya, dek Anniyah tidak perlu merasa terbebani seperti itu. Insyaallah, mas sanggup kok. Oke?" sahutnya yang terlihat tengah tersenyum lebar, mungkin geli melihat wajahku yang pias karena kaget dengan sejumlah uang yang dia anggap kecil itu.
"Iya mas, terimakasih banyak ya." sahutku, pasrah pada akhirnya. Dan mas Hamzah menarik tubuhku untuk dekat dengannya dan meletakkan kepala ini di bahu kokohnya.
Braaak!
Dengan wajah merah padam dan mata memerah, tiba tiba mbak Bella sudah berdiri di depan pintu kamarku, dadanya naik turun, amarah dan kebencian nampak jelas menghiasai wajah cantiknya. Dengan cepat mas Hamzah mendorong tubuh ini menjauh darinya, dengan gugup laki laki yang beberapa jam terakhir begitu lembut padaku berubah seketika, mas Hamzah berdiri dengan gelisah menatap istrinya berjalan mendekat ke arah kami.
Tanpa aku duga, tangan lentik milik mbak Bella sudah mendarat cantik ke pipiku, seketika rasa perih menjalar ke seluruh wajahku.
Plak! Plak!
"Dasar perempuan murahan, bisa bisanya kamu mencari kesempatan saat aku tidak dirumah dengan merayu suamiku. Aku sudah peringatkan berkali kali siapa kamu dirumah ini. Kamu tak lebih perempuan yang kami beli rahimnya untuk mengandung benih suamiku. Tapi ternyata kamu nglunjak, dasar perempuan miskin!" teriaknya murka dengan nafas tersengal, sedangkan mas Hamzah hanya diam saja menatap istri pertamanya murka, sedikitpun tak mencegah perbuatan mbak Bella yang sudah bersikap kasar padaku.
"Dan kamu, mas.
Keterlaluan, aku sudah memperingatkan kamu agar menjauh dari perempuan kampung ini. Tapi ternyata kamu juga kegatelan. Arrrgh, aku benci kalian." teriak mbak Bella yang semakin menggila.
Mas Hamzah berusaha menenangkan istrinya dengan memeluknya erat, berkali kali kata maaf dia ucapkan, bahkan sedikitpun tidak perduli dengan yang kurasakan. Ya Tuhan, apakah harus sesakit ini menjadi istri yang tak di inginkan.
Air mataku jatuh bercucuran tanpa suara, sesak di hati tak lagi bisa ku cegah, suamiku yang melihat keadaan ini hanya terdiam dan kembali sibuk menenangkan istri pertamanya, aku seolah patung yang tak patut dia pedulikan.
"Keterlaluan kamu, mas." Lirihku yang kini terisak semakin dalam, menyesali telah percaya dengan kalimat manisnya. Luka ini kian menganga dan aku harus segera menyelamatkan hati dari luka yang semakin dalam. Tak lagi mau, bermain perasaan, namun cinta telah terlanjur tumbuh dan menyiksa hati juga pikiran. Masih sanggupkah aku bertahan?
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Ayah aku juga anakmu
__ADS_1
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️