Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 70


__ADS_3

Tak banyak kata kata yang bisa mengutarakan sebuah rasa sakit akan patahnya sebuah hati. Hanya ada air mata yang membuat perih kian meraja.


"Tuhan, haruskah sesakit ini?" Isak Bella yang tergugu sambil membekap mulutnya. Air matanya terus saja berjatuhan seiring rasa sakit akan penolakan dari orang yang selama ini memujanya.


"Aku menyerah, sungguh menyerah. Aku gak sanggup lagi, sungguh aku gak kuat." Bella yang sudah rapuh dan begitu terluka tak mampu lagi berpikir jernih. Air matanya mengalir deras bersama dengan luka yang begitu dalam. Putus asa dan menyerah menjadikan dia gelap mata. Kini baru disadarinya, ternyata dia tak mampu kehilangan Hamzah saat hatinya menyadari begitu berartinya sang suami dalam hidupnya.


Tanpa berpikir panjang, Bella yang memang sudah gelap mata dan tak bisa berpikir jernih. Mengambil silet yang ada di meja riasnya, dengan tergugu menggoreskan silet tersebut pada urat nadinya, seketika darah segar mengalir dan Bella ambruk begitu saja.


Hamzah yang merasa bersalah dan cemas menyusul Bella ke kamar, namun pintunya terkunci. Hamzah tak hilang akal, dia mengambil kunci serep yang ada di atas kulkas dan membuka pintu kamarnya dengan tergesa. Hamzah memekik keras saat melihat Bella sudah tak berdaya, tergeletak di bawah ranjangnya.


"Astagfirullah, Bella!" Teriak Hamzah panik, dan langsung menggendong tubuh istrinya berlari keluar. Bu Lasmi yang mendengar teriakkan Hamzah, tergopoh keluar dari kamarnya. Langsung saja wanita separuh baya itu menjerit histeris saat melihat keadaan sang anak.


"Apa yang terjadi sama putriku, Hamzah?" Bu Lasmi mengikuti langkah Hamzah dengan setengah berlari, dia ikut masuk kedalam mobil dan ikut kerumah sakit. Hamzah hanya diam membisu sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, cemas juga takut kehilangan wanita yang masih dia cintai.


"Tolong, cepat tangani istriku." Teriak Hamzah saat tiba dirumah sakit, beberapa perawat datang dan langsung mengambil alih Bella menuju ke UGD.


"Apa yang terjadi dengan Bella, Hamzah?" Lirih Bu Lasmi lemas, air matanya mengalir deras sangking takutnya.


"Aku juga gak tau, ma. Waktu aku masuk ke dalam kamar, Bella sudah tergeletak dengan tangan penuh darah." Lirih Hamzah yang masih shock dengan wajah memucat.


"Sepertinya dia sangat putus asa dengan hubungan kalian, tidakkah ada rasa iba dihati kamu untuk anak mama?


Tolong maafkan Bella dan berikan dia kesempatan lagi. Semoga dia selamat dan tidak terjadi apa apa dengannya." Lirih Bu Lasmi dengan suara serak, tak mampu lagi untuk bicara apa apa.


"Aku sudah bicarakan itu, dan memberikan dia kesempatan sekali lagi." Sahut Hamzah yang terlihat frustasi.


"Bagaimana keadaan istri saya, dokter?" Tanya Hamzah saat melihat dokter yang menangani Bella keluar.


"Pasien banyak kehilangan darah, kami membutuhkan donor darah yang sama dengan pasien, B." Sahut dokter menatap serius pada Hamzah dan Bu Lasmi.


"Ambil darah saya, dok. Saya ibunya, darah kami sama." Sahut Bu Lasmi cepat.


"Baiklah, ibu ikut saja dengan suster biar di cek darahnya. Kalau memang cocok akan secepatnya pasien tertolong." Balas dokter yang usianya tak lagi muda itu. Bu Lasmi dengan cepat mengikuti langkah suster yang akan mengambil darahnya. Sedangkan Hamzah duduk sendirian dengan pikiran dan perasaan campur aduk. Tak berselang lama Bu Widya datang bersama dengan Rena.


"Apa yang terjadi, Hamzah?

__ADS_1


Mama dengar dari bik Titin, Bella mencoba bunuh diri. Apa itu benar?" Bu Widya yang baru saja tiba langsung memberondong pertanyaan pada putranya.


"Iya, ma. Bella menyakiti dirinya dengan menyilet urat nadinya. Tapi sekarang sudah ditangani oleh dokter. Semoga dia selamat." Lirih Hamzah yang terlihat begitu shock dan frustasi.


"Apa kalian bertengkar lagi?" Balas Bu Widya dengan tatapan lekat mengarah pada sang putra.


"Entahlah, mungkin Bella merasa putus asa karena aku bersikap dingin padanya. Aku menyesal, ma. Aku merasa bersalah dan gagal menjadi suami yang baik untuknya." Sahut Hamzah yang membuat Bu Widya menghembuskan nafasnya dalam.


"Sudahlah, lebih baik kita berdoa. Semoga tak terjadi apa apa dengan Bella. Setelah ini, kalian harus bisa saling terbuka dan bicarakan baik baik masalah yang ada. Untuk saat ini fokus dulu dengan keselamatan Bella. Bagaimanapun dia masih istrimu." Sahut Bu Widya bijak, meskipun tak menyukai menantunya, Bu Widya tidak pernah bicara kasar dan tidak mau ikut campur dalam urusan rumah tangga anaknya.


"Kamu sendirian, mana mertua kamu?" Sambung Bu Widya yang sedari tadi tidak melihat keberadaan besannya.


"Beliau sedang mendonorkan darahnya, Bella banyak kehilangan darah." Sahut Hamzah bicara apa adanya.


Hening, semua diam dengan pikiran masing-masing. Seolah waktu begitu lamban berjalan. Pintu terbuka dan seorang perawat datang memanggil keluarga dari Bella.


"Dengan keluarga Bu Bella?"


"Iya, sus. Saya suaminya, bagaimana dengan keadaan istri saya?" Sahut Hamzah yang langsung berdiri dihadapan perempuan yang memakai baju serba putih.


"Baik, sus. Terimakasih, saya akan segera mengurus nya." Balas Hamzah yang langsung pergi menuju ruang administrasi dan mengurus semuanya. Hamzah meminta pada pihak rumah sakit untuk memindahkan Bella ke kamar nomor satu, agar istrinya mendapatkan kenyamanan dan ketenangan selama dalam pemulihan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Sahabat Benalu


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua

__ADS_1


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2