
"Hamzah belum pulang juga, Bel?" Bu Lasmi menatap Bella dengan raut menyelidik.
"Belum, Bu." sahut Bella lesu.
"Terus kamu diam saja, membiarkan suami kamu dikuasai perempuan itu?"
"Terus, Bella harus bagaimana?
Anniyah sekarang tinggal dirumah pemberian mamanya mas Hamzah. Dan disana dijaga sama mbok Atun juga ada bodyguard. Bella dilarang menginjakkan kaki dirumah itu." sahut Bella dengan wajah kesal, sedangkan Bu Lasmi langsung mengerutkan keningnya, menatap lekat wajah putrinya.
"Kamu tidak ada usaha yang lain?
Tidak bisa mendatangi rumah itu, kamu masih bisa menemui Hamzah di kantornya. Telpon dia dan beri tekanan agar dia tidak keterusan bersama perempuan itu.
Jangan santai santai kamu, Bella!
Hamzah beneran jatuh cinta sama istri keduanya, habis kamu."
"Apaan sih, bu.
Kok malah nyumpahin anak sendiri segitunya." Rutuk Bella dengan wajah masam.
"Habisnya kamu gak pinter pinter. Kalau mau dapat segalanya jangan setengah setengah, kuras habis dulu, baru kamu mau apa terserah." Sinis Bu Lasmi sambil menyomot kue bolu di depannya.
Bella menarik nafasnya kasar. Memikirkan ucapan sang mama yang ada benarnya juga.
"Nanti Bella akan temui mas Hamzah di kantornya.
Mama tenang saja, hari ini akan Bella pastikan, kalau mas Hamzah akan kembali pulang." Jawab Bella antusias dengan senyuman miring di bibirnya.
"Bagus, lakukan yang seharusnya kamu lakukan.
Jangan sampai kamu menyesal di belakang hari nanti. Jauhi dulu berondong kamu itu, dia akan jadi bumerang buat kamu nantinya.
Selesaikan dulu urusan kamu, baru kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau. Paham?"
"Iya, iya.
Ibu bawel banget sih."
"Dikasih tau itu nurut, jangan kalau sudah kejadian saja baru nyesel."
"Iya, Bu. Iya!
Yasudah, Bella mau mandi dulu.
Habis itu langsung ke kantornya mas Hamzah."
"Nah gitu kan pinter. Harus gerak cepat."
Sindir Bu Lasmi pada putrinya yang terlihat masam.
"Oh iya, kemana perginya pembantu kamu?
Kok dari tadi ibu gak lihat bi Titin." Sambung Bu Lasmi yang mengerutkan wajahnya.
"Bi Titin tadi dijemput Rena, disuruh bantuin mama belanja, karena mbok Atun sudah disuruh pindah melayani Anniyah." teriak Bella yang sudah ada di dalam kamarnya.
__ADS_1
"Kamu itu bodoh atau apa sih, Bel.
Bisa bisanya kalah saing sama perempuan miskin itu. Harusnya mertua kamu lebih sayang ke kamu, bukan sama Anniyah si benalu itu." sungut Bu Lasmi yang tidak dihiraukan sama sekali oleh Bella. Bella memilih untuk segera masuk kamar mandi dan menikmati guyuran air hangat dari shower.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Baru pulang, bi?
Itu bawa apa saja?" Bu Lasmi menatap tak suka ke arah bi Titin yang baru saja sampai, kedua tangannya menenteng dua kantong kresek belanjaan.
"Iya, Bu.
Ini belanjaan buat kebutuhan dapur, tadi yang beliin nyonya." sahut bi Titin jujur apa adanya.
"Kalau begitu, saya permisi dulu, Bu.
Mau nyimpan belanjaan dulu di dapur." sambung bi Titin sopan. Sedangkan Bu Lasmi hanya diam saja sambil melirik kedua tas yang dibawa oleh bi Titin. Karena penasaran, Bu Lasmi mengikuti bi Titin sampai ke dapur, dan melihat apa saja belanjaan yang dibelikan sama besannya itu.
"Belanja apa saja sih, bi?" Bu Lasmi sudah berdiri tak jauh dari bi Titin yang tengah membongkar isi belanjaannya.
"Macam macam. Bu. Buat stok isi kulkas." sahut bi Titin tetap dengan nada sopan, meskipun hatinya menggerutu oleh sikap sok Bu Lasmi yang angkuh.
Bi Titin mengeluarkan satu persatu isi belanjaan di dalam kantong kresek besar.
Ada daging, ayam, ikan, aneka macam bumbu dapur, sayuran, buah buahan, dan bermacam cemilan.
"Apa Bu Widya sering begini, bi?" tanya Bu Lasmi yang diam diam merasa segan dengan kebaikan besannya yang ternyata masih perduli dengan anaknya.
"Sering kok, Bu.
Hampir dua Minggu sekali.
"Owh, kirain dia sudah gak anggap Bella menantunya lagi. Mentang mentang sudah ada mantu baru." ketus Bu Lasmi yang langsung berlalu meninggalkan bi Titin.
"Astagfirullah, kok ada manusia modelan begitu, ya?" batin bi Titin sambil mengusap dadanya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Bella melangkah dengan anggunnya memasuki gedung kantor milik keluarga suaminya.
Semua karyawan yang memang sudah pada tau siapa Bella terlihat menunduk sopan dan ada sebagian yang menegur dengan sikap ramah.
Saat sudah sampai di lantai atas, tempat dimana ruangan suaminya berada, Bella menghentikan langkah dan bertanya pada Sari, sekertaris Hamzah yang berada di mejanya.
"Bu Bella. Selamat pagi, Bu.
Ada yang bisa dibantu?" sapa Sari sopan saat menyadari kedatangan istri bosnya.
"Pak Hamzah nya ada, Sar?" sahut Bella dengan wajah datarnya. Semua karyawan sudah tau semua seperti apa sikapnya Bella, angkuh dan tak mau bersikap ramah.
"Pak Hamzah, hari ini ijin cuti, Bu.
Beliau bilang sedang tidak enak badan." jawab sari jujur, dengan wajah mengerut, merasa bingung dan serba salah.
"Cuti?
Kenapa aku bisa tidak tau?
__ADS_1
Kurang ajar kamu, mas." geram Bella tanpa memperdulikan wajah pias Sari yang menegang.
Tanpa berkata apa apa lagi, Bella langsung pergi begitu saja meninggalkan Sari yang masih terpaku menatap Bella dengan pikiran tak menentu.
"Pantes pak Hamzah nikah lagi, istrinya kasar begitu." lirih Sari sambil menghembuskan nafasnya dalam. Lalu kembali meneruskan pekerjaannya.
Bella yang langsung panas hatinya, mendengar Hamzah cuti dan berada dirumah istri keduanya. Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya Anniyah.
"Awas kalian, aku tidak akan membiarkan kalian menusukku dari belakang. Apalagi kamu Anniyah, akan kubuat anak itu hilang dari rahimmu saja, lama lama kamu sudah semakin kurang ajar!" geram Bella yang mencengkram erat setir mobilnya hingga kuku kukunya memutih.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Ayah aku juga anakmu
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️