Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 67


__ADS_3

Waktu berjalan begitu lamban, sudah lebih dari tiga jam, Hamzah menunggui Bella yang enggan membuka matanya. Dan Hamzah pun juga enggan untuk mengawali pembicaraan. Bu Lasmi, hanya diam sambil memainkan hapenya. Tak berani banyak bicara sehingga semakin membuat hubungan anak dan menantunya tak kunjung selesai. Berlahan hati dan pikirannya terbuka, jika sikap dan perbuatannya selama ini sudah sangat keliru. Hamzah adalah menantu yang baik dan hampir mendekati sempurna. Sehingga Bu Lasmi tak lagi ingin banyak ikut campur dan belajar iklas jika memang hubungan diantara anak dan menantunya harus berakhir, karena kesalahan memang ada pada putrinya sendiri.


"Ma, aku haus." Bella membuka matanya dan memanggil sang mama untuk meminta minum, tenggorokannya terasa kering setelah beberapa jam pura pura terpejam namun tak benar benar tidur. Bella sengaja memejamkan mata untuk menghindari Hamzah dan pikirannya juga sudah berkelana memikirkan nasib pernikahan yang mungkin tengah diujung tanduk. Hamzah menoleh dan menatap sekilas ke arah Bella yang justru memalingkan wajahnya.


"Syukurlah kamu sudah bangun, bagaimana keadaan kamu, nak?" Sambut Bu Lasmi sambil menyodorkan gelas yang sudah terisi dengan air putih. Bella membenarkan posisinya dengan menyenderkan tubuhnya pada bahu ranjang.


"Sudah enakkan, paling cuma pusing saja. Nanti juga akan sembuh kalau sudah minum obat." Sahut Bella menanggapi pertanyaan sang ibu.


"Syukurlah kalau begitu, infus kamu juga sudah hampir habis. Kamu yakin untuk pulang saja dan tidak perlu dirawat di sini?" Sahut Bu Lasmi yang menatap Bella dalam.


"Iya, ma. Aku sudah baikan. Nanti habis minum obatnya juga sudah kembali sehat. Mendingan istirahat dirumah saja, lebih nyaman." Sahut Bella yang tersenyum tipis menanggapi kekhawatiran ibunya.


"Aku akan mengurus administrasinya. Biar perawat segera melepas infusnya, lagian juga sudah mau habis." Hamzah ikut menimpali dengan wajah biasa saja, sekuat hati Hamzah mencoba menyembunyikan rasa cemasnya.


"Iya, mas. Terimakasih ya." Sahut Bella yang memilih untuk tidak lagi banyak bicara. Selama terpejam tadi, dia sudah benar benar memikirkan apa yang harus dilakukan. Hatinya berusaha pasrah jika memang harus ditinggalkan karena kesalahan yang sudah diperbuatnya.


"Bella, mama lihat kamu seperti menghindari Hamzah, kenapa?" Tanya Bu Lasmi setelah kepergian Hamzah.


"Aku harus bagaimana, ma?


Bukankah semuanya sudah berakhir?


Mas Hamzah sudah tak menginginkan aku lagi, meskipun aku berubah dan meminta maaf, sepertinya dia sudah tak bisa memaafkan aku. Aku hanya berusaha untuk bisa menerima keputusannya." Lirih Bella yang tanpa sadar sudah menitikkan air matanya. Ada rasa sesak dan sakit yang menghujam ulu hatinya.


"Kamu yakin, nak?


Apa kamu tak ingin mempertahankan suami kamu lagi?" Balas Bu Lasmi sambil menarik nafasnya dalam, menatap lekat wajah sayu putrinya.


"Aku sudah tidak tau harus bagaimana lagi, ma. Aku kalah, dan aku memilih menyerah." Sahut Bella yang menahan isakannya agar tak terdengar oleh pasien yang lain.


"Jika itu keputusan yang diambil, kuatkan hatimu, nak. Kamu tidak sendiri, ada mama yang akan terus bersama kamu. Kita sama sama belajar dari kesalahan-kesalahan yang sudah kita lakukan. Semoga kita bisa melewati semua ini." Sahut Bu Lasmi yang kini sudah ikut meneteskan air mata, bisa merasakan rasa sakit yang dirasakan sang anak.


"Permisi, saya akan melepas infusnya ya Bu. Setelah ini, ibu boleh pulang. Semoga segera sehat kembali." Tiba tiba perawat datang dan membuat Bu Lasmi juga Bella segera mengusap air matanya dan mencoba bersikap baik baik saja.


"Iya, sus. Terimakasih." Sahut Bella lirih dengan memaksakan senyum tipis dibibirnya yang masih terlihat pucat.

__ADS_1


***********************


Selama diperjalanan, Hamzah membisu dan fokus pada jalanan yang dilalui. Sedangkan Bella memilih memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya pada bahu Bu Lasmi. Suasana berubah canggung dan dingin diantara mereka.


"Sudah sampai, yuk turun." Bu Lasmi mengusap lengan Bella dan mengajaknya turun. Sementara Hamzah hanya memperhatikan dari kaca spion dengan pikiran yang bercabang.


"Kamu, gak ikut turun, mas?" Tanya Bella sebelum keluar dari dalam mobil.


"Iya, turunlah duluan, aku akan memasukkan mobil ke garasi dulu." Sahut Hamzah datar dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Bella yang memang sudah pasrah dengan keputusan yang diambil oleh suaminya itu.


Setelah Bella dan Bu Lasmi meninggalkan mobilnya, Hamzah termenung memikirkan sikap Bella yang tak seperti biasanya. Bella berubah dingin dan terlihat rapuh.


"Sebenernya apa yang kamu rencanakan, Bella?


Aku semakin tidak bisa mengenalimu saat ini. Kamu sangat mudah berubah dan sangat pandai bersandiwara. Entahlah!" Hamzah bergumam sendirian sambil memarkirkan mobilnya. Lalu berjalan memasuki rumah yang dulu membuatnya selalu ingin segera pulang.


"Istirahatlah, Bella habis minum obat dan sekarang sedang berbaring di dalam kamar." Bu Lasmi menatap Hamzah dalam dengan sorot mata lembut, tidak seperti biasanya yang selalu tajam dan suka ikut campur.


"Iya, ma. Nanti saja, aku mau ngerjain tugas kantor dulu." Sahut Hamzah yang memasuki ruang kerjanya dan bersiap untuk membuka pekerjaannya di laptop miliknya.


"Mau dibuatkan kopi?" Sambung Bu Lasmi kemudian. Sikapnya benar benar berubah.


"Iya, sama sama. Hamzah, maafkan anak mama." Sambung Bu Lasmi yang langsung pergi menemui bik Titin. Hamzah mematung mencoba mencerna ucapan ibu mertuanya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Sahabat Benalu


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap

__ADS_1


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2