Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 46


__ADS_3

"Mas, mas Hamzah, dimana kamu, mas?" Teriak Bella saat memasuki rumah, Bu Lasmi yang mendengar teriakan sang anak langsung keluar dari kamarnya dengan wajah mengernyit heran.


"Ada apa sih, Bel?


Kenapa kamu teriak teriak nyariin suamimu, dia baru saja pulang dan pergi lagi dengan bawa bawa koper. Apa kalian bertengkar lagi?"


"Mas Hamzah bawa koper, ma?


Aaargh, ini tidak bisa dibiarkan." Tanpa menjawab pertanyaan ibunya, Bella kembali keluar rumah dan menaiki mobilnya, tak dipedulikan teriakan ibunya yang memanggil namanya. Dipikiran Bella hanyalah bagaimana segera menemui suaminya untuk segera bicara agar Hamzah tidak marah padanya.


"Pasti dia ada bersama Anniyah. Kurang ajar, karena pengaruh buruk perempuan itu, jampi jampi dari Mbah, tidak mempan lagi. Sekarang mas Hamzah sangat sulit dikendalikan." Rutuk Bella dengan wajah mengeras, mobil yang dikendarainya melaju sangat kencang.


Tin tin tin....


Bella terus membunyikan klakson mobilnya di depan rumah Anniyah, berharap penjaga segera membuka pagar untuknya, namun sedikitpun tidak ada tanda tanda pagar akan dibuka.


"Sialan!


Mereka memang sudah keterlaluan, memperlakukan aku seperti sampah saja. Anniyah hanya orang lain tetapi mama sangat melindungi wanita miskin itu." Geram Bella bersungut sungut, lalu turun dari mobilnya dan berteriak memanggil satpam yang berjaga di pos depan.


"Hey, bukain pagarnya, aku akan masuk ke dalam. Aku juga istrinya mas Hamzah, aku berhak keluar masuk rumah ini, paham?


Cepat buka pagarnya. Dasar bodoh!" Teriak Bella yang membuat pak Rudi menghela nafasnya panjang dengan kelakuan Bella. Namun pak Rudi sedikitpun tidak beranjak dari tempat duduknya tanpa perintah dari atasannya. Tugasnya adalah menjaga Anniyah dari perbuatan nekat Bella yang tak segan menyakiti orang.


"Kenapa mbak Bella teriak teriak disini?" Tiba tiba Rena muncul dan menatap pada Bella dengan tatapan tajam.


"Owh kebetulan ada kamu, Rena. Mbak, mau ketemu mas Hamzah, ada yang harus mbak bicarakan padanya. Tolong bantu mbak, agar bisa masuk ke dalam." Bella melemah saat tau ada Rena, untuk saat ini dia berusaha untuk menekan emosinya agar kembali mendapatkan simpati semua orang.


"Mas Hamzah tidak ada di dalam, mbak. Barusan aku sudah telponan sama mbak Anniyah, dia bilang kalau sedang sendirian dirumah." Sahut Rena dengan wajah datarnya.


"Rena, aku ini masih sah istri kakak kamu, tolong hargai aku, aku cuma ingin bertemu mas Hamzah, jangan halangi aku, tolonglah pahami posisiku." Melas Bella yang mulai memainkan dramanya.


"Baiklah, ikutlah masuk denganku. Tapi jika memang di dalam tidak ada mas Hamzah, jangan buat keributan, itu hanya akan menambah masalah kamu, mbak." Sahut Rena tenang dan meminta pak Rudi untuk membuka pintu pagarnya.


Rena sengaja datang naik taksi online, karena mobilnya sedang ada di bengkel, Bella hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah adik iparnya dengan wajah kusut.


"Asalamualaikum, mbak, mbak Anniyah." Rena memasuki rumah dan mulai mencari keberadaan kakak iparnya, namun tak ada sahutan.


"Waalaikumsallm, mbak Rena. Mbak Anniyah masih sholat, mau mbok bikinkan minuman apa?" Sambut mbok Atun yang menyambut kedatangan Rena dan belum mengetahui keberadaan Bella yang masih berdiri kaku di ruang tamu dengan rahang mengeras, menatap setiap sudut rumah adik madunya yang semakin nampak berkelas dengan barang barang mewah.

__ADS_1


"Buatkan dua jus jambu, mbok. Diluar ada mbak Bella juga. Apa mas Hamzah ada disini?" Sahut Rena dengan menghela nafasnya dalam.


"Mas Hamzah belum ada kesini, bukannya masih di kantor?" Sahut mbok Atun, dan hanya dijawab gelengan kepala oleh Rena dengan wajah malas.


"Mbok, mas Hamzah ada dimana?" Tiba tiba Bella sudah muncul di dapur dengan wajah dingin.


"Mas Hamzah belum ada kesini, Bu Bella. Dari tadi, saya dan mbak Anniyah cuma berdua saja dirumah ini." Sahut mbok Atun jujur, tapi Bella masih belum percaya.


"Jangan bohong, mbok. Apa mas Hamzah sedang berduaan dengan istri barunya di dalam kamar?" Sahut Rena dingin, matanya memicing dengan senyuman sinis.


"Saya sudah bicara jujur, terserah Bu Bella mau percaya atau tidak." Sahut mbok Atun ketus, pembantu itu memang dari awal tidak pernah menyukai perangai Bella yang sombong, dan mbok Atun sedikitpun juga tidak merasa takut dengan Bella, meskipun dia istri dari anak atasannya.


Tanpa menjawab, Bella langsung memutar tubuhnya dan berjalan menuju kamar utama, saat bersamaan dengan Bella yang akan berteriak memanggil Hamzah, pintu kamar terbuka dan Anniyah keluar dengan wajah berseri.


"Mbak Bella, sudah lama mbak?


Maaf, saya gak tau kalau ada mbak Bella." Sapa Anniyah sopan dan ramah.


"Tidak usah basa basi kamu. Mana mas Hamzah?" Ketus Bella dengan tatapan benci ke arah Anniyah.


"Mas Hamzah masih di kantor mbak, belum pulang kesini." Jawab Anniyah jujur dengan wajah heran menatap Bella yang terlihat geram. Tanpa menunggu persetujuan, Bella langsung menerobos masuk ke dalam kamar untuk membuktikan ucapan adik madunya, dan benar saja, Hamzah tidak ada didalam kamar tersebut.


"Mbak, aku kan sudah bilang, mas Hamzah tidak ada disini. Kenapa sih suka sekali bikin onar?" Sahut Rena yang sudah gerah dengan kelakuan Bella.


"Kalian semua sudah sekongkol kan, agar suamiku menjauh dan membenciku?


Katakan, dimana suamiku?" Sahut Bella yang sudah meneteskan air mata sangking kalutnya. Bayangan perceraian dan hidup miskin sudah menari nari di otaknya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap

__ADS_1


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2