Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 54


__ADS_3

"Hamzah menceraikan Bella demi istri mudanya. Keterlaluan sekali mereka, padahal anakku sangat mencintai Hamzah, sampai rela mencarikan wanita lain demi menuruti keinginan Hamzah dan ibunya untuk segera memiliki anak. Ternyata ini balasan yang harus diterima anakku. Dibuang setelah mendapatkan yang baru." Terang bu Lasmi berapi api, membuat bi Titin terpana, meskipun hatinya ingin tertawa mendengar ocehan dari ibu istri majikannya tersebut.


"Aku akan telpon Hamzah, dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Karena keputusannya, Bella jadi seperti ini." Sambung Bu Lasmi yang mengotak atik ponselnya mencoba menghubungi sang menantu. Berharap jika Hamzah perduli dan mau menarik kembali keputusannya.


Di dering ke tiga, panggilannya tersambung dan dijawab oleh Hamzah.


"Asalamualaikum." Suara Hamzah terdengar datar di ujung sana.


"Wasalam. Hamzah, tolong kamu pulang, Bella pingsan, tak sadarkan diri karena terus menangis. Apa kalian sedang bertengkar?" Sahut Bu Lasmi yang berusaha membuat Hamzah iba dan tidak menceraikan anaknya.


"Pingsan?


Memang Bella kenapa?


Tadi pas kita ketemu di kantor, Bella baik baik saja. Mama gak lagi bersandiwara, kan?" Sahut Hamzah tenang, dan tak ingin terlalu memikirkan ucapan mertuanya.


"Tolong, pulanglah, nak. Kasihan Bella, dia sepertinya sangat terpukul. Dari tadi tidak berhenti menangis. Sampai dia pingsan, temui istrimu. Bagaimanapun kalian masih suami istri." Lanjut Bu Lasmi dengan suara yang dibuat sedih. Hamzah menarik nafasnya dalam. Meskipun ragu, namun sisi manusiawinya tak tega dan memutuskan untuk pulang melihat keadaan Bella.


"Baiklah, saya akan segera pulang." Sahut Hamzah pada akhirnya.


"Terimakasih, nak. Semoga dengan kedatanganmu, Bella bisa lebih baik." Sahut Bu Lasmi yang bersorak senang di dalam hatinya. Rencananya berjalan dengan baik.


Bi Titin, membawakan segelas teh hangat lalu kembali keluar. Setelah Bu Titin meninggalkan kamar, Bella membuka matanya dan tersenyum lebar menatap Bu Lasmi yang juga tersenyum senang.


"Sebentar lagi, Hamzah akan pulang menemui kamu. Pura pura saja lemas dan sedih di depannya. Tunjukkan kamu sudah menyesali perbuatan kamu. Cepat poles wajahmu itu biar kelihatan pucat." Bu Lasmi yang bicara sangat pelan memperingati Bella. Takut kalau bi Titin mendengar sandiwara mereka. Tanka banyak bicara, Bella langsung bangkit dari ranjang dan menuju meja riasnya. Memoles wajahnya biar terlihat pucat. Lalu kembali berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimut. Menunggu kedatangan Hamzah dan berharap akan dimaafkan.


"Itu sepertinya suara mobil suami kamu. Siap siaplah, ingat kamu harus kelihatan sedih dan tertekan." Tekan Bu Lasmi yang bersiap memulai dramanya.


"Pak Hamzah, mau dibuatkan minum apa, pak?" Sambut Bi Titin ramah saat melihat kedatangan majikannya.


"Tidak usah, Bi. Saya cuma sebentar saja. Bella ada dimana?" Balas Hamzah dengan wajah datarnya.


"Bu Bella ada di dalam kamarnya, pak. Ditemani sama Bu Lasmi." Sahut bi Titin yang bicara apa adanya.


"Terimakasih, bi. Saya akan melihat keadaan Bella dulu." Sahut Hamzah yang meneruskan langkahnya menuju kamar pribadinya.


"Asalamualaikum." Hamzah mengucapkan salam saat memasuki kamarnya. Terlihat raut khawatir di wajah sang mertua. Dan nampak wajah Bella yang terlihat pucat dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Mas." Lirih Bella yang terisak.


"Apa yang terjadi?


Kamu sakit?" Sahut Hamzah yang menatap datar ke arah Bella. Meskipun hatinya merasa iba melihat keadaan Bella yang terlihat lemah.


"Aku gak papa, kamu mau pulang, aku sangat bahagia, mas. Maafin aku." Sahut Bella yang sudah meneteskan air matanya.


"Lebih baik kamu istirahat saja dulu. Apa perlu kita kerumah sakit?


Biar aku antar." Sambung Hamzah yang masih setia dengan wajah datarnya.


"Tidak perlu, mas. Cukup kamu temani aku, pasti semua akan baik baik saja." Sahut Bella yang mulai bersikap manja untuk meraih hati Hamzah kembali.


"Aku harus kembali ke kantor, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga."


"Tapi mas, aku butuh kamu. Kita masih suami istri, tolong jangan bersikap jahat padaku. Aku sedang sakit, tubuh dan mentalku tengah tidak baik baik saja." Bella menatap sendu ke arah Hamzah. Berharap hati lelaki yang masih sah menjadi suaminya itu melunak.


"Baiklah, kamu istirahat saja. Aku akan mengerjakan pekerjaanku dirumah ini." Balas Hamzah yang memilih mengalah dan melanjutkan pekerjaannya di ruang kerjanya. Tapi sebelum itu, dia meminta asistennya untuk membawakan semua berkas berkas yang harus ditandatangani kerumah.


"Ternyata semudah ini membuatmu luluh, mas." Lirih Bella di dalam hatinya.


#part ini sedikit dulu ya say, othor lagi kena migran. Insyaallah, besok di kasih bab yang lebih panjang β˜ΊπŸ™


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua

__ADS_1


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❀️

__ADS_1


__ADS_2