Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 78


__ADS_3

"Aamiin, terimakasih banyak untuk doanya, Bu." Sahut Bella ramah dengan senyuman hangat.


Setelah kepergian Bu Windi, Bella sama bi Titin siap siap untuk pergi ke yayasan, karena anak anak dan Muthia sudah menunggu kedatangannya di yayasan. Sebelum berangkat, Bella mengirimkan pesan meminta ijin terlebih dulu pada sang suami. Hamzah tak keberatan dan senang dengan aktifitas istrinya saat ini.


"Mas, kenapa kok senyum senyum sendirian?" Anniyah menatap heran pada Hamzah yang terlihat tersenyum sendirian dengan menatap ponselnya.


"Gak papa, cuma merasa bersyukur dan senang dengan perubahan, Bella. Dia sekarang jauh lebih baik. Barusan dia pamit mau ke yayasan temannya, dia ingin menghabiskan waktunya bersama anak anak yatim disana. Semoga hatinya jauh lebih baik, agar dia tidak terus sedih dengan pikiran macam macam karena belum juga bisa hamil." Jelas Hamzah panjang lebar, membuat Anniyah menarik nafasnya dalam dan mengangguk kecil menanggapi ucapan suaminya.


"Bintang masih tidur?" Sambung Hamzah yang menatap lekat wajah istri keduanya.


"Sudah bangun, masih mandi sama Ayu." Sahut Anniyah dengan suara lirih.


"Ada apa, apa kamu tersinggung karena aku membahas soal Bella?" Hamzah menatap manik coklat milik Anniyah lekat, mencari jawaban di dalam sana.


"Gak mas, aku cuma kepikiran sama mbak Bella saja. Aku tau pasti dia sangat sedih banget, dan aku merasa gak enak sama dia, takutnya kehadiran Bintang semakin membuatnya terluka." Balas Anniyah lirih, hatinya dihinggapi cemas saat teringat dengan kakak madunya, selama ini Bella sudah tidak pernah lagi menemui Anniyah, terakhir kali saat Anniyah melahirkan, Bella datang sebentar untuk menjenguk dan mengucapkan selamat, tapi setelah itu, Bella sudah tidak pernah menemui Anniyah.


"Untuk itu, aku berharap kamu juga mau membantuku menjaga perasaannya. Jangan bawa Bintang di depannya, karena saat bersamanya pun, aku tidak pernah membahas tentang kamu dan Bintang. Dia sangat tertekan dengan pemikirannya sendiri. Dan kita harus memaklumi semua itu."


"Iya, mas. Aku mengerti." Sahut Anniyah yang lagi lagi harus dipaksa memahami kakak madunya.


Selama ini, Anniyah sudah berusaha untuk menutupi lukanya, meskipun Hamzah selalu bersikap manis padanya, dan selalu berusaha adil pada istri istrinya. Namanya hati perempuan, akan pasti ada rasa cemburu dan sakit saat suaminya membicarakan dan mencemaskan wanita lain, meskipun itu istrinya sendiri. Bella yang begitu menjaga jarak dengannya, membuat Anniyah kadang kepikiran dan merasa bersalah dengan perempuan cantik itu.


"Besok aku akan ada kunjungan ke pabrik yang ada di Surabaya. Hanya semalam saja aku tidak pulang, karena siangnya aku sudah ke sini lagi. Kamu gak papakan kalau waktu bersama kita berkurang karena ini?" Tanya Hamzah hati hati, takut jika membuat istrinya marah.


"Gak papa, mas. Kamu kan juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kami. Insyaallah aku iklas." Sahut Anniyah dengan senyuman hangat.


"Terimakasih sayang, kamu bisa kerumahnya mama kalau disini kesepian. Mama sama papa pasti senang, karena ada Bintang." Sambung Hamzah yang sudah menggenggam jemari tangan istrinya.


"Aku gak papa kok, lagian ada mbok Atun dan juga Ayu yang menemani. Lagian besok pasti mama dan Rena main kesini, jadwal mereka main dengan Bintang. Karena mama pasti rutin datang setiap hari Rabu sepulang dari tokonya." Sahut Anniyah dengan wajah bahagia. Kasih sayang mertuanya telah membuatnya kuat menjalani ujian rumah tangganya.


"Baiklah, senyamannya kamu saja. Yang penting kamu dan Bintang bahagia." Sahut Hamzah lembut dan langsung berdiri saat melihat Bintang berjalan ke arahnya dengan sikap lucunya.

__ADS_1


"Anak papa, wah harum banget nih. Habis mandi ya?" Sambut Hamzah yang langsung meraih tubuh gembul anaknya yang tengah berlari kecil ke arahnya.


"Papa, mam." Sahut Bintang dengan bahasanya yang belum begitu jelas. Bintang sudah terbiasa sehabis selesai mandi pasti minta makan.


"Bentar, ya. Biar mama ambilkan makannya dulu. Bintang sama papa dulu." Sahut Anniyah yang langsung tanggap dengan maksud anaknya. Bintang tertawa dan bermain dengan papanya begitu ceria.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan dilain tempat, Bella yang baru saja sampai di yayasan disambut hangat sama Muthia dan para pengurus panti lainnya. Dan kebetulan ada Amir juga disana. Amir adalah seorang TNI yang dulu pernah ada rasa dengan Muthia, bahkan sampai sekarang usianya yang hampir menuju empat puluh tahun, Amir belum juga menikah. Dia masih betah sendiri karena belum menemukan wanita yang bisa menyentuh hatinya setelah kehilangan Muthia yang menikah dengan pengusaha kaya. Amir adalah salah satu orang penting di yayasan, karena dia adalah donatur terbesar di yayasan milik Muthia. Hubungan Amir dan Muthia sudah seperti teman baik, bahkan Amir juga dekat dengan suami Muthia. Untuk selengkapnya bisa baca cerita Wanita Kedua yang sudah tamat, untuk mengetahui jalan cerita tentang siapa Muthia, Amir dan Aswin.


"Terimakasih sudah berbagi kebahagiaan bersama anak anak kami, Bel. Semoga kamu sehat dan semakin lancar rejekinya." Sambut Muthia yang memeluk Bella hangat setelah mereka berhadapan. Sedangkan barang bawaan Bella sudah diturunkan oleh para pegawai dan juga satpam untuk di bawa ke dalam.


"Setelah ini aku mau cerita, bisa?" Sahut Bella yang kembali akrab dengan Muthia setelah sekian tahun tidak bertemu.


"Ayuk masuk dulu, kamu harus bahagia melihat anak anak disini. Insyaallah kamu akan menemukan sesuatu yang indah dengan tingkah mereka." Balas Muthia yang menggandeng tangan Bella untuk masuk ke dalam. Sedangkan bi Titin sudah bergabung dengan para pengurus yayasan di dalam untuk membagikan makanan yang tadi dibawa oleh Bella untuk mereka.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Novel baru :


#Sahabat Benalu


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

__ADS_1


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2