
"Ini bagus banget, mas. Aku sangat menyukainya, Terimakasih banyak, mas." Pekik Bella senang saat melihat cincin berlian hadiah dari suaminya.
"Alhamdulillah kalau kamu suka, tadi aku juga sudah mengirim uang perawatan untukmu. Kamu boleh menyenangkan tubuhmu di salon setelah benar benar pulih." Sambung Hamzah yang semakin membuat Bella memekik senang.
*********************************
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah dua tahun mereka menjalani pernikahan poligami, Anniyah sudah melahirkan bayi laki laki yang tampan dan sehat, Hamzah memberinya nama Bintang. Kini usia Bintang beranjak delapan belas bulan, dia tumbuh sehat dan cerdas. Sedangkan Bella masih juga belum dikaruniai seorang anak, meskipun dia sudah tidak menggunakan KB lagi. Bella benar benar berubah, dia sudah tidak pernah kumpul kumpul tak jelas bersama teman temannya yang dulu. Pakaiannya juga sudah lebih tertutup, dan Bella juga semakin rajin belajar agama. Bella sudah menjadi pribadi yang benar benar diharapkan oleh Hamzah. Meskipun rasa cemburu di hatinya pada kebahagiaan Anniyah sering melukai perasaannya.
"Sayang, kenapa dari tadi cuma diam saja?
Ayo dihabiskan makanannya, bukankah kita harus pergi ke dokter?" Hamzah menatap wajah murung istri pertamanya dengan tatapan iba. Hamzah paham apa yang tengah dirasakan oleh Bella saat ini. Sudah berulangkali mereka melakukan segala upaya untuk mendapatkan anak, namun belum juga ada hasilnya.
"Mas, apa kamu kecewa denganku yang belum bisa memberikan kamu anak seperti Anniyah?" Tanya Bella lirih, wajahnya sudah terlihat mendung dan matanya nampak berkaca kaca.
"Anak adalah murni keputusan dari Alloh, jika kita belum diberi kepercayaan, aku juga bisa apa?
Kita akan terus mencobanya, kita sama sama sehat, cuma mungkin butuh waktu saja. Aku tidak kecewa atau marah karena kamu belum bisa memberikan aku keturunan. Jangan terlalu dipikirkan, karena itu bisa jadi pemicu kesedihan. Aku gak mau kamu bersedih hanya karena hal ini." Sahut Hamzah lembut, yang berusaha untuk mengerti perasaan Bella saat ini.
"Terimakasih, mas. Maafin aku kalau belum bisa membuatmu bahagia dengan kehadiran anak dirumah ini." Isak Bella yang sudah meneteskan air mata.
"Sudahlah, masih banyak waktu. Kita akan terus berusaha dan berdoa. Semoga Alloh mengabulkan harapan kita untuk memiliki anak." Sahut Hamzah lembut sambil memeluk tubuh ramping sang istri.
"Hari ini, aku tidak ingin pergi ke dokter, mas. Jujur aku lelah dan hampir menyerah. Aku akan berusaha berikhtiar dengan jalur langit. Merayu Gusti Alloh agar iba pada wanita penuh dosa ini." Balas Bella dengan sesenggukan, raganya telah capek begitu juga dengan hatinya yang kian rapuh. Bella sudah benar benar pasrah dengan takdirnya.
"Senyamannya, kamu. Tapi perlu kamu tau, aku tidak pernah memaksa dan menuntut kamu harus punya anak. Aku sudah bahagia dengan perubahan kamu saat ini, jujur aku sangat beruntung dicintai wanita sepertimu. Tetaplah seperti ini, karena aku bahagia berada di dekatmu." Sahut Hamzah yang mencoba untuk memberi kenyamanan pada istrinya yang tengah down dan hilang rasa percaya dirinya.
"Mas, aku ijin untuk menggunakan uang tabunganku untuk memberikan sumbangan pada anak anak yatim, ya? Aku ingin berbagi bersama mereka, mungkin dengan dekat dengan mereka, aku bisa merasakan rasanya menjadi seorang ibu. Semoga kamu memberikan ijin kamu, mas." Lirih Bella yang mencoba untuk mencari kesibukan buat mengusir rasa sepinya dengan anak anak yatim di yayasan binaan salah satu temannya. Disana banyak anak anak balita dan anak anak yang masih SD. Bella merasa tersentuh dan ingin mencurahkan kasih sayangnya pada anak anak yang kurang beruntung disana. Ada salah satu anak yang telah mencuri hatinya. Amel, balita berusia tiga tahun dengan wajah gembul dan kulit putihnya. Bella sudah jatuh hati saat pertama kali melihatnya, sejak saat itu Bella terus kepikiran dan ingin terus menggendongnya. Sehingga dia memutuskan untuk menjadi donatur tetap di yayasan yatim piatu Al Anwar tersebut. Yayasan yang dikelola oleh Muthia, temannya sewaktu di kampung dulu.
"Bebas, sayang. Uang itu milikmu, jika kamu ingin gunakan untuk kebaikan, insyaallah aku selalu ridho. Lakukan kegiatan kegiatan positif agar hatimu tenang dan kamu juga bahagia." Sahut Hamzah yang senang mendengar niat baik istri pertamanya.
__ADS_1
"Terimakasih, mas." Balas Bella lirih, yang kini sudah mulai tenang dan berhenti dari menangis.
*********************
"Bik Titin, besok ikut ke pasar ya?
Kita akan belanja banyak, karena aku ingin bikin makanan buat anak anak yayasan Al Anwar. Besok jadwal mas Hamzah sudah sama dengan Anniyah lagi. Aku ingin menyibukkan diriku dengan hal lain yang insyaallah akan memudahkan jalanku untuk merasakan kedamaian." Bella sudah ada di dapur dengan bik Titin yang sibuk mengupas kentang buat dimasak untuk makan malam. Sedangkan Hamzah masih sibuk dengan pekerjaannya di depan layar laptopnya diruang kerjanya.
"Iya, Bu. Bibi ikut senang kalau Bu Bella semangat lagi, insyaallah usaha tidak akan mengingkari hasil. Yang penting itu niat yang disertai dengan sabar, syukur dan iklas." Balas Bi Titin bijak, wanita paruh baya itu kini sudah mulai dekat dan senang dengan kepribadian Bella yang baru. Mereka bahkan sering berbincang seperti ibu dan anak saat Hamzah giliran bersama Anniyah. Sedangkan Bu Lasmi, memilih pulang ke rumahnya sendiri, tidak ingin terus menerus mencampuri urusan anaknya. Bu Lasmi yang punya usaha toko sembako dan juga laundry tengah sibuk sibuknya, karena usahanya semakin rame saja. Hijrahnya membuat semakin nyaman dan menjalani kehidupan yang tenang.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
__ADS_1
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1