Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 71


__ADS_3

Saat Bella membuka matanya, nampak Hamzah tengah memejamkan matanya bersender pada bahu kursi. Sedangkan Bu Lasmi tengah fokus pada layar ponselnya. Bu Widya sudah pulang dari sepuluh menit yang lalu bersama Rena, karena harus mengurus suaminya yang sedang kurang sehat.


Bella terdiam, menatap kosong pada langit langit kamar dengan perasaan yang berkecamuk. Pikirannya melayang kemana mana, tanpa disadari air matanya sudah menetes begitu saja. Menyesal dan terluka telah membuat dadanya kian sesak. Nyatanya dia kalah dengan kesombongannya sendiri.


"Kamu sudah sadar, nak?" Bu Lasmi yang baru menyadari langsung membuka suaranya. Membuat Hamzah ikut membuka matanya untuk melihat keadaan Bella.


"Mau minum, atau makan?" Sambung Bu Lasmi dengan wajah sayu, menatap iba pada putrinya yang terlihat frustasi.


"Enggak, ma. Kepalaku pusing." Lirih Bella yang enggan melihat kearahnya Hamzah. Takut jika hatinya akan semakin perih.


"Kenapa aku diselamatkan, ma?


Harusnya aku mati saja, daripada harus menanggung rasa sakit ini. Aku gak sanggup, terlalu berat untukku." Sahut Bella dengan suara bergetar, air matanya semakin deras mengalir.


"Istighfar, Bella. Istighfar, nak." Lirih Bu Lasmi sedih melihat keterpurukan anaknya. Hamzah masih memilih diam menyimak obrolan ibu dan anak itu.


"Ma, apa aku masih pantas dimaafkan?


Dosaku terlalu banyak dan kesalahanku juga sangatlah fatal. Aku, aku menyesal." Bella menatap Bu Lasmi lemah, suaranya terbata karena menahan Isak tangis yang begitu meranggas dadanya.


"Tetaplah bertahan, jalanmu masih panjang, Bella. Jika memang kamu berniat baik untuk berubah, percayalah Tuhan pasti akan membuka pintu rahmat-Nya. Mama akan dampingi kamu, nak. Kita sama sama memperbaiki semuanya, ya?" Sahut bu Lasmi tulus, dan benar benar ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


"Terimakasih, ma." Sahut Bella lirih, sedikitpun tak berani mengalihkan pandangannya untuk menatap ke arah suaminya. Takut jika hatinya akan semakin terluka.


"Jangan pernah berpikiran pendek dengan mengakhiri hidupmu sendiri, Bella. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Kamu hanya cukup bersabar dan introspeksi diri untuk memperbaiki semuanya." Sahut Hamzah yang mulai membuka suaranya.


"Maafkan aku, aku benar benar putus asa." Balas Bella yang masih tak berani menatap wajah Hamzah. Sebisa mungkin dia ingin menghindari wajah tampan suaminya yang mungkin akan segera pergi meninggalkan dirinya.


"Berubah Lah, karena aku masih berharap kamu menjadi istri yang baik untukku." Sambung Hamzah yang menatap lurus ke arah Bella yang kaget dengan ucapannya.


"Maksud kamu, mas?


Apa kamu akan memaafkan aku dan kita tidak jadi bercerai?" Tanya Bella memastikan ucapan suaminya barusan.


"Iya, aku akan memberikan kesempatan sekali lagi pada kamu. Dan tolong jaga baik baik kepercayaan itu. Terimalah Anniyah sebagai madumu, karena bagaimanapun dia istriku dari jalan yang kamu buat sendiri. Berdamai lah dengan hati dan keadaan." Sahut Hamzah yang memang sudah memutuskan apa yang harus dilakukan.


"Terimakasih, mas. Aku akan berusaha." Sahut Bella yang menyimpan perih kala harus diminta berbagi dengan wanita lain, meskipun itu karena kesalahannya sendiri.

__ADS_1


"Tenangkan dirimu, renungi apa saja yang sudah menjadi kesalahan kamu. Ambil hikmahnya, karena tidak akan rugi sedikitpun ketika kita mau bersabar dan introspeksi lalu memperbaiki diri. Dan satu lagi, ketika kamu menerima untuk kita memulai dari awal, tolong patuhi aturan ku setelah ini sebagai kepala keluarga. Aku akan berusaha adil untuk kamu dan Anniyah." Sambung Hamzah serius, Bella hanya mengangguk meskipun hatinya berontak. Bu Lasmi yang mendengarnya saja ikut merasakan sesak, karena berbagi suami tidaklah mudah bagi seorang wanita. Namun mau bagaimana lagi, Bella sendiri yang sudah memulainya. Bu Lasmi hanya bisa mendesah, mencoba untuk mengerti keputusan anak dan menantunya. Tak lagi terlalu ingin ikut campur, biarlah semua mereka putuskan dan selesaikan dengan cara mereka sendiri.


***********************************


"Mas, bagaimana keadaan mbk Bella?" Anniyah menyambut kedatangan Hamzah dengan wajah cemas, kabar Bella yang ingin bunuh diri sudah dia dengar dari mbok Atun.


"Alhamdulillah sudah membaik. Kamu bagaimana kabarnya dengan si dedek?" Sahut Hamzah santai, dengan menunjukkan wajah setenang mungkin.


"Alhamdulillah kami baik baik saja, cuma Dede sudah mulai aktif bergerak di dalam sana." Sahut Anniyah dengan senyum sumringah, teringat bagaimana bayi dalam kandungannya yang mulai menendang nendang. Itu adalah hal yang teramat dia sukai, momen yang sangat penting dan membahagiakan untuk dirinya.


"Oh iya? Alhamdulillah, itu artinya dia sehat dan bahagia di perut bundanya." Balas Hamzah yang meraba perut Anniyah yang sudah besar.


"Kamu masak apa hari ini?


Aku lapar dan ingin makan masakan istriku." Sambung Hamzah yang memang merindukan masakan Anniyah.


"Bikin sayur SOP daging sama bikin bakwan, mas. Mas Hamzah, mau?


Biar aku siapkan, kebetulan baru saja mateng." Sahut Anniyah dengan senyum manis.


Setelah selesai makan, Hamzah mengajak Anniyah untuk bicara. Dia merasa harus membicarakan keputusannya bersama Anniyah perihal Bella. Karena bagaimanapun, Anniyah berhak tau, apalagi dirinya sempat bilang kalau mau menceraikan Bella.


"Apa yang ingin mas, bicarakan?" Anniyah membuka obrolan setelah beberapa menit mereka hanya saling diam dengan pikiran masing masing. Mereka tengah duduk santai di teras belakang rumah. Tempat yang jadi favorit Anniyah, karena banyak sekali tanaman hias yang dia tanam disana, berbagai macam bunga kesukaannya menghiasi halaman belakang rumahnya. Sejuk dan terlihat begitu asri, Anniyah memang sangat menyukai bunga dan begitu telaten merawatnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Sahabat Benalu


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua

__ADS_1


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2