
Malam yang hening, dilalui oleh Anniyah dengan perasaan hampa. Pikirannya terlalu kacau untuk menentukan jalan mana yang harus ia tempuh. Tak dipungkiri, sebagai seorang wanita dia merasa nyaman hidup bersama dengan Hamzah. Menemukan cinta dan segala fasilitas kemewahan.
Belum di sisi lain, Anniyah merasa bimbang dan juga merasa bersalah, jika Hamzah dan Bella benar akan berpisah. Apalagi, Bella sudah menunjuk dirinya adalah penyebab keretakan rumah tangganya.
"Mbak, kok belum tidur?
Mbak Anniyah kenapa, ada masalah?"
Ayu yang melihat sang kakak tengah duduk termenung di teras belakang rumahnya, berjalan menghampiri dengan banyak pertanyaan dipikirannya.
"Kamu sendiri kenapa juga belum tidur, ini sudah malam?" Sahut Anniyah yang menatap lekat wajah sang adik.
"Tadi haus, ambil minum di dapur. Lihat mbak duduk sendirian diluar, jadi aku kesini. Ada apa?" Balas Ayu yang membalas tatapan Anniyah tak kalah lekat.
"Gak papa, hanya belum ngantuk saja." Sahut Anniyah yang enggan membagi bebannya pada sang adik.
"Jangan bohong mbak. Aku tau, mbak Anniyah sedang memikirkan sesuatu, cerita sama Ayu, barangkali Ayu bisa kasih solusi." Sambung Ayu yang berusaha untuk mengorek jawaban jujur kakaknya.
"Gak ada apa apa, lagi pingen sendiri saja. Kamu gak usah khawatir kayak gitu." Sahut Anniyah terkekeh pelan, menyembunyikan duka yang tengah dirasakan.
"Mbak selalu menyimpan semuanya sendiri, tanpa mau membagi denganku. Aku sudah besar mbk, insyaallah aku akan belajar untuk mengerti dan menjadi teman dalam segala situasi buat, mbk." Balas Ayu yang terlihat serius.
"Mbak gak papa, Ayu. Sudah sana kembali tidur, mbak juga mau tidur." Sahut Anniyah yang masih menyembunyikan dukanya, karena berpikir jika adiknya tidak perlu tau masalah yang dia hadapi, demi menjaga kesehatannya.
"Mbak Anniyah selalu gitu. Yasudah, tapi mbak harus janji ya, kalau ada masalah bagi sama Ayu, oke?" Balas Ayu pada akhirnya, dia menyerah membujuk sang kakak agar mau menceritakan keluh kesahnya.
"Iya, adikku sayang. Yasudah, ayok tidur." Ajak Anniyah yang menyeret lengan Ayu masuk kedalam rumah, dan mereka berpisah di kamar masing masing.
**************************
"Kamu darimana, kok belum tidur?" Sambut Hamzah saat melihat Anniyah memasuki kamar.
"Loh, kamu terbangun ya, mas?
Maaf, tadi aku lagi cari angin, duduk di teras belakang." Sahut Anniyah jujur tanpa menjelaskan tentang kegundahan hatinya.
"Ibu hamil tidak baik berada diluar malam malam. Kamu apa ada yang sedang dipikirkan?" Tanya Hamzah dengan tatapan menyelidik.
"Gak ada, mas. Cuma belum ngantuk saja, jadi ya itu cari angin sama cari inspirasi buat lanjutan cerita aku." Balas Anniyah tenang, mencari alasan yang tepat tanpa harus membuat suaminya kepikiran.
__ADS_1
"Yasudah, sekarang tidur gih. Sudah malam." Sambung Hamzah yang kembali merebahkan tubuhnya. Anniyah berlahan menyusul merebahkan diri tepat disamping Hamzah. Mereka memejamkan mata tanpa saling bersentuhan. Kondisi hati dan pikiran sama sama sedang tidak baik baik saja. Larut dengan pikiran masing-masing.
***********************
"Mas, kembalilah. Aku merindukan kamu yang dulu. Yang selalu memujaku, menuruti keinginanku dan selalu bersikap hangat penuh kelembutan. Aku rindu, mas." Lirih Bella yang terisak dalam penyesalan. Bella sadar, jika ternyata kehadiran dan keberadaan Hamzah dalam hidupnya sungguh sangat berarti.
"Harusnya aku tidak melakukan hal bodoh dengan mendatangkan Anniyah di dalam rumah tanggaku. Dan aku tidak menuruti hawa nafsuku yang lebih suka bersenang senang diluar sana. Kini aku menyesal setelah tau jika rasanya akan sesakit ini." Bella terus bergumam sendirian dengan air mata yang tak berhenti menetes.
"Haruskah aku menerima perpisahan ini, sedangkan aku tau jika hatiku nyata nyata menolaknya. Aku tidak bisa berpisah dengan suamiku, tidak." Bella kembali meratapi nasibnya, air mata yang terus mengalir hingga membuat dadanya sesak. Sangking lelahnya, Bella tanpa sadar tertidur dengan tubuh tengkurap memeluk bantal.
****************
"Bella, sudah siang, nak. Ayo bangun, sarapan dulu. Kamu tidak bisa kayak gini terus, menyiksa dirimu sendiri seperti ini. Masalah itu dihadapi, bukan cuma diratapi. Bangun, nak." Bu Lasmi berjalan menghampiri Bella yang masih terpejam, kini posisi tidurnya sudah berubah miring.
"Astaga, badanmu panas sekali, Bella.
Bik, Bik Titin, tolong ambilkan air hangat bik." Teriak Bu Lasmi yang langsung panik saat mengetahui putrinya demam tinggi. Bi Titin yang mendengar teriakkan Bu Lasmi, bergegas mengambil air hangat yang ditaruh di baskom kecil beserta kain untuk mengompres.
"Bu Bella, kenapa, Bu?" Tanya bi Titin yang datang tergopoh membawa apa yang diminta Bu Lasmi barusan.
"Badannya panas tinggi, bik. Tolong buatkan bubur ya, biar Bella bisa minum obat setelahnya." Sahut Bu Lasmi yang begitu khawatir.
"Entahlah, bik. Apa Hamzah masih mau perduli dengan istrinya atau tidak. Aku ragu mau menghubunginya." Sahut Bu Lasmi lirih.
"Coba saja dulu, Bu Lasmi. Saya yakin, pak Hamzah laki laki yang bertanggung jawab dan baik. Insyaallah beliau akan datang untuk melihat keadaan Bu Bella. Lagipula mereka masih sah suami istri." Sahut bik Titin bijak.
"Baiklah bik, akan aku coba menghubungi Hamzah." Sahut Bu Lasmi yang tersenyum tipis, sifat angkuh dan judesnya entah hilang kemana.
Dengan ragu ragu, Bu Lasmi mengambil ponselnya Bella, mencari kontak Hamzah dan memencetnya dengan tombol panggil. Dalam dering ke tiga, panggilannya langsung terjawab. Suara bariton sang menantu terdengar dingin dan kaku di ujung sana.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Sahabat Benalu
Novel on going :
__ADS_1
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️