
Dua minggu berlalu, kini Bella sudah membawa Amel ke rumahnya. Hari harinya jadi berwarna, Bella sangat bahagia karena Amel mampu membuatnya merasakan nikmatnya menjadi seorang ibu.
"Bu, besok mau dimasakin apa anak anak?" Bi Titin menghampiri Bella yang sedang menyuapi Amel di halaman belakang rumahnya.
"Bikini rendang saja lah, bi. Tambahin mie sama sambal goreng kentang, anak anak pasti senang. Snack nya kasih brownies kukus sama puding saja." Sahut Bella yang masih menikmati wajah lucunya Amel.
"Kalau begitu, bibi mau pergi ke pasar dulu, beli bahan bahannya, karena stok di kulkas menipis." Sahut bi Titin, dengan mata tak lepas dari melihat tingkah menggemaskan Amel.
"Uangnya masih cukup, bi?" Sahut Bella yang mengalihkan pandangannya pada perempuan paruh baya yang menjadi partner dirumah.
"Masih cukup, Bu." Sahut bi Titin sambil tersenyum.
"Jangan lupa, bilang sama bu Windi juga ya, bi. Besok suruh bantu bantu, karena saya harus jagain Amel, jadi gak bisa fokus bantuin bibi masak." Sambung Bella sebelum bi Titin benar benar pergi.
Bella menatap Amel yang berjalan kesana kemari dengan tubuh gembilnya, ruang kosong di hati Bella kini sudah berwarna lagi. Tak lagi merasakan sedih yang mendera, meskipun hatinya terasa diremas saat mendengar kehamilan Anniyah untuk kedua kalinya. Ya, Anniyah tengah hamil lagi anak kedua. Sekuat hati, Bella menguatkan dirinya untuk tidak iri dengan keberuntungan Anniyah. Bella lebih memilih menikmati hari hari barunya bersama dengan anak angkatnya.
*********************
"Wah, Amel makin chubby saja nih sama mama Bella." Sambut Muthia yang sumringah menerima kedatangan Bella dengan tujuan rutinnya yaitu membawakan makanan sehat buat anak anak di panti.
"Alhamdulillah, aku juga senang melihat Amel nyaman bersamaku, Thia. Amel sudah mengubah hari hariku menjadi berwarna." Sahut Bella yang mencium pipi gembilnya Amel dengan sayang.
"Alhamdulillah, yuk masuk. Kebetulan di dalam ada mas Aswin." Sahut Muthia yang menggandeng Bella untuk masuk ke dalam dan bertemu dengan suaminya yang tengah ngobrol dengan Amir.
Mereka saling menyapa, lalu Muthia mengajak Bella masuk ke dalam ruangannya agar leluasa berbicara sesama perempuan. Sedangkan Amel sudah turun dari gendongan Bella dan memilih bermain dengan teman temannya yang lain.
"Apakah apa yang terjadi padaku saat ini adalah karma yang harus aku terima?
Maduku hamil anak kedua, sedangkan aku belum sama sekali." Lirih Bella membuka obrolannya bersama Muthia.
"Istighfar, Bella. Mungkin hanya belum saatnya saja, nikmati saja waktumu saat ini, insyaallah kamu pun juga akan hamil dan memiliki seorang anak dari rahimmu. Percayalah, semua akan baik baik saja." Balas Muthia yang langsung menenangkan hati Bella dengan kalimat kalimat bijaknya.
"Aku yakin kok, kamu pasti bisa hamil. Percayalah, jangan stres dan jangan banyak pikiran, agar hatimu tetap baik baik saja. Makin mendekatkan diri pada yang maha kuasa, insyaallah pikiran dan hati akan menemukan ketenangan." Sambung Muthia yang kini sudah menggenggam jemari tangan milik Bella dengan lembut.
__ADS_1
"Entahlah, Thia. Terkadang aku suka menangis sendirian dan protes pada Tuhan, kenapa harus aku?
Kenapa begini, kenapa begitu? Rasanya ini tak adil, sakit banget. Sampai sampai dada terasa sesak hanya sekedar untuk bernafas." Balas Bella yang mencurahkan isi di dalam pikirannya.
"Sabar, berusaha ikhlas lah." Sahut Muthia yang tak bisa berkata apa-apa lagi, karena tau bagaimana rasanya di posisi Bella saat ini. Pasti sakit, berat dan sangat melelahkan. Namun itulah pilihannya, jalan yang pernah dia pilih dengan keputusannya sendiri, kini harus dia terima konsekuensinya.
"Iya, aku sedang berusaha untuk bersikap masa bodoh, membuang perasaan iri dan cemburu pada Anniyah, dengan menyibukkan diri merawat Amel. Amel adalah dunia baruku, meskipun begitu bersamanya aku menjadi kuat dan bisa melalui semua dengan lebih baik. Besok giliranku bersama mas Hamzah, kami sudah merencanakan liburan ke luar negri, tidak jauh jauh, ke Singapura untuk sekedar melepas rasa penat yang semakin menumpuk di otak." Balas Bella dengan tersenyum, mengingat kalau akan pergi liburan bersama sang suami dan mengajak Amel untuk pertama kalinya. Membayangkan saja, Bella sudah begitu bahagia.
"Alhamdulillah, lebih baik begitu. Isi pikiran dan hati dengan hal hal positif, itu akan membuat kita bahagia dengan cara kita sendiri. Karena bahagia kita sendiri yang menciptakan, semoga liburannya menghasilkan benih yang selama ini kamu inginkan, Aamiin. Bahagia lah, Bel." Sahut Muthia sambil mengusap lembut lengan Bella yang tersenyum hangat menatap wajah teduh Muthia.
****************************
Sedangkan di lain tempat, Hamzah tengah bersama Anniyah, mereka menghabiskan waktu bersama, sebelum Hamzah kembali lagi ke kantor.
"Gimana, mas, semua persiapan sudah beres?" Tanya Anniyah yang tengah merapikan diri di depan cermin riasnya, mereka baru saja menghabiskan waktu berdua melepaskan apa yang seharusnya dilepaskan sebagai suami istri.
"Alhamdulillah, sudah. Semua sudah di urus sama Ferdy. Kamu dirumah baik baik, nitip anak anak." Sahut Hamzah yang menatap lekat wajah ayu istrinya dari pantulan kaca.
"Kamu tenang saja, mas. Anak anak aman bersamaku. Semoga, dengan liburan kali ini, mbak Bella bisa hamil. Aku kadang merasa sungkan dan serba salah, aku sudah hamil dua kali dan itu membuatku takut semakin membuatnya terluka." Lirih Anniyah yang mengutarakan isi hatinya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Sahabat Benalu
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
__ADS_1
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️