
"Lalu, apa yang ingin ibu lakukan?
Hamzah sudah memutuskan apa yang seharusnya Hamzah lakukan. Bukankah ibu juga sudah tau, apa yang Bella lakukan selama ini?
Dan untuk Anniyah, dia datang bukan atas keinginannya ataupun keinginanku, tapi putri ibu sendiri yang menginginkan dan membawa Anniyah dalam hubungan kami.
Hamzah harap, ibu pun tidak lupa, kalau ibu juga ikut andil dalam masalah itu." Sahut Hamzah tenang, dengan senyuman tipis dibibirnya.
Membuat Bu Lasmi semakin geram dan tidak bisa berkata kata lagi. Hamzah sudah benar benar berubah dan tidak bisa dikendalikan lagi seperti dulu.
"Kenapa kamu sekarang berubah begini, Hamzah?
Apa kamu sudah tidak mencintai anak ibu?" Sahut Bu Lasmi yang langsung mengubah wajahnya menjadi sendu.
"Kalau Hamzah sudah tidak mencintai Bella.
Pasti saat ini sudah Hamzah tinggalkan putri ibu, karena apa yang sudah dilakukannya sangat keterlaluan.
Jangan pernah berpikir kalau saya diam saja lantas terima begitu saja perbuatan kalian. Tolong, jangan pernah bersikap melebihi batasan kalian." Hamzah menatap tajam ke arah ibu mertuanya yang langsung meneguk ludahnya. Tak percaya jika sang menantu yang selama ini begitu patuh bisa berkata kasar dihadapannya tanpa rasa sungkan lagi.
"Pikirkan baik baik, Bu.
Jangan sampai saya berbuat lebih dari ini.
Permisi, saya harus ke kantor sekarang." Sambung Hamzah yang mengukir senyum tipis dan meninggalkan ibu mertuanya yang masih shock mendengar ucapannya.
"Mas, mau berangkat ke kantor sekarang?
Ini kan masih jam tujuh kurang." Bella menatap heran pada suaminya, mereka berpapasan di ruang keluarga.
"Iya, aku harus kerumah Anniyah dulu. Ambil berkas yang tertinggal disana." sahut Hamzah santai, meskipun tau kalau istrinya akan protes bahkan tak suka. Hamzah tak lagi mau ambil pusing dengan kemarahan Bella, tak lagi mau terus berada dalam kendali sang istri. Lagian juga bukan salahnya kalau mulai menaruh perasaan pada istri keduanya. Kehadiran Anniyah juga atas kehendak Bella sendiri, bahkan Hamzah sudah membakar surat perjanjian yang pernah dibuat.
"Mas!
Jawab jujur, apa kamu mulai ada rasa sama Anniyah?" Bella menatap tajam pada Hamzah yang masih bersikap tenang.
"Saat ini aku masih belum yakin, tapi bukan berarti tidak, bisa jadi rasa itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Anniyah bukan perempuan yang buruk untuk dicintai. Dia paham agama dan tidak pernah bicara kasar, dan tau bagaimana memuliakan seorang suami." sahut Hamzah sengaja menguji istrinya sekaligus menyindirnya.
"Apa kamu menganggapku istri yang buruk?
Kenapa nada bicaramu seolah aku ini tidak baik sebagai seorang istri?
Keterlaluan kamu, mas!" Balas Bella yang kini sudah meninggikan suaranya lantaran emosi mulai menguasai hatinya.
"Masih terlalu pagi untuk marah marah, Bella.
Belajarlah mengendalikan emosi mu.
Dan mulailah belajar menerima Anniyah sebagai madumu yang sebenarnya." Sahut Hamzah masih dengan sikap tenangnya.
"Aku tidak suka suamiku mencintai perempuan lain.
__ADS_1
Aku tidak terima jika harus berbagi rasa juga harta dengan wanita gak jelas seperti Anniyah.
Pokoknya aku tidak mau, ya mas.
Tolong hargai perasaanku sebagai istri kamu." Teriak Bella dengan wajah yang sudah merah padam, membuat Bu Lasmi dan bi Titin berlarian mendekat ke arah mereka.
"Semua kamu sendiri yang mengawali, aku hanya meneruskan keinginan kamu itu.
Jadi, jangan banyak protes, terima saja akibatnya.
Sudahlah, aku harus pergi sekarang." Sahut Hamzah yang tak ingin memperpanjang perdebatan karena hanya akan menguras emosinya.
"Mas, tunggu!" Bella berusaha menghentikan langkah Hamzah yang akan menuju mobilnya.
"Ada apa lagi, Bella?
Bukankah kamu sudah menyetujui keputusan yang aku ambil, semalam?
Tapi kenapa kamu ribut kembali?"
"Aku akan ke salon untuk merilekskan pikiran, karena ini sangat menyiksaku dan membuatku tertekan. Tolong transfer uang ke rekeningku, mas." Balas Bella dengan mimik tanpa dosa dan seolah tidak terjadi apa apa, membuat Hamzah mengerutkan keningnya karena tak habis pikir dengan apa yang ada di otak istri pertamanya itu.
"Uang?
Bukankah belum ada seminggu aku sudah mentransfer ke rekening kamu sebesar lima puluh juta, apa itu sudah habis?" Sahut Hamzah dengan tatapan penuh selidik, membuat Bella jadi salah tingkah dan gugup.
"Itu, anu, uangnya kemarin buat beli perhiasan, jadi sudah habis." Sahut Bella tergagap mencari alasan.
Bukannya perhiasan kamu sudah sangat banyak?" kembali Hamzah menjawab dengan wajah datarnya.
"Namanya juga perempuan, mas.
Kalau ada model yang baru, pasti tergoda dan ingin memiliki.
Kenapa kamu jadi banyak tanya begini sih, mas?
Padahal biasanya kamu langsung ngasih kalau aku minta tambahan uang." Sungut Bella dengan wajah masam, semakin membuat Hamzah muak dan terkikis perasaan sayangnya.
"Aku akan kasih sepuluh juta, tapi tidak akan ada lagi tambahan jika uang itu habis.
Kali ini saja aku masih memberikan uang tambahan, karena mulai bulan depan, uang jatah kamu hanya lima belas juta dan harus cukup untuk satu bulan." Balas Hamzah yang sudah mengotak Atik ponselnya untuk mengirimkan uang lewat m banking.
Setelah selesai mentransfer sejumlah uang pada Bella, Hamzah langsung berlalu memasuki mobilnya tanpa mau lagi mendengarkan ocehan istrinya.
"Aaarrrghh, sialan!" teriak Bella tak terima dengan keputusan Hamzah.
"Sudah ibu bilang, rubah sikapmu itu.
Hamzah tidak bisa lagi di atur apalagi dikekang.
Sementara kamu harus ngalah, tunjukkan kalau kamu itu bisa berubah lebih baik, jadi istri yang nurut. Pasti Hamzah akan kembali kamu kuasai lagi." Bu Lasmi mendekati anaknya, mengingatkan bagaimana Bella harus bersikap menghadapi kemarahan Hamzah.
__ADS_1
"Ingat Bella, jangan sampai perempuan itu yang memenangkan hati suami kamu." Sambung Bu Lasmi dengan wajah masam menatap putrinya yang terlihat kacau.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️