
Setelah menghabiskan apel dan mangga, aku mulai menyiapkan bumbu bumbu buat memasak udang asam manis pesenan mas Hamzah. Sedangkan mbok Atun terlihat tengah menyapu rumah dengan telaten. Awalnya beliau ingin membantu memasak, takut kalau aku kecapean karena bekerja, tapi aku tolak, memasak bukanlah pekerjaan yang berat menurutku, apalagi aku memang hobi dan senang memasak, sehingga pekerjaan itu menjadi ringan dijalani.
Udang asam manis, Cha kangkung, goreng tahu menjadi menu andalan untuk makan malam ini. Setelah semua selesai, aku memutuskan untuk mandi dan menunaikan ibadah sholat ashar.
"Wah, ini semua mbak Anniyah yang masak, baunya harum banget, pasti rasanya enak pol ini." Celetuk mbok Atun saat ia berada di dapur, dan aku baru saja keluar dari dalam kamar.
"Insyaallah jos rasanya, mbok. Aku sudah sisihkan bagian mbok, sama pak Ahmad. Tuh ada di dalam lemari kaca. Kalau mbok Atun sudah lapar, makan saja dulu, kerjanya juga sudah beres semua kan?" Sahutku yang berjalan ke arah dapur, berniat mau makan cha kangkung saja buat di gado, tadi sengaja bikin agak banyak karena memang aku sangat doyan dengan masakan itu. Mengambil mangkok dan menuangkan sisa masakan yang masih ada di dalam wajan.
"Mbak Anniyah suka banget sama sayur ya?
Kalau masak sayur pasti deh suka gado gitu." Mboh Atun sudah berdiri di sampingku, sambil memperhatikan tingkahku yang makan dengan lahap cha kangkung yang ada di mangkok.
"Iya, mbok. Dari kecil aku itu suka banget dengan beraneka sayuran, terutama sawi. Mbok tak ikut makan sekalian?
Tadi aku juga kasih banyak buat mbok sama pak Ahmad, sini mbok makan bareng aku."
"Mbok masih belum lapar kok, mbak.
Tadi itu sudah makan pisang goreng sisa tadi pagi. Sekarang masih kenyang. Lihat mbak Anniyah makan dengan lahap saja, sudah buat mbok kenyang."
"Entahlah mbok, kehamilan ini bikin aku laper terus, lihat badanku sudah makin melebar saja."
"Gak papa, itu tandanya sehat. Gemuknya wanita hamil itu seksi loh, mbak. Apalagi, mbak Anniyah terlihat makin berseri dan cantik saja sejak hamil. Pantesan pak Hamzah mulai jatuh cinta, selain cantik, mbak Anniyah itu baik, pendiam, nurut dan pinter masak. Pokoknya best deh jadi istri." Sambung mbok Atun panjang lebar, bicara dengannya sedikit banyak membuatku terhibur dan melupakan kata kata beracun dari mbak Bella tadi. Benar kata mbok Atun, aku tidak perlu terlalu memikirkan kata katanya demi kewarasan mentalku.
"Mbok Atun bisa saja." Akupun tersenyum geli mendengar ocehan mbok Atun yang terdengar sangat menghibur, tak terasa satu mangkok Cha kangkung sudah habis masuk ke dalam perut ini.
"Alhamdulillah, kenyang." Lirihku yang langsung berdiri membawa mangkok bekas makan untuk di cuci, meskipun ada pembantu, aku tidak mau membebankan semua pekerjaan padanya, selagi masih bisa aku kerjakan pasti akan aku kerjakan sendiri.
Mbok Atun pamit untuk mandi, tapi sebelumnya ia membuatkan kopi dulu buat pak Ahmad, sedangkan aku memilih duduk santai di ruang keluarga sambil meneruskan mengetik cerita, masih kurang satu bab lagi untuk di setor hari ini. Meskipun sudah diberi jatah uang bulanan yang cukup banyak sama mas Hamzah, aku tetap meneruskan pekerjaanku menulis novel online, karena itu adalah hobi ku yang sudah aku lakukan satu tahun terakhir ini setelah aku keluar dari kantor karena pandemi dan ada pengurangan karyawan.
Waktu begitu cepat, sudah hampir magrib tapi mas Hamzah tak kunjung datang, mungkin sedang ada pekerjaan banyak sehingga harus lembur.
Tak ingin berpikir buruk, setelah menyelesaikan tulisan, aku tutup kembali laptopku dan pergi ke kamar, bersiap untuk melaksanakan sholat magrib.
Sedangkan Ayu sejak pulang sekolah memilih berada di dalam kamarnya, katanya mau mengerjakan tugas yang menumpuk setelah lama tidak mengikuti pelajaran pasca operasi.
__ADS_1
"Mbak, boleh aku masuk?" Suara Ayu terdengar mengetuk pintu kamar ini, aku baru saja selesai menyelesaikan kewajiban tiga rakaat.
"Masuk saja, Yu. Pintunya tidak dikunci kok." Sahut ku sambil melipat mukena.
"Mbak Anniyah gak makan?
Aku sudah lapar, yuk makan bareng." Rengeknya manja, dengan wajah yang dibuat menggemaskan.
Aku lirik jam yang ada di dinding, pukul setengah tujuh, tapi mas Hamzah belum juga kunjung pulang. Mau mengirim pesan, aku tak punya cukup keberanian, takut mengganggu pekerjaannya.
"Mbak nunggu mas Hamzah ya?
Yasudah, kita makannya nunggu mas Hamzah saja kalau gitu, biar makan bareng." Ayu sepertinya memahami pikiranku.
"Kalau kamu laper, makan saja dulu. Biar mbak saja yang nunggu mas Hamzah."
"Gak ah, gak enak makan sendirian. Biar ayu makan buah saja dulu, buat ganjal perut. Paling juga sebentar lagi, mas Hamzah pulang." Sahut adikku dengan wajah ceria, lalu dia keluar lagi dari kamarku.
Entahlah, kenapa perasaan ini mulai gelisah memikirkan mas Hamzah yang belum pulang, padahal tadi saat mau berangkat bilang kalau mau dimasakin dan akan langsung pulang kesini.
"Sepertinya mas Hamzah masih sibuk, kita makan saja dulu. Mbak juga sudah lapar." Ayu menoleh, lalu mengangguk dan langsung berdiri mengikuti langkahku menuju ke dapur. Kami makan dalam hening, Ayu terlihat begitu lahapnya, sedangkan aku entah kenapa perasaan ini terus gelisah.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
__ADS_1
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️