Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 61


__ADS_3

"Berdoalah untuk yang terbaik buat hubungan kalian. Perbaiki sikapmu dan juga lisanmu, mohon ampun lah pada Tuhan, hanya itu yang bisa mama katakan saat ini." Sahut Bu Widya yang tak bisa terlalu ikut campur lebih dalam. Karena kesalahan memang terletak pada diri Bella sendiri.


"Aku, aku bingung harus bagaimana lagi. Mas Hamzah sepertinya tidak lagi ingin mempertahankan hubungan kami. Tolong aku, ma. Tolong bujuk anak mama untuk tidak menceraikan aku. Aku janji akan berubah dan menuruti semua perkataan mas Hamzah. Tolong, ma. Tolong!" Sahut Bella panjang lebar, berharap ibu mertuanya mau membujuk Hamzah agar tidak menceraikan dirinya. Bayangan hidup susah benar benar membuatnya frustasi.


"Mama tidak bisa janji, tugas mama sebagai orang tua hanyalah memberikan nasehat dan meluruskan. Keputusan ada pada Hamzah sendiri." Sahut Bu Widya dengan wajah datarnya.


"Bella yakin, kalau mas Hamzah akan menuruti semua ucapan mama. Tolong mama bujuk mas Hamzah agar tidak menceraikan aku, aku mohon, ma." Isak Bella yang menaruh harapan besar pada mama mertuanya itu.


"Insyaallah, mama tidak bisa berjanji apapun." Sahut Bu Widya yang masih bersikap biasa saja.


"Aku pamit pulang dulu, ma. Kepalaku pusing memikirkan semua ini. Permisi, Asalamualaikum." Sambung Bella yang melangkah gontai menuju arah mobilnya.


"Aku akan menyusul mereka ke Surabaya, tidak akan aku biarkan mereka bersenang senang, sedangkan aku disini mengecap perih sendirian." Gumam Bella yang langsung mengarahkan mobilnya ke arah Surabaya.


Tak memperdulikan apapun lagi, Bella yang sudah gak bisa berpikir jernih terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Melewati jalan tol tanpa mau berhenti. Hingga sampai pada arah di mana kantor cabang perusahaan Hamzah berada, hanya dalam waktu dua jam saja.


"Bella menatap nanar kantor yang tidak terlalu besar itu dengan perasaan sesak. Dulu, Hamzah sering mengajaknya kesana, namun Bella selalu menolak dengan alasan capek. Kini saat dirinya ingin ikut, justru ditolak oleh Hamzah.


Bella melangkahkan kakinya dengan perasaan tak menentu setelah selesai merapikan penampilannya kembali. Senyum tipis menghiasi wajahnya yang ayu. Ada beberapa karyawan lama yang sudah mengenal Bella sebagai istri atasannya. Mereka menatap iba ke arah Bella, lantaran, Hamzah berkunjung dengan menggandeng perempuan lain.


"Si, apa pak Hamzah ada di dalam?" Sapa Bella pada Sisi yang sudah menjadi karyawan paling lama di kantor ini. Dan Sisi adalah salah satu karyawan kepercayaan Hamzah.


"Bu Bella." Lirih Sisi dengan mimik tegang, cemas jika akan terjadi pertengkaran suami istri setelah ini.


"Pak Hamzah sedang ada meeting Bu. Mungkin satu jam lagi baru selesai." Sahut Sisi gugup, bingung harus berbuat apa. Tak menyangka jika istri pertama atasannya akan datang juga, sedangkan saat ini yang ada di dalam ruangan pribadi Hamzah ada istri keduanya yang tengah hamil.


"Kenapa kamu pucat begitu melihatku?


Aku bukan hantu, jadi tidak perlu takut begitu. Aku akan menunggu suamiku di dalam. Tolong buatkan aku kopi ya." Sambung Bella yang tak sejudes biasanya.


"Tapi, Bu. Itu..." Suara Sisi tercekat saat akan melanjutkan kalimatnya. Bingung mau mengatakan keberadaan Anniyah yang ada di dalam sana.


"Aku tau, jadi kamu tidak usah khawatir. Dia istri muda Suamiku." Ketus Bella yang langsung masuk ke dalam ruangan Hamzah. Sisi yang terkejut sampai membuka mulutnya lebar-lebar. Tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


"Sudahlah, biar itu menjadi urusan mereka. Semoga tidak ada keributan." Gumam Sisi yang memilih pergi untuk membuatkan pesanan Bella.

__ADS_1


*******************************


Anniyah yang tengah sibuk dengan layar datar di hadapannya, fokus mengetik cerita yang sedang kejar tayang di salah satu apk berbayar dibuat kaget dengan kemunculan Bella.


"Mbak Bella.


Mbak Bella kesini dengan siapa?" Sambut Anniyah dengan wajah yang masih terlihat terkejut.


"Sendiri. Kenapa, kamu tidak senang aku datang menyusul suamiku?" Sahut Bella sinis, dan mendaratkan tubuhnya di sofa yang nyaman. Tak dipungkiri tubuhnya terasa lelah sekali.


"Bukan begitu, mbak. Maksudku, mbak Bella bawa mobil sendiri atau bagaimana?" Sahut Anniyah dengan suara yang terdengar lembut.


"Bukan urusan kamu, dan aku juga tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaan bodoh kamu itu." Sungut Bella dengan tatapan benci diarahkan pada Anniyah yang memilih diam tak lagi mau bertanya apapun.


"Kaku jangan merasa menang dulu, Anniyah. Karena aku akan kembali merebut mas Hamzah darimu. Dia milikku, sampai kapanpun dia akan terus jadi milikku. Wanita murahan dan miskin sepertimu harusnya lebih sadar diri. Bukan malah sok berkuasa dan berlagak jadi nyonya besar. Gak pantes!" Sambung Bella yang sengaja ingin menjatuhkan mental Anniyah.


"Mbak, kenapa kamu bicara sekasar itu padaku?" Sahut Anniyah dengan masih mencoba bersikap tenang.


"Karena memang kamu pantas di kasari. Dan aku hanya bicara tentang fakta yang ada. Bukannya kamu memang di bayar untuk mengandung benih suamiku?


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Sahabat Benalu


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :

__ADS_1


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2