Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
bab 47


__ADS_3

"Kalian semua sudah sekongkol kan, agar suamiku menjauh dan membenciku?


Katakan, dimana suamiku?" Sahut Bella yang sudah meneteskan air mata sangking kalutnya. Bayangan perceraian dan hidup miskin sudah menari nari di otaknya.


"Cukup, mbak. Cukup!


Jangan terus menerus menyalahkan orang lain dalam masalah yang kamu hadapi. Harusnya kamu menyadari, bagaimana sikapmu dan kenapa sampai kakakku bisa marah. Bukannya malah menuduh dan meneriaki orang lain yang tidak tau menau." Sahut Rena kesal, karena sikap Bella semakin bikin geram.


"Aku tidak akan memaafkan kalian, kalau sampai mas Hamzah menceraikan aku. Awas saja, aku pasti akan membuat perhitungan dengan kalian semua." Teriak Bella yang masih pada sikapnya yang egois. Bahkan enggan untuk mengakui kesalahannya sendiri.


"Dasar edan!" Cetus Mbok Atun yang tak kalah kesal.


"Heh, kamu itu cuma pembantu di rumah ini. Jadi, jaga sikap dan bicaramu kalau tidak mau dipecat. Dasar orang miskin!" Sahut Bella tak kalah garang, sampai sampai matanya melotot sangking kesalnya mendengar ucapan mbok Atun.


"Yang berhak pecat saya cuma Bu Widya dan mbak Anniyah. Kalau anda sih, hanya orang lain yang tidak perlu saya takuti.


Apa Bu Bella sudah lupa, siapa Bu Bella dan berasal dari mana?" Balas mbok Atun tanpa rasa takut sedikitpun, bahkan seolah menantang Bella.


"Kurang ajar!" Bella yang sudah terbakar emosi langsung mengangkat tangannya untuk menampar wajah mbok Atun, namun dengan cekatan, Rena menangkisnya dan menghempaskan tangan Bella dengan kasar, hingga membuatnya terhuyung ke belakang.


"Cukup, mbak!


Pergilah, sebelum aku melaporkan kelakuanmu sama kakakku, agar dia lebih membencimu lagi." Tekan Rena yang langsung membuat Bella angkat kaki dari rumah itu, meskipun di dalam hatinya ada rasa tak terima diperlakukan demikian rupa oleh pembantu kepercayaan mertuanya.


"Aku akan membalas penghinaan ini." geram Bella yang sudah berada di dalam mobilnya. Dadanya terasa penuh, sulit untuk bernafas karena sangking kesalnya.


"Aku harus nyari kemana, apa aku datangi saja ke kantornya." Bella terus berpikir kemana harus mencari keberadaan suaminya. Tak ingin berlarut-larut Karena masalah harus segera diselesaikan. Takut jika Hamzah akan mengambil keputusan yang akan membuatnya rugi dan bahkan kembali jatuh miskin.


Sesampainya di kantor milik sang suami, Bella langsung menuju ke meja resepsionis dan menanyakan keberadaan Hamzah.


"Maaf, Bu. Pak Hamzah nya sedang tidak ada di kantor, tadi keluar buru buru dan sampai sekarang belum juga kembali." Jawab Fenti sang resepsionis ramah.


"Yasudah, nanti tolong hubungi ke nomorku kalau suamiku sudah kembali ke kantor. Dan jangan lupa bilang sama suamiku jika aku datang mencarinya. Paham?" Ketus Bella dengan wajah juteknya.


"Iya, Bu. Paham!" Sahut Fenti yang masih memasang wajah ramahnya, meskipun di dalam hatinya tengah merutuki sikap sombong istri bosnya itu.


"Apa aku harus mencari ke rumahnya mama ya?

__ADS_1


Tapi aku males banget kalau harus ketemu perempuan tua itu. Pasti makin ribet urusannya.


Tapi memang tidak ada pilihan lain juga, siapa tau mas Hamzah sedang ada disana." Gumam Bella yang kembali ke dalam mobilnya dan langsung melajukan roda empatnya menuju rumah sang mertua.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan dirumah Bu Widya, Hamzah nampak sedang termenung. Merutuki kebodohannya yang selama ini bisa tunduk dan memuja perempuan seperti Bella. Tak menyangka jika hati dan pikirannya telah dikendalikan oleh sang istri selama ini lewat orang pintar. Padahal tanpa di guna guna, Hamzah memang sangat mencintai Bella karena fisiknya yang cantik.


"Mas, mas Hamzah!" suara Bella mengagetkan Hamzah yang langsung tersadar dari lamunannya.


"Dibiasakan ngucapin salam sebelum masuk rumah. Apalagi kamu tengah bertamu dirumah mertuamu. Yang sopan sedikit, bisa?" Suara Bu Widya membuat Hamzah memilih tetap berada di dalam kamarnya. Malas kalau harus meladeni sikap Bella yang mungkin aku bikin ribut.


"Maaf, ma. Tapi Bella lagi bingung, apa mas Hamzah ada di dalam?" Sahut Bella yang tak menuruti ucapan Bu Widya untuk mengucap salam lebih dahulu.


"Asalamualaikum." Sindir Bu Widya datar dan membuat Bella salah tingkah meskipun hatinya luar biasa dongkol dengan sikap sang mertua.


"Waalaikumsallm, maaf ma!" Sahut Bella pada akhirnya, memilih mengalah dan menerima sikap mertuanya, agar bisa menemui Hamzah.


"Kenapa kamu mencari Hamzah disini, apa kalian sedang ada masalah?" Tanya Bu Widya yang pura pura tidak tau apa apa. Sengaja ingin mengetes jawaban menantu yang tak pernah disukainya. Untung saja, mobil Hamzah tengah tidak ada dirumah, baru saja mobil itu di bawa sopir untuk di servis.


"Em, itu mah. Aku sama mas Hamzah ada sedikit salah paham. Aku sudah mencarinya kerumah Anniyah dan dikantornya. Tapi mas hamzah tidak ada disana." Sahut Bella dengan suara yang dibuat setenang mungkin.


Apa kamu masih suka keluyuran tanpa ijin suami kamu?


Dan ini, lihatlah pakaian kamu. Ya ampun, Bella. Apa kamu gak risih kalau ada laki laki yang menatapmu penuh nafsu?" Sahut Bu Widya dengan membuang nafasnya kasar melihat penampilan istri anaknya yang kelewat seksi.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap

__ADS_1


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2