Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 24


__ADS_3

Tin tin tin...


Bella terus membunyikan klakson mobilnya, dan terlihat salah satu penjaga keluar dengan wajah tegasnya.


"Buka pagarnya, saya mau masuk!" teriak Bella dengan wajah mengeras tanpa mau keluar dari dalam mobilnya.


"Maaf, anda adalah salah satu orang yang tidak diperbolehkan masuk dirumah ini.


Jadi, lebih baik anda segera pergi." Sahut Rudi dengan wajah tegasnya. Rudi adalah salah satu bodyguard yang diperintahkan Bu Widya untuk menjaga Anniyah.


"Siapa kamu?


Berani beraninya melarang ku masuk. Kamu belum tau siapa saya, hah?


Saya istri sahnya mas Hamzah. Jadi, jangan kurang ajar kamu!" Teriak Bella dengan wajah memerah.


"Maaf, nyonya.


Saya bekerja atas perintah Bu Widya, jadi saya akan menjalankan apa yang diperintahkan atasan saya. Bu Widya melarang anda memasuki rumah ini. Jadi lebih baik anda pergi dari sini saja." Sahut Rudi dengan wajah dingin. Tanpa lagi mau perduli dengan Bella yang tak terima, Rudi kembali melangkah masuk dan menutup rapat pagarnya.


Tak di dengarkan semua ucap sumpah serapah yang dilontarkan Bella.


"Kurang ajar, mereka sudah menghinaku.


Aku pasti akan balas semua penghinaan ini dengan yang lebih kejam." murka Bella yang kembali menjalankan mobilnya meninggalkan perumahan elit itu.


Setelah kepergian Bella, mobil yang ditumpangi Bu Widya memasuki halaman.


Bu Widya datang bersamaan dengan mobil ustadz Karim yang memang sengaja tadi dijemput untuk meruqyah Hamzah.


"Loh, mama kok bisa datang bareng ustadz Karim?" tanya Hamzah setelah mereka sudah berada di dalam ruang keluarga, sedangkan ustad Karim dipersilahkan di ruang tamu dan dijamu oleh Anniyah dan Rena.


"Saat kamu telpon ustad Karim, mama sedang ada dirumahnya beliau. Jadi ya sudah kita kesini barengan. Dan ada sesuatu yang harus kamu tau tentang fakta istri pertamamu itu." sahut Bu Widya dengan mimik serius, membuat Hamzah mengerutkan wajahnya.


"Maksud mama?


Ada apa dengan, Bella?" balas Hamzah penasaran.


Lalu Bu Widya menceritakan semuanya tanpa terkecuali dan mengirimkan bukti rekaman dari Bi Titin.

__ADS_1


Hamzah nampak mengusap wajahnya frustasi.


Tidak menyangka, jika wanita yang dicintainya sepenuh hati tega melakukan hal keji untuk membuatnya tunduk akan kemauannya. Bahkan cintanya tidak tulus, hanya mengincar hartanya saja.


"Ceritanya dilanjut nanti saja. Gak enak sama ustadz Karim kalau harus nunggu lama.


Lakukan apa yang disuruh sama ustadz Karim. Semua demi kebaikan kamu, Hamzah." Sahut Bu Widya yang tak menjawab pertanyaan dari Hamzah.


Hamzah menurut saja apa yang dikatakan mamanya dan mengikuti langkah Bu Widya untuk menemui ustadz Karim yang ada diruang tamu.


Ustadz Karim menjelaskan semuanya dan melakukan ruqyah pada Hamzah.


Agar laki laki itu segera terbebas dari ilmu sihir yang dikirim istrinya untuk membuatnya tunduk sehingga mau menuruti semua perkataan istrinya tanpa bisa membantahnya.


Setelah selesai, ustadz Karim langsung pamitan pulang, karena masih banyak yang harus dikerjakan.


"Bagaimana perasaan kamu, Hamzah?


Apakah sudah lebih baik?" Bu Widya menatap lekat ke arah anak lelakinya yang tengah menyenderkan tubuhnya di bahu kursi.


"Alhamdulillah, ma.


Hamzah, masih tidak menyangka kalau Bella bisa melakukan ini semua.


"Yang penting sekarang kamu sudah tau seperti apa karakter dan tujuan istrimu itu.


Segera amankan surat surat berharga yang kamu miliki, dan jagalah shalatmu, nak. Kamu harus perbanyak berdzikir dan bentengi dirimu dengan semakin kusuk beribadah.


Tetaplah pura pura bodoh untuk sementara ini, agar Bella tidak curiga." Bu Widya dengan bijak berusaha menenangkan Hamzah.


Karena bagaimanapun dirinya tidak berhak memutuskan harus bagaimana Hamzah nanti bersikap. Tugasnya hanya mengingatkan dan mengarahkan sesuai kapasitasnya saja.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka

__ADS_1


Novel on going :


#Ayah aku juga anakmu


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2