
POV author
"Jangan asal tuduh kamu, mas. Aku tidak suka dipojokkan begini, sedangkan aku tidak melakukan apa yang sudah dituduhkan." Bella menatap Hamzah tajam, mati matian menyembunyikan rasa gugupnya, agar bisa menutupi perbuatannya selama ini yang sudah berselingkuh.
"Sudahlah, jangan mencari alasan lagi. Apapun yang kamu katakan untuk menutupi perselingkuhanmu, tak akan membuatku percaya dengan kata-katamu. Banyak bukti yang sudah aku dapatkan. Apa perlu bukti itu aku kirim ke ponsel kamu?" Balas Hamzah tenang, matanya tak kalah tajam menatap wajah istrinya yang kini sudah berubah gugup.
"Sekarang, pilihan ada sama kamu, Bella. Aku akan memberimu satu kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan ini, dengan syarat kamu tinggalkan laki laki muda itu. Jangan sampai, aku mendapatkan laporan lagi tentang hubungan kalian." Sambung Hamzah yang tak lagi mau dibuat bodoh sama istrinya, cinta tak harus membuatnya terus diperdaya.
"Pikirkan baik baik, dan mulai sekarang, aku akan mulai membagi waktu antara kamu dan Anniyah. Malam ini, aku akan pulang ketempat Anniyah. Persiapkan dirimu untuk menjalani kehidupan yang akan kita bangun dari awal lagi." Hamzah kembali mengeluarkan suaranya, perasaan kecewa, sakit dan juga marah bercampur menjadi satu, perempuan yang selama ini sangat dia puja, begitu dia cintai, dan diperlakukan seperti ratu, dengan begitu teganya telah berselingkuh, bahkan hanya ingin memanfaatkan kekayaannya. Meskipun berat, Hamzah tetap berusaha memberikan kesempatan untuk Bella, sekaligus memberikan balasan atas rasa sakit hatinya.
"Ini tidak adil, mas. Wanita mana yang Sudi diduakan?
Aku tidak rela, suamiku memiliki wanita lain, dan aku tidak akan pernah mau berbagi pada perempuan manapun. Paham kamu, mas?" Tekan Bella dengan dada bergemuruh, namun Hamzah hanya tersenyum miring menanggapi kemarahan istrinya itu.
"Aku tau aku salah, iya aku akui aku salah. Aku janji akan berubah dan meninggalkan dia. Tapi tidak seharusnya kamu menjadikan Anniyah sebagai istrimu selamanya. Aku tak sanggup, tidak bisa." Emosi dan juga rasa tak terima membuat wajah Bella merah padam, dadanya naik turun dengan kedua tangan mengepal.
"Lalu, apa bedanya dengan kamu yang berkhianat?
Bukankah dengan sangat sadar kamu melakukan perselingkuhan itu, bahkan tanpa perduli dengan perasaanku. Sedangkan, Anniyah hadir atas keinginan kamu sendiri. Apa kamu lupa, kalau kamulah yang memaksaku untuk menuruti ide gila kamu itu?
Jadi, jangan salahkan siapapun kalau aku mulai merasa nyaman dengan Anniyah, toh dia sudah jadi istriku yang sah." Balas Hamzah dengan senyuman tipis terukir dari bibirnya.
"Harusnya kamu menyadari kesalahan kamu, Bella. Bukan malah sebaliknya." Setelah berkata demikian, Hamzah meninggalkan Bella dan berniat pergi kerumah istri keduanya.
"Keterlaluan kamu, mas. Lihat saja, aku tidak akan biarkan kalian berdua bahagia apalagi tenang. Aku akan pastikan, Anniyah pergi meninggalkan kamu. Tak ada yang boleh ikut menikmati uang kamu selain aku. Hanya aku istrimu satu satunya. Dan hanya aku yang pantas menikmati hartamu." gumam Bella dengan dada meletup letup penuh api dendam dan amarah.
"Apa yang kamu lakukan disini, Bella?
Susul suami kamu dan cegah dia agar tidak kerumah perempuan itu. Lakukan segala cara agar Hamzah kembali nurut denganmu." Tiba tiba Bu Lasmi sudah ada didepan Bella dengan wajah masam, kedua tangannya ber sedekap dada, kesal dengan anak perempuannya yang terlihat santai.
"Memangnya mas Hamzah mau kemana, Bu?
__ADS_1
Dia juga mau pergi ke kantor, ini kan masih hari Rabu." Sahut Bella santai, kata kata Hamzah membuatnya jadi tidak mood melakukan apapun.
"Kalau ke kantor, pasti suami kamu pakai baju rapi. Wong dia cuma pakai celana jins sama kaos saja. Tuh lihat." Bu Lasmi menunjuk ke arah Hamzah yang tengah berjalan menuju mobilnya.
Melihat penampilan suaminya, Bella langsung berlari menuruni tangga untuk mencegah kepergiannya.
"Mas, mas Hamzah. Tunggu, mas." Teriak Bella saat Hamzah akan membuka pintu mobilnya.
"Aaaaah, aduh sakit, mas. Tolong, kakiku sakit." Bella sengaja menjatuhkan dirinya untuk mencari perhatian Hamzah, pura pura sakit agar Hamzah tidak jadi menemui Anniyah.
"Kamu kenapa sih, Bel?
Kenapa gak hati hati, pakai lari lari segala. Ayo, mas bantu masuk ke dalam." Hamzah dengan sedikit kesal menolong Bella dan memapahnya masuk ke dalam rumah. Tak ada lagi sikap lembut yang dulu selalu Hamzah tunjukkan pada istrinya itu, perselingkuhan Bella benar benar membuatnya terluka, belum lagi terbuka nya perbuatan Bella yang menggunakan jasa dukun.
"Kamu kok kasar begitu sih, Hamzah. Itu istrimu jatuh loh." Tiba tiba Bu Lasmi sudah berdiri di depan pintu masuk dengan wajah tak suka ke arah Hamzah.
"Sudahlah Bu, ini memang salahnya Bella. Harusnya tidak lari lari. Maaf ya, mas. Aku sudah buat kamu repot." Sahut Bella yang pura pura bersikap baik dan bersalah dengan memasang wajah sendu.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Novel baru :
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
__ADS_1
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️