Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 31


__ADS_3

"Asalamualaikum." Suara Hamzah mengagetkan Anniyah yang tengah membaca buku di ruang keluarga. Rumah nampak sepi karena Ayu sudah mulai masuk sekolah ujian akhir. Sedangkan mbok Atun sedang pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan dapur.


"Waalaikumsallm.


Mas Hamzah." Sahut Anniyah yang langsung berdiri menyambut kedatangan suaminya, laki laki yang sudah mencuri hatinya sejak pertama kali mereka berada dalam satu kamar.


"Kok sepi, pada kemana?" tanya Hamzah basa basi, entah kenapa jantungnya selalu berdetak lebih kencang saat berhadapan dengan istri keduanya itu. Tatapan dan senyuman lembut Anniyah mampu membuatnya merasakan sensasi jatuh cinta lagi.


"Ayu sudah masuk ke sekolah, karena sedang ujian akhir. Sedangkan mbok Atun pergi ke pasar." Sahut Anniyah lembut dengan tatapan heran.


"Mas kok pagi pagi sudah kesini, apa ada yang ketinggalan?" Selidik Anniyah dengan wajah mengerut, matanya menatap dalam ke arah sang suami. Laki laki yang kini sudah membuatnya merasa nyaman saat ada di dekatnya.


"Iya, ada berkas yang ketinggalan.


Kamu sudah sarapan?" Balas Hamzah yang kini sudah duduk di salah satu sofa yang ada di ruang keluarga.


"Sudah mas, tadi sama sama Ayu.


Mas Hamzah sudah sarapan?


Tadi aku bikin capcay merah, apa mau aku siapkan?"


"Wah enak itu, iya aku mau coba, tapi tidak pakai nasi ya.


Tolong ambilkan, aku mau ambil berkas dulu di kamar." Balas Hamzah dengan senyum mengembang, meskipun tadi sudah sarapan dengan nasi goreng buatan bi Titin, Hamzah masih ingin mencoba masakan Anniyah, karena masakan istri keduanya itu selalu terasa enak dilidahnya.


Dengan perasaan bahagia, Anniyah langsung melakukan apa yang suaminya minta, mengambilkan capcay yang tadi dia masak di atas piring dan membuatkan segelas teh hangat untuk suaminya.


"Makan dulu mas, apa sekalian aku buatkan bekal buat makan siang?


Kebetulan di kulkas masih ada daging, biar aku bikini rendang, mau?" Anniyah dengan telaten melayani Hamzah, senyum manis terus terukir dibibir tipisnya, membuat Hamzah merasa senang, karena Anniyah begitu perduli dan benar benar menjadi istri idaman. Tak pernah segan melayani apapun kebutuhannya dengan tangannya sendiri. Itulah kenapa Hamzah sedikit demi sedikit mulai menaruh rasa dan merasa nyaman bersama Anniyah. Apa yang tidak pernah Bella lakukan selama menjadi istrinya, telah dilakukan Anniyah.


"Boleh, dek.


Nanti tolong buatkan dua bekal ya.


Mau aku bagi buat Hyan juga.


Dia hari ini mulai masuk kantor." Balas Hamzah yang terlihat sumringah dengan perhatian yang diberikan oleh Anniyah.


"Iya, mas.


Mas Hamzah makan saja dulu, biar aku buatkan dulu rendangnya." Sahut Anniyah yang langsung bergerak cepat untuk memasak makanan kesukaan sang suami. Hamil tak membuatnya malas mengerjakan sesuatu. Hamzah tersenyum melihat Anniyah yang dengan cekatan memasak tanpa canggung sedikitpun. Bahkan tak terasa sudah menghabiskan capcay merah yang ada di piringnya, masakan Anniyah benar benar sudah memanjakan lidah nya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, karena bumbu juga sudah tersedia, daging juga tinggal motong saja. Rendang buatan Anniyah pun sudah siap di santap.


"Sayangnya perut mas sudah sangat kenyang, padahal harumnya masakan kamu membuat mas pingin makan lagi." Lirih Hamzah yang membuat Anniyah tertawa.


"Kan masih bisa buat bekal, mas.


Nanti makannya di kantor saja ya.


Aku akan pisah pisahkan nasi dan lauknya." Sahut Anniyah yang masih dengan cekatan memindahkan rendang dan capcay ke wadah yang sudah disiapkan untuk bekal Hamzah.


"Makasih ya, dek.


Sudah mau repot repot memanjakan lidah mas.


Jujur, masakan kamu buat candu saja.


Pinginnya tiap hari di siapin makanan sama kamu." Sahut Hamzah, membuat Anniyah langsung merona.


"Kalau mas mau, tiap hari Anniyah akan buatkan bekal, mas tinggal bilang saja mau dimasakin apa." Balas Anniyah dengan senyuman hangat, wajahnya merona saat di tatap dengan pandangan tak biasa oleh Hamzah.


"Alhamdulillah, terimakasih ya.


Nanti, pulang dari kantor aku akan langsung kesini.


Tolong buatkan udang asam manis. Aku juga mau bicara sama kamu, tapi sekarang aku harus ke kantor dulu, nanti jam sepuluh ada meeting penting soalnya.


"Iya, mas.


Semoga Alloh memudahkan semua urusan mas Hamzah. Hati hati dijalan." Sahut Anniyah yang juga menatap dalam pada suaminya yang tersenyum.


"Yasudah, aku harus berangkat ke kantor.


Asalamualaikum." Hamzah mengambil kotak bekal yang sudah Anniyah siapkan, lalu menyambut tangan Anniyah yang terulur untuk mencium punggung tangannya.


"Waalaikumsallm, hati hati, mas." Balas Anniyah yang mengikuti langkah suaminya dari belakang, lalu berdiri menatapnya sampai masuk kedalam mobil sampai hilang dari pandangan matanya.


"Maafkan aku, mbak.


Aku mulai nyaman dengan suami kita." lirih Anniyah dengan pandangan nanar, hatinya tiba tiba terasa sedih dan takut saat mengingat Bella.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

__ADS_1


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2