Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 38


__ADS_3

"Kamu kok kasar begitu sih, Hamzah. Itu istrimu jatuh loh." Tiba tiba Bu Lasmi sudah berdiri di depan pintu masuk dengan wajah tak suka ke arah Hamzah.


"Sudahlah Bu, ini memang salahnya Bella. Harusnya tidak lari lari. Maaf ya, mas. Aku sudah buat kamu repot." Sahut Bella yang pura pura bersikap baik dan bersalah dengan memasang wajah sendu.


"Lagian kamu kenapa, lari lari segala?" Sahut Hamzah datar, meskipun kesal dan marah, tapi tetap tak tega membiarkan Bella terluka.


"Aku ingin kejar kamu, mas.


Kamu mau kemana, kok pakaiannya kayak gini?" Bella memasang wajah sendu, menatap sedih ke arah suaminya. Sedangkan Bu Lasmi terlihat menyunggingkan senyuman miring, berdiri tak jauh dari anak dan menantunya. Berharap Bella bisa kembali menarik simpati Hamzah lagi.


"Mau kerumah Anniyah, hari ini dia ada jadwal memeriksakan kandungannya. Aku mau lihat perkembangan anakku di dalam perutnya." Sahut Hamzah dengan wajah datarnya. Apa yang kini terjadi, semua juga karena ulah Bella sendiri. Bella sudah membawa Anniyah masuk di dalam rumah tangga mereka, hanya karena tidak mau hamil dan lebih memilih Hamzah menikahi perempuan lain.


"Kalau aku mau hamil anak kamu, apa kamu akan melepaskan Anniyah, mas?" Lirih Bella, menatap manik hitam suaminya.


"Aku sudah memutuskan untuk tidak menceraikan Anniyah sampai kapanpun, Bella.


Dan kalau kamu masih tetap ingin mempertahankan hubungan kita, lebih baik kamu lepas KB kamu, agar kamu bisa hamil juga." Sahut Hamzah yang masih tetap dengan keputusannya. Kalau saja sejak dulu, Bella mau hamil. Mungkin apa yang terjadi saat ini tidak akan pernah ada.


"Kamu egois, mas. Kamu jahat!


Kamu sama sekali tidak memikirkan perasaanku."


"Jangan menyalahkan orang lain dengan apa yang kamu sendiri mulai, Bella. Apa yang terjadi saat ini, semua adalah buah dari keegoisan kamu. Jadi, jangan salahkan aku jika mulai memiliki perasaan terhadap istriku yang lain." Balas Hamzah dengan wajah datarnya.


"Hamzah, apa kamu tidak lagi menghargai mama sebagai orang tua Bella?


Kenapa kamu tidak ada sungkan sungkannya membahas wanita lain dihadapan mertua kamu?


Kamu sudah menyakiti hati putriku, jangan mengorbankan rumah tangga kalian, hanya demi perempuan asing yang baru saja masuk di kehidupan kalian." Bu Lasmi ikut menimpali dengan wajah merah padam. Kupingnya panas mendengar Hamzah membahas perempuan lain untuk menyakiti perasaan putrinya.


"Keputusan sudah diambil, apapun itu, tidak ada yang bisa merubahnya. Termasuk mama!" Tekan Hamzah, yang berusaha untuk tetap bersikap tenang. Meskipun sadar, jika ucapannya terlalu kasar pada ibu mertuanya.


Bu Lasmi yang mendengar jawaban dari Hamzah, seketika langsung membulatkan matanya tak percaya. Hamzah sudah benar benar berubah.


"Mas!" Lirih Bella yang sudah meneteskan air mata. Meskipun tak sepenuhnya mencintai Hamzah, hatinya sebagai seorang istri tetap tidak terima jika diduakan. Apalagi untuk berbagi harta suaminya dengan wanita lain, sungguh membuat Bella tidak bisa terima.


"Hubunganku dengan Anniyah adalah hubungan sah suami istri, kami halal, Bella.

__ADS_1


Lalu, bagaimana dengan hubungan perselingkuhan kamu dengan pria muda itu?


Apa itu tidak menjatuhkan harga diriku sebagai suami kamu?


Apa itu tidak menyakiti dan melukai perasaanku?


Anggap saja, ini semua balasan dari perbuatan kamu sendiri." Sambung Hamzah panjang lebar, menatap satu persatu wajah istri dan mertuanya dengan tatapan tajam.


"Bukankah Bella sudah minta maaf?


Dia sudah mengakui dan merasa bersalah. Bahkan dia sudah berjanji untuk berubah. Apa itu belum cukup bagimu, Hamzah?


Kamu jangan egois jadi suami." Bu Lasmi ikut bersuara, hatinya panas mendengar semua penuturan Hamzah. Sebagai orang tua, tentu akan membela anaknya.


"Semua sudah terlanjur terjadi, ma.


Jangan paksa Hamzah untuk memenuhi keinginan kalian. Dan tolong selesaikan masalah kamu dengan laki laki itu secepatnya, Bella. Aku akan memberimu waktu hingga besok lusa. Sekali saja aku memergoki kalian masih berhubungan, aku tidak akan segan untuk menceraikan kamu." Sambung Hamzah memberi peringatan.


Bu Lasmi dan Bella saling berpandangan dengan wajah pias. Ancaman Hamzah cukup membuat anak dan ibu itu lemas.


"Aku rasa, kakimu sudah baik baik saja. Aku harus pergi, karena Anniyah akan periksa nanti jam sebelas.


"Tapi, mas."


"Tolong, jangan pernah membantahku lagi, Bella. Karena aku bukan Hamzah yang bisa kamu kendalikan lagi." Hamzah menatap tajam kearah Bella, setelah itu langsung pamitan pergi untuk mengantar Anniyah memeriksakan kehamilannya.


#Maaf, untuk part ini sedikit dulu ya teman teman. Author lagi tidak baik baik saja. Kalau dipaksakan takutnya alurnya nanti kacau☺🙏


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :

__ADS_1


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2