
"Kamu harus main cantik, jangan merasa semua sudah aman sebelum kamu mendapatkan semua harta milik Hamzah menjadi milikmu. Segera amankan aset aset berharga kalian. Karena ibu punya firasat buruk. Jangan sepelekan, perasaan ibumu ini." Tekan Bu Lasmi dengan suara di tekan.
"Sudah dong, Bu.
Tidak perlu mengingatkan Bella terus menerus soal itu.
Bella sudah tau apa yang harus Bella lakukan.
Bahkan ibu juga gak tau kan, kalau Bella sekarang sudah beli rumah yang lebih mewah dari rumah ini?" Terdengar suara Bu Bella menimpali ucapan ibunya dengan suara bahagia.
"Rumah?
Lebih mewah dari ini?
Jangan bercanda kamu, Bella." sahut Bu Lasmi terdengar tak percaya dengan apa yang disampaikan putrinya.
"Nanti deh, ibu akan Bella ajak kesana.
Aku masih dengan gampang meminta uang pada suamiku, Bu.
Dan mas Hamzah tidak akan pernah perduli mau aku buat apa uang itu.
Makanya aku bisa beli rumah atas namaku sendiri tanpa sepengetahuannya.
Dan lagian, rumah ini juga dibeli atas namaku, mobil yang aku pakai juga atas namaku. Dan masih banyak perhiasan juga berlian yang aku punya. Ibu gak usah khawatir, anakmu ini sudah kaya, Bu." sambung Bu Bella dengan percaya dirinya. Aku terus berusaha untuk bisa menguping pembicaraan mereka sambil diam diam merekamnya. Nanti kalau ketemu sama nyonya akan diberikan padanya hasilnya. Kasihan pak Hamzah, hanya dijadikan sapi perahnya saja oleh istrinya sendiri.
"Tapi itu belum cukup.
Hamzah masih punya banyak aset yang harus jadi milikmu juga, Bella.
Dua rumah makan, satu sorum mobil, lahan yang ada di kota sebelah, dan juga perusahaan yang sebentar lagi akan jadi miliknya, setelah perempuan itu melahirkan. Kamu harus bisa gerak cepat. Jangan sampai semua berantakan karena sikapmu yang cuek begini." Sahut Bu Lasmi dengan sedikit keras, perempuan itu ternyata kemaruk juga.
"Iya, iya. Bella akan segera ambil aset aset itu dan merubah nama kepemilikan atas nama Bella.
Itu hal gampang, sekali rayu pasti mas Hamzah langsung nurut kok." balas Bu Bella.
"Ibu akan tinggal disini selama dua bulan bahkan lebih.
Perasaan ibu tidak enak, sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi dirumah ini, entah itu apa.
Kamu harus hati hati Bella. Jangan sampai ada yang tau kecurangan yang kamu lakukan dalam menaklukkan Hamzah selama ini."
"Ibu tenang saja, dirumah ini aman.
Lagian cuma ada aku sama mas Hamzah saja kok.
Bi Titin juga taunya cuma beres beres rumah. Perempuan itu juga sudah pindah." balas Bu Bella dengan bersungut sungut, sepertinya tidak suka jika terus menerus diingatkan oleh ibunya.
__ADS_1
"Kamu tau gak, gara gara sikapmu itu, posisimu bisa terancam. Lihat mertuamu, dia lebih perduli pada wanita itu dibandingkan kamu, menantunya."
"Dari dulu dia memang tidak suka padaku, Bu.
Jadi ya biarin saja, yang penting itu mas Hamzah."
"Tapi sekarang Hamzah juga marah sama kamu kan?
Dia pergi dari rumah karena kelakuan kamu yang sembrono. Ibu gak mau tau ya, pokoknya kamu harus secepatnya baikan sama Hamzah, sebelum dia benar benar meninggalkan kamu." Terdengar suara marah Bu Lasmi, namun justru Bu Bella nampak tenang tenang saja.
"Sudahlah, Bu.
Bella capek, mau istirahat dulu. Besok kita lanjut ngobrolnya.
Ibu pasti juga capek kan?
Istirahatlah. Besok kita lanjutkan lagi bicaranya." balas Bu Bella yang langsung bangkit dari duduknya dan masuk kedalam kamar pribadinya.
"Dibilangin kok selalu saja bantah, kalau sudah kejadian baru deh bingung. Huuuh!" Gumam Bu Lasmi yang juga ikut pergi menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar pribadinya.
Setelah memastikan semua aman.
Aku mulai menutup semua pintu dan menguncinya, mematikan lampu di ruang tamu.
Lalu berjalan perlahan menaiki tangga masuk ke kamar mbak Anniyah.
Dengan cekatan akupun membersihkannya dengan kain pel. Lagian, mbak Anniyah juga tidak akan pernah kembali ke dalam kamar ini. Semua barangnya sudah dibawa semua oleh pak Hamzah ke rumah baru.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Mas, mau ke kantor atau pulang dulu kerumah mbak Bella?" Setelah kejadian semalam, aku merasa lebih lega. Mas Hamzah sudah mengutarakan perasaannya padaku. Dia mulai merasa nyaman berada di dekatku dan berjanji akan berusaha menerimaku menjadi istri seutuhnya.
"Hari ini ingin istirahat di sini saja. Ingin punya banyak waktu sama kamu, dek.
Biar mas bisa mengenal kamu lebih banyak. Boleh kan?" sahutnya dengan wajah berseri.
"Boleh mas, boleh banget.
Makasih ya, mas Hamzah sudah mau membuka hati mas untuk Anniyah." sahutku yang kini tersipu malu. Semoga perasaan ini tidak lagi bertepuk sebelah tangan.
"Sama sama, tolong bantu mas ya, agar bisa adil sama kamu juga Bella.
Maafin Bella kalau sudah menyakitimu selama ini." lirihnya yang berubah sendu, mungkin mas Hamzah teringat dengan istrinya yang begitu dia cintai selama ini. Entah kenapa hatiku mendadak perih, aku tau, aku tak berhak cemburu pada mbak Bella, tapi entah kenapa selalu saja hati ini merasa perih, setiap kali mas Hamzah berbicara tentang istri pertamanya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
__ADS_1
Novel baru :
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Ayah aku juga anakmu
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1