
Bella menatap dengki pada bangunan rumah yang memiliki gaya elegan nan mewah di hadapannya. Meskipun rumahnya masih lebih besar dan juga tak kalah mewahnya. Namanya juga iri yang sudah mendarah daging di hatinya, sekecil apapun akan membuatnya tak suka.
"Tumben rumah ini nampak sepi, biasanya langsung ada scurity yang menghadang mobilku saat akan memasuki rumah ini. Anniyah benar benar sudah seperti ratu saja. Dijaga dan dilindungi sebegitu nya, padahal dia hanya perempuan kere yang tak punya apa apa." Gumam Bella yang sudah memarkirkan mobilnya di halaman luas rumah Anniyah.
"Permisi, Asalamualaikum." Bella memasuki rumah yang dalam keadaan sepi. Matanya menatap sekitar dengan jengah. Dia terus berjalan masuk ke dalam, namun tidak menemukan siapapun. Sampai dirinya berada di halaman belakang, terlihat mbok Atun yang tengah menjemur pakaian.
"Mbok!" Teriak Bella yang langsung mengagetkan mbok Atun, sehingga reflek menoleh ke arah sumber suara yang tengah memanggilnya.
"Loh, Bu Bella. Sudah lama Bu?" Sambut mbok Atun yang menghentikan pekerjaannya dan berjalan menghampiri Bella.
"Kok sepi, Anniyah kemana, mbok?" Bella menatap lekat ke arah mbok Atun.
"Owh mbak Anniyah, tadi pergi sama mas Hamzah ke Surabaya. Katanya mau nginep selama dua hari." Sahut mbok Atun yang memang sengaja ingin memanasi Bella, agar sikap sombongnya terasa tertampar.
"Apa aku gak salah dengar, mbok?
Suamiku pergi ke Surabaya bersama Anniyah?" Sahut Bella yang terlihat shock mendengar ucapan mbok Atun.
"Iya, Bu. Tadi mas Hamzah yang memaksa mbak Anniyah untuk ikut dengannya. Mereka berangkat dari satu jam yang lalu." Sahut mbok Atun dengan wajah meyakinkan. Membuat Bella semakin gusar dengan sikap Hamzah yang semakin keterlaluan.
"Kurang ajar, keterlaluan kamu, mas!
Bisa bisanya kamu menolak keinginanku ikut, tapi justru membawa Anniyah bersama kamu." Geram Bella yang langsung pergi meninggalkan mbok atun yang melongo mendengar kekesalan Bella.
Bella berjalan dengan menghentakkan kakinya menuju kamar pribadi Anniyah yang ternyata terkunci rapat. Dengan hati sakit, Bella menatap nyalang foto pernikahan Hamzah dan Anniyah yang tergantung di dinding ruang tengah. Tanpa ba-bi-bu lagi, Bella langsung menurunkan foto tersebut dengan kasarnya dan membantingnya dengan emosi yang meledak-ledak.
Pyar.....
Suara pecahan kaca dari pigura yang dijatuhkan Bella, membuat mbok Atun berlarian dan di susul oleh pak Ahmad. Mereka menatap kesal ke arah Bella yang tak perduli dengan wajah kesal dari mbok Atun dan pak Ahmad.
"Apa yang Bu Bella lakukan?
Kenapa merusak foto pernikahan mbak Anniyah dan mas Hamzah?" Tatap mbok Atun kesal, dari dulu mbok Atun memang tak menyukai Bella karena sikapnya yang angkuh dan kasar.
"Bukan urusan kalian, ingat ya kalian cuma pembantu di rumah ini, jadi jangan sok melarang dan mengaturku disini. Aku istri sahnya mas Hamzah, aku berhak melakukan apapun dirumah ini." Teriak Bella dengan wajah mengeras.
"Ini adalah rumah milik mbak Anniyah, dan Bu Bella hanyalah tamu. Tolong jaga batasan sikap anda." Tegas pak Ahmad yang nampak gusar dengan kelakuan Bella.
__ADS_1
"Aku tidak perduli, kalau aku mau, aku akan menghancurkan rumah ini sekalian. Kalian semua memang kurang ajar." Teriak Bella yang tak bisa mengendalikan dirinya lagi.
"Tolong, tinggalkan rumah ini baik baik, Bu. Sebelum saya menyeret anda keluar rumah ini dengan cara tidak hormat." Tegas pak Ahmad sekali lagi memberi peringatan pada Bella.
"Kalau kamu sampai berani menyentuhku, aku akan membuatmu menyesal dan akan aku pastikan jika kamu akan kehilangan pekerjaan." Sahut Bella yang menatap tajam pada pak Ahmad.
"Kamu tidak berhak menghardik siapapun dirumah ini, Bella!
Karena kamu tidak punya kuasa sedikitpun akan rumah ini." Suara Bu Widya memenuhi ruangan yang seketika hening. Bella nampak pias dengan kemunculan ibu mertuanya yang tiba tiba.
"Ma!
Apa mama juga akan mengusirku dari sini?
Lihatlah anak mama yang sudah melukai perasaanku ini. Mas Hamzah menolak keinginanku untuk ikut dengannya ke Surabaya, tapi dia justru mengajak Anniyah untuk menemaninya. Apakah ini yang dinamakan adil, ma?
Kalian semua jahat, kalian tidak ada yang punya hati. Apakah sebagai wanita, mama tidak bisa memahami perasaanku yang sakit dengan sikap anak mama yang sudah keterlaluan itu. Aku benci kalian, benci!" Teriak Bella yang sudah menangis histeris, meluapkan emosi dan rasa sakit hatinya.
Bu Widya berusaha tenang menyikapi sikap menantunya itu. Membiarkan Bella meluapkan amarahnya. Bagaimanapun dia sebagai perempuan juga paham rasanya cemburu. Meskipun Bella sudah melakukan banyak kesalahan, Bu Widya tidak serta merta menghakimi menantunya itu.
"Mbok, tolong bersihkan kekacauan ini. Jangan sampai ada yang terluka karena kena pecahan kaca. Dan untuk pak Ahmad, tolong belikan lagi pigura yang sama ditempat biasanya." Sambung Bu Widya yang memberi perintah pada kedua orang kepercayaannya.
Bella masih terisak dengan perasaan yang dia sendiri belum memahaminya. Hatinya benar benar merasakan sakit yang luar biasa. Setelah kehilangan baru menyadari betapa besar dan pentingnya seseorang yang selama ini di sepelekan keberadaannya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
__ADS_1
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1