Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 27


__ADS_3

"Kamu kok makan sendirian, dimana suami kamu, bel?" Bu Lasmi baru saja bergabung di meja makan, dan hanya menemukan putrinya saja disana, sedangkan menantunya sudah tidak ada ditempatnya.


"Ada di atas, mas Hamzah sudah makan duluan." sahut Bella tak bersemangat, pikirannya sedang kacau oleh sikap dinginnya Hamzah.


"Apa kalian masih bertengkar?


Kamu harus bisa mengambil hati suami kamu lagi, Bella.


Jangan sampai dia berlarut larut marah, karena itu bisa mengancam kedudukan kamu di hatinya.


Turunkan egomu, mengalah lah untuk sesuatu yang akan membuatmu menang." Tekan Bu Lasmi dengan wajah tegas.


"Aku punya firasat tidak baik, Bu.


Mas Hamzah tadi kulihat sudah kembali lagi beribadah, apa guna guna itu sudah tidak lagi mempan?" sahut Bella dengan suara tertahan, takut kalau ucapannya di dengar oleh bi Titin.


"Tidak mungkin, bertahun tahun semua aman aman saja.


Mungkin itu pengaruh dari perempuan itu, bukankah kamu pernah bilang kalau istri mudanya Hamzah perempuan baik baik dan rajin beribadah.


Kamu saja yang ceroboh, membiarkan Hamzah menikahi perempuan yang mengerti agama, kalau sampai guna guna itu mempan karena Hamzah rajin ibadah, siap siap saja kamu kehilangan semuanya." sahut Bu Lasmi dengan wajah memerah karena kesal.


"Ibu kenapa sih, dari kemarin terus saja menyalahkan aku?


Ibu tenang saja, aku pasti bisa mengatasi suamiku, dia juga sangat cinta sama aku, jadi akan aku pastikan kalau semua akan tetap baik baik saja."


"Terserah kamu saja lah, ibu hanya mengingatkan." sahut Bu Lasmi mulai kesal dengan sifat keras kepala anaknya.


"Bella mau ke atas dulu nyusul mas Hamzah." Bella meninggalkan meja makan dan langsung menuju balkon, tempat dimana Hamzah sudah menunggunya.


"Mas." Lirih Bella dengan wajah dibuat sendu, agar Hamzah kembali menaruh simpati padanya.


"Duduklah." sahut Hamzah yang tak menoleh sedikitpun ke arah Bella, matanya fokus menatap birunya langit.


"Apa ada sesuatu?" Bella berusaha untuk mencari obrolan dan memancing reaksi suaminya.


"Aku sudah tau semuanya, kenapa kamu bisa melakukan hal serendah itu, Bella?" Hamzah masih bergeming dengan sorot mata menatap ke langit yang mulai menunjukkan sinarnya.


"Maksud kamu apa, mas?" Bella mengerutkan wajahnya, berusaha bersikap tenang meskipun jantungnya sudah berdetak kencang.


"Tidak usah pura pura, apa maksudmu mengguna gunai ku seperti itu?


Apakah harta sudah mematikan nurani kamu?"


"Mas." Bella tak mampu lagi mengeluarkan satupun kalimat, tenggorokannya tercekat, rahasia yang selama ini dianggapnya aman ternyata sudah diketahui oleh suaminya.


"Apa kurangnya aku padamu selama ini?


Bukankah kamu tau kalau aku mencintaimu tulus apa adanya, tapi kenapa kamu masih ingin menundukkan aku sebegitu rendahnya dengan cara yang begitu hina?" Dingin dan datar, setiap kalimat yang terucap dari bibir Hamzah begitu tajam. Bella hanya bisa membeku, mencoba mencerna kalimat demi kalimat yang dilontarkan suaminya tanpa berani menyangkalnya. Takut jika Hamzah semakin murka.

__ADS_1


"Maafkan aku, mas.


Aku hanya tidak ingin kehilangan kamu. Aku sangat mencintai kamu." setelah terdiam beberapa saat, akhirnya Bella mengeluarkan kalimat yang membuat Hamzah semakin muak.


"Aku tidak habis pikir, perempuan terpelajar sepertimu bisa melakukan hal serendah itu.


Sekarang pilihan ada ditangan kamu, Bella.


Hentikan tindakan gilamu itu, dan jangan pernah mengatur hidupku sesukamu lagi. Atau kita akhiri pernikahan ini sampai disini?" Tekan Hamzah dengan wajah mengeras.


"Apa?


Kamu ingin kita cerai, mas?


Jahat kamu!" Bella terisak dengan air mata palsunya. Padahal di dalam hatinya memaki dan mengumpat segala sumpah serapah.


"Kita akan tetap bersama asal kamu bisa merubah sikapmu. Dan tidak banyak mengaturku lagi.


Karena semua tidak akan sama seperti dulu. Aku sangat kecewa padamu, Bel. Sangat kecewa."


"Lalu, aku harus bagaimana, mas?


Aku mengaku salah dan minta maaf, tapi tolong jangan ceraikan aku. Aku masih sangat mencintai kamu, aku gak bisa kehilangan kamu." Sahut Bella yang pura pura menerima dan merasa bersalah, agar Hamzah tidak menceraikannya, karena misinya untuk menguasai harta Hamzah belum tercapai.


"Apa kamu sanggup menerima syarat dariku?" sahut Hamzah dengan senyum tipis yang terkesan sinis.


Apapun itu akan aku lakukan, asal kamu tetap bersamaku." Lirih Bella dengan hati menggerutu kesal.


"Perjanjian yang dibuat bersama Anniyah sudah tidak lagi berlaku, aku akan menjadikan dia istriku seutuhnya. Dan anak itu akan tetap menjadi anak kami, aku dan Anniyah sebagai orang tuanya.


Dan aku juga akan membagi waktu antara kalian dengan adil, satu Minggu denganmu, dan satu Minggu bersama Anniyah." Balas Hamzah tenang, ingin melihat reaksi istrinya yang tentu akan murka.


"Apa?


Tega kamu, mas.


Kamu menggunakan kesalahanku untuk mengambil kesempatan.


Kamu sengaja melakukan ini karena memang kamu sudah tergoda sama Anniyah, kan?


Apakah perempuan itu sudah merayu kamu, hah?" teriak Bella tak terima, namun Hamzah tetap bergeming dan sedikitpun tidak perduli dengan kemarahan Bella.


"Aku tidak terima ya, mas.


Perjanjian ya tetap perjanjian. Anniyah hanya akan jadi istrimu sampai dia melahirkan saja. Setelah itu kalian berpisah, dan anak itu kita yang merawatnya. Aku tidak mau kamu punya rasa pada dia, aku tidak mau!" Bella menatap murka ke arah Hamzah yang masih terlihat santai tanpa ekspresi. Sikap patuh dan tunduk itu sudah tidak melekat dalam diri Hamzah lagi. Hamzah sudah benar benar menjadi dirinya sendiri.


"Tidak masalah kamu tidak suka apa lagi tidak setuju. Tinggal ajukan saja gugatan cerai, semua akan selesai." sahut Hamzah tenang, membuat Bella semakin meradang dengan tatapan tak percaya ke arah suaminya yang kini telah berubah sikapnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Ayah aku juga anakmu


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2